Evaluasi Emil Dardak Sudah Clear!

0
110
Khofifah Indar Parawansa bersama Emil Dardak dan Arumi Bachin di Pelantikan Pengurus DPD Gerakan Perempuan Ormas MKGR Jawa Timur.

Nusantara.news, Jawa Timur – Partai Golkar sudah ‘menceraikan’ Ridwan Kamil. Pencabutan dilakukan setelah Golkar memiliki ketua umum baru yang dijabat Airlangga Hartarto. Namun kini evaluasi serupa juga mengancam pencalonan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak di Pilkada Jatim 2018 mendatang.

Evaluasi disebut-sebut karena rekomendasi terhadap Khofifah dan Emil diberikan ketua Golkar sebelumnya yakni Setya Novanto. Padahal saat itu Novanto sedang dalam kasus hukum dan dikhawatirkan tidak bisa berfikir jernih terkait rekomendasi Pilkada.

Hal itu sudah disampaikan Ketua harian Partai Golkar Nurdin Halid. Dia mengatakan, soal Pilgub Jatim akan dievaluasi, khususnya terhadap Emil Dardak.

Golkar Jatim menurut Nurdin berharap agar kursi pasangan Khofifah diberikan kepada Ipong Muchlissoni. Bupati Ponorogo itu memang sempat diisukan akan menjadi pendamping Khofifah di Pilgub Jatim. Meski ada usulan tersebut, DPP Golkar tetap menyerahkan keputusan kepada Khofifah.

Ya, semua tergantung dari keputusan Khofifah. Dalam hal ini, Khofifah sudah yakin dengan keputusannya memilih Emil. Menteri Sosial (Mensos) ini tetap optimistis Partai Golkar tetap mengusung Emil sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) mendampinginya di Pilkada Jawa Timur 2018. Semua sudah usai. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

“Insya Allah tidak, sudah confirm tidak ada masalah. Insya Allah sudah selesai, tidak ada perubahan. Semuanya tetap sesuai dengan kesepakatan awal,” ujar Khofifah di acara Haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (23/12/2017).

Sementara Partai Demokrat tidak mau mengikuti usulan Golkar yang meminta evaluasi pencalonan Emil Dardak. Bahkan Partai Demokrat langsung pasang badan dengan munculnya wacana evaluasi tersebut.

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo tetap yakin Golkar tidak akan mengevaluasi meski Ketua Umum Partai Golkar sudah ganti.

Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini yakin terhadap dukungan Partai Golkar kapada pasangan Khofifah –Emil tidak akan berubah. Karena sejauh ini komunikasi antara Khofifah–Emil dengan Partai Golkar baik-baik saja.

“Insya Allah tidak berubah. Karena, sejauh ini komunikasinya tidak ada masalah. Kalau yang Jawa Barat dicabut itu iya, tapi yang lain masih jalan terus,” kata dia.

Bahkan dukungan pada pasangan Khofifah-Emil terus bartambah. Dan yang paling terbaru adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy telah menyampaikan akan mendukung pasangaan ini.

“Setahu saya dari pak ketua umum PPP sudah menyampaikan, beliau sudah ketemu ketua umum, Hanura kan juga sudah,” ucap pria yang akrab disapa Pakde Karwo.

Salah satu bukti keseriusan Pakde Karwo dukung pasangan Khofifah-Emil dapat dilihat dari bertebaran balihonya di jalan-jalan di Jatim seperti di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Nganjuk dan Madiun. Baliho itu begitu mencolok karena berdiri di titik ramai.

Selain gambar Khofifah-Emil, foto Pakde Karwo bersama Sekretaris Demokrat Jatim, Renville Antonio, turut terpampang. Warna baliho didominasi biru, warna yang identik dengan Demokrat. Di bagian bawah terdapat tulisan ‘Dari Demokrat untuk Jawa Timur’.

Menurut Renville, baliho itu adalah bentuk nyata dukungan Demokrat kepada Khofifah-Emil. Itu juga sebagai jawaban atas masih adanya keraguan kepada siapa Pakde Karwo memberikan dukungan Pilgub Jatim. “Kami all out mendukung Khofifah-Emil,” ujarnya kepada awak media.

