Terpincut Eksotisme Bromo, Thailand Segera Buka Jalur Wisata ke Jatim

0
26
Dubes Thailand untuk Indonesia Pitchayapant Charnbhumibol berkunjung ke Pemprov Jatim (Foto: Tudji Martudji)

Nusantara.news, Surabaya – Dubes Thailand untuk Indonesia Pitchayapant Charnbhumibol terpikat dengan keindahan alam di wilayah Jawa Timur, termasuk Gunung Bromo. Saat datang ke Surabaya dan ditemui Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, lelaki itu mengatakan tak akan melewatkan kesempatannya untuk datang ke Bromo. Pitchayaphant mengatakan sejumlah kemungkinan peluang bisnis yang telah dibicarakan dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, utamanya sektor pariwisata ke Jawa Timur akan segera diwujudkan, setelah kembali ke negaranya.

Perwakilan negeri Gajah Putih itu mengatakan, sangat tertarik dan mengagumi eksotisme pesona alam Gunung Bromo. Dalam waktu dekat pihaknya segera mewujudkan pengembangan perjalanan wisata ke Jawa Timur, termasuk pengembangan investasi bidang pariwisata.

Eksotisme Bromo membuat banyak wisman terpincut abis.

“Saya sangat terpikat dengan keindahan Gunung Bromo, setelah dari sini (Surabaya) saya akan giatkan biro-biro perjalanan wisata ke Jawa Timur. Ini peluang bisnis yang sangat bagus untuk pengembangan wisata di negara kami. Tentu, yang utama adalah eksotisme Gunung Bromo,” ujar Pitchayaphant usai bertemu Saifullah Yusuf, Selasa (29/8/2017).

Perwakilan negara sahabat itu datang ke Jawa Timur didampingi sejumlah orang staf termasuk Konsul Kerajaan Thailand, Onny AM Almasjhur yang juga ikut pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Perdagangan Jatim-Thailand Diharapkan Meningkat

Salah satu komoditas perdagangan yang potensial untuk diekspor ke Thailand, di antaranya adalah buah-buahan. Sesuai data Pusdatin Kemendag hingga Juni 2017, komoditas buah-buahan asal Jawa Timur yang diekspor ke Thailand mencapai senilai 8.108.658 Dollar AS, dengan berat 31.002.365 kilogram.

Mereka menyebut, Provinsi Jawa Timur memiliki banyak jenis buah-buahan yang potensial. Tantangannya, bagaimana menyediakan buah-buahan yang sesuai standar yang diinginkan Thailand. Dalam pertemuan itu, mereka juga membahas kondisi neraca perdagangan kedua negara selama kurun waktu 2013-2017, catatannya defisit bagi Jawa Timur.

Masyarakat Tengger melakukan upacara ini pada hari ke-14 bulan Kasada (antara September -November) dengan membawa hasil bumi; udang, sayuran, dan uang yang dilemparkan ke kawah Gunung Bromo.

Pada tahun 2015, defisit perdagangan dengan Thailand -459,16 juta Dollar AS. Rinciannya, ekspor dari Jawa Timur ke Thailand mencapai 404,11 juta Dollar AS dan impor dari Thailand 863,27 juta Dollar AS. Kemudian tahun 2016, defisit perdagangan Jawa Timur dengan Thailand mencapai -461,50 juta Dollar AS. Rincian ekspor 425,96 juta Dollar AS dan impor 887,46 juta Dollar AS.

Selama periode 2013-2017, perkembangan ekspor Jawa Timur ke Thailand juga fluktuatif dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 10,53 persen. Dengan rata-rata share nya terhadap total ekspor selama periode itu sebesar 2,78 persen per tahun.

Untuk perkembangan impor non migas Jawa Timur dari Thailand selama kurun waktu 2013-2017 cenderung menurun. Dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,51 persen per tahun. Share-nya rata-rata terhadap total impor sebesar 5,24 persen di periode yang sama.

Untuk komoditi ekspor utama dari Jawa Timur ke negara tersebut antara lain tembaga, lemak, minyak hewan/nabati, bahan kimia organik, palstik dan barang-barang dari plastik, kertas/karton, berbagai produk kimia, buah-buahan. Lainnya, kendaraan dan komponennya, kaca dan barang-barang dari kaca, serta benda-benda dari besi dan baja. Sedangkan potensi ekspornya mencapai 244.004.924 Dollar AS.

Untuk menarik investasi Thailand, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan garansi empat hal yaitu perizinan yang transparan, persiapan tanah industrial estate seluas 27 ribu hektar, surplus power plan energy.