Renville menambahkan, Pakde Karwo memerintahkan seluruh Dewan Pengurus Cabang Demokrat dan legislator Demokrat se Jatim agar memasang baliho serupa. “Targetnya 1.500 titik baliho Khofifah-Emil di Jatim,” katanya.

Senada, Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengatakan ‎Emil adalah figur yang tepat dipasangkan dengan Khofifah. Sebab, semenjak menjadi Bupati Trenggalek, kapabilitas Emil sudah teruji.

“Emil Dardak mewakili harapan generasi milenial, sudah teruji gagasan, visi, dan leadership-nya membangun Trenggalek,” ujar Didik saat dihubungi.

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, Partai Demokrat tidak akan mengikuti langkah Partai Golkar yang meminta Khofifah melakukan evaluasi kepada Emil.

“Kami sedari awal sudah ‘jatuh cinta’ dengan Emil‎. Demokrat melihat ada kekuatan dan nilai strategis. Dalam hitungan matematika politik justru Demokrat melihat Emil adalah pasangan Khofifah yang mampunyai peluang terbesar dibanding yang lain,” tambahnya.

Kendati demikian, Partai Demokrat menghargai sikap Partai Golkar yang meminta Khofifah melakukan evaluasi terhadap suami artis Arumi Bachsin itu. “Demokrat menghargai masukan sahabat-sahabat Partai Golkar karena tujuannya baik,” pungkasnya.

Emil Tunjukkan Keakraban dengan Golkar

Meski ada wacana untuk evaluasi dari Partai Golkar, namun Emil Dardak menegaskan dirinya hanya menerima amanah dari para kiai dan pimpinan Parpol untuk maju mendampingi Khofifah. Hal itu dibuktikan dengan kemesraan Emil saat mendampingi Khofifah memenuhi undangan haul di Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Aswaja, Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (23/12/2017).

Emil mengaku, selain memenuhi undangan dari Ponpes pimpinan KH Irsyadur Ibad, juga sekaligus melakukan pengenalan dirinya untuk maju sebagai Cawagub Jatim 2018 mendatang.

“Saya ke sini memang memenuhi undangan dari pondok, dan juga menjalin silaturahim. Namanya juga silaturahim, tentu saja masyarakat ingin tahu dan mengenal calon pemimpinnya,” ujar Emil.

Emil merasa sudah saatnya ia dan Khofifah untuk turun langsung memperkenalkan diri kepada masyarakat, lantaran waktu pemilihan Cagub dan Cawagub Jatim juga semakin dekat.

“Saya rasa ini momen-momen yang baik dalam memperkenalkan diri. Saya rasa Bu Khofifah pun sudah mengenalkan dan berbicara sangat baik dengan para pimpinan partai yang berpotensi untuk kita berjuang bersama dalam satu barisan,” tutur Emil.

KH Irsyadul Ibad menegaskan, bahwa ia mengaku bersyukur dengan kehadiran Khofifah dan Emil Dardak serta Arumi Bachsin ke Ponpesnya. Karena hal itu dianggapkan suatu kehormatan. Bahkan Gus Ibad begitu sapaan akrabnya mengatakan, siap untuk mendukung pencalonan keduanya pada Pilgub Jatim 2018.

“Saya dan Bu Khofifah adalah teman lama, saat menjadi aktivis PMII. Kebetulan waktu itu saya jadi Ketua PMII di Bojonegoro. Karena, itu saya sangat mendukung beliau untuk maju menjadi Gubenur. Meskipun saat ini saya menjabat Wakil Ketua DPC PKB Gresik, namun saya akan all out mendukung beliau. Bukan karena partai pengusungnya, namun semata-mata sebagai teman lama,” terangnya.

Sebelum menghadiri undangan haul di Ponpes Bumi Aswaja, Emil juga menyempatkan diri untuk meresmikan posko pemenangan pasangan Khofifah-Emil di DPC Partai Demokrat Gresik, sehingga Emil terlambat dan tidak sempat bertemu dengan Khofifah yang hadir lebih awal.

“Ini baru pertama kalinya saya datang di Gresik, tapi melihat antusias masyarakat yang hadir saya cukup senang. Lebih-lebih banyak yang sempat foto bareng, baik dengan saya maupun Mbak Arumi,” kata dia.