Tawarkan Bangun Pabrik Kelapa

Selain peningkatan bidang perdagangan, Gus Ipul menawarkan kepada para investor Thailand untuk membangun pabrik kelapa di Jatim. Dari data yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, kelapa menjadi salah satu komoditas yang cukup banyak diekspor ke Thailand.

“Melihat potensi tersebut, sebaiknya investor Thailand mendirikan pabrik kelapa di Jatim. Sehingga ketika dibawa ke Thailand, produk sudah setengah jadi atau jadi,” katanya.

Saat itu juga dibahas gagasan pembentukan Sister Province antara Jawa Timur dan Thailand. Berbagai peluang kerjasama yang dibicarakan juga segera dikembangkan oleh kedua belah pihak. Mereka, Gus Ipul bersama Dubes Thailand untuk Indonesia itu juga menggagas dibentuknya kerjasama sister province. 

Hubungan provinsi kembar itu bisa dilakukan dengan salah satu provinsi yang dimiliki Thailand, yakni dengan karakter yang sama. Provinsi yang diinginkan kerjasama dengan Jatim adalah memiliki kesamaan ditopang oleh berbasis industri, perdagangan, dan pertanian.

Sementara, Dubes Thailand untuk Indonesia Pitchayapant Charnbhumibol mengatakan, pihaknya menerima kerjasama yang baik antara Thailand dengan Jatim. Kerjasama bisa dilakukan pada bidang perdagangan, investasi, agrikultur, pariwisata, pendidikan. Selain itu juga bisa dikembangkan sister province antara Jatim dengan salah satu provinsi di Thailand.

Dipastikan, semua orang tidak menampik eksotisme Gunung Bromo. Penikmat panorama alam tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai negara. Keindahan alam dan erupsi kawah Gunung Bromo juga menjadi pemikat pelancong lokal dan manca negara untuk berdatangan. Dan, panorama yang selalu menjadi incaran para pelancong untuk dinikmati adalah pesona matahari terbit atau sunrice.

Amazing from Bromo Mounta

Kawasan Eksotik di Tiga Wilayah

Gunung Bromo masuk dalam kawasan Taman Wisata Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS), mencakup tiga wilayah administratif yakni, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang. Karena masuk ke dalam tiga wilayah, Gunung Bromo juga mempunyai tiga pintu masuk yang mempunyai daya pikat tersendiri.

Kabupaten Pasuruan

Letak geografis Gunung Bromo cukup strategis dan wisatawan, khususnya mancanegara dengan mudah menggunakan penerbangan menuju Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo. Selanjutnya, untuk menuju ke wilayah Bromo pelancong biasanya mendarat di Juanda pada malam hari. Kemudian, menuju ke Pananjakan, dan sampai di kawasan Bromo bisa menikmati matahari terbit. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan menikmati indahnya kepulan asap dari magma yang keluar dari perut Gunung Bromo. Selanjutnya yang tak kalah menarik adalah menikmati Bukit Telletubies dan Pasir Berbisik.

Kabupaten Probolinggo

Untuk jalur Probolinggo, biasa digunakan wisatawan mancanegara juga lokal yang ingin menikmati secara merata keindahan Pulau Jawa yang ditempuh melalui jalur darat. Rute yang digunakan biasanya berawal dari Pulau Bali, kemudian ke Kawah Ijen di Banyuwangi, dilanjutkan menuju ke Gunung Bromo melalui Probolinggo. Biasanya, tujuan terakhirnya adalah Kota Jogjakarta atau dengan rute sebaliknya. Dalam rangkaian wisata jalur darat, destinasi lain yang juga menarik untuk dinikmati adalah Air Terjun Madakaripura serta raffting di Sungai Pekalen.

Kabupaten Malang

Sementara bagi pelancong yang menyukai tantangan dalam perjalanan. Misalnya menggunakan sepeda motor trail atau sepeda gunung bisa ditempuh dari Kabupaten Malang. Rute ini biasa disebut dengan Jalur Tumpang, dengan segudang obyek wisata yang bisa dinikmati. Ada tiga air terjun yang sangat menawan dan menakjubkan, Coban Jahe yang juga dilengkapi fasilitas outbond.

Kemudian ada Coban Sumber Pitu. Rutenya memang sedikit ekstrim, namun kelelahan akan terbayar dengan pemandangan 7 sumber air terjun. Ada Coban Pelangi, dan jika pelancong beruntung akan bisa menikmati indahnya pelangi di areal air terjun tersebut.

Bagi wisata yang suka tantangan ekstrim juga bisa menikmati arung jeram yang lengkap dengan pemandu dan operator dayung untuk menaklukkan aliran sungai. Masih di wilayah itu, wisatawan juga dimanjakan dan bisa menikmati paduan manis dan asam apel Poncokusumo, dipetik langsung dari kebun.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here