Emil secara bergantian bersama Arumi Bachsin menghadiri peresmian posko kemenangan di Kantor DPC Demokrat Kabupaten Gresik, di Komplek Perumahan Grand Garden Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas.

Kader Demokrat di Kabupaten Gresik menyatakan kompak dan siap memenangkan pasangan Khofifah dan Emil Dardak. Disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Edy Santoso, seluruh kader Demokrat di Gresik wajib untuk menenangkan Khofifah – Emil. Pihaknya tidak mau mendengar mesin politik di Gresik ini melempem, harus berjalan dan harus berjalan untuk melanjutkan perjuangan Pakde Karwo.

Emil sendiri juga memastikan bahwa pasangan Khofifah dengan Emil dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang tetap terus berjalan. “Saya tanya ke beliau-beliau para kiai, bagaimana tentang saya, saya diberi amanah untuk langsung. Semalam, Ibu Khofifah juga menyampaikan sudah clear. Niatan kita ini tidak mengejar jabatan, tapi atas panggilan amanah masyarakat dan Ibu Khofifah bisa menjadi gubernur yang baik di Jatim,” kata Bupati Trenggalek itu.

Emil menegaskan, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Golkar. Dan, dukungan dari Partai Golkar hingga sekarang masih solid. Sementara ini yang justru diminta adalah segala perkembangan yang positif harus dilanjutkan. Termasuk komunikasi hingga ke akar rumput.

Hal itu ditunjukkan Emil saat menghadiri pelantikan Kosgoro 1957 di Madiun. Dukungan dari partai pengusung (Golkar) telah dapat dipastikan tidak ada perubahan nama pasangan yang akan diberangkatkan nantinya. “Saya jalan bareng dengan Kosgoro 1957 di Madiun. Warganya banyak yang berkumpul dan antusias,” ucap Emil.

Soal evaluasi, Golkar sudah memberikan pernyataan langsung dari DPP. Dan pernyataan itu jika ada usulan tambahan, tetapi ternyata tidak ada tambahan. “Saya ini baru dapat link beritanya, jadi dari DPP itu sudah ngasih pernyataan tidak ada evaluasi. Saya juga sudah terima pernyataan dari ketua DPD Golkar Pak Nyono tetap fix Khofifah – Emil,” tegasnya.

Untuk sosialisasi pemenangan, yang melakukan bukan hanya Partai Demokrat. Tetapi sudah banyak partai lain yang telah berkomunikasi dan sosialisasi kepada kadernya termasuk Golkar dan Hanura. “Demokrat getol. Golkar juga getol, Hanura juga iya,” urai Emil.

Kesolidan Partai Golkar mendukung pasangan Khofifah-Emil juga terlihat dari acara Pelantikan Pengurus DPD Gerakan Perempuan (GePe) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur dan “Seminar Nasional Peran Ibu untuk Generasi Alpha” yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (22/12/2017). Dalam acara tersebut Khofifah hadir dengan didampingi Emil beserta Arumi.

Saat itu Ketua MKGR Roem Kono mengatakan, Golkar mengusung pasangan Khofifah-Emil karena ada kesamaan visi dan misi. “MKGR merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan Partai Golkar. Melihat visi dan misi pasangan ini, kami sangat optimisis mendukung keduanya,” tegasnya kepada Nusantara.News.

Roem mengklaim, jumlah anggota kader MKGR mencapai tujuh juta orang tersebar di semua provinsi, dan 10 ribu anggota tersebut di Jawa Timur. Karena itu dia meminta segenap anggota MKGR di Jatim dan kader Partai Golkar solid mendukung Khofifah-Emil.

“Selama ini MKGR sudah mendukung Jokowi. Karena itu kader MKGR dan Golkar juga wajib mendukung perjuangan Khofifah-Emil. Saya sangat paham dengan visi dan misi pasangan ini. Mereka ingin meningkatkan martabat rakyat kecil dan mempercepat pertumbuhan rakyat. Dalam menjalankan tugasnya selama di pemerintahan, pasangan Khofifah dan Emil sangat tulus dan ikhlas. Jadi kita tahu banyak apa yang hendak diperbuat mereka untuk rakyat Jatim,” tutupnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here