Faktor Trump dan Brexit, Ekonomi Eropa Tahun Ini Diperkirakan Melambat

0
104
Koin Pound Sterling terpajang di depan bendera Uni Eropa. (Ilustrasi Foto: Reuters)

Nusantara.news, Brussels – Uni Eropa melihat adanya risiko ekonomi di zona Eropa karena faktor Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Brexit. Pertumbuhan ekonomi Inggris diperkirakan bakal menurun tajam.

Komisi Eropa pada Senin (13/2) mengatakan bahwa ketidakpastian kebijakan AS di bawah Presiden Trump, Brexit serta pemilu di Jerman dan Perancis akan membawa risiko pada pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa tahun ini.

Menurut Pierre Moscovici, Komisioner Eropa untuk Ekonomi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi zona euro bakal melambat di tahun 2017 ini, sebelum nanti bangkit kembali (rebound) pada tahun 2018. Tampak penurunan yang tajam baik di kawasan Eropa maupun Inggris yang telah menyatakan keluar dari UE.

Menurut Komisi Eropa, pertumbuhan di 19 negara zona euro bakal melambat menjadi 1,6 persen di tahun ini dari 1,7 persen pada tahun 2016, tetapi bakal naik kembali pada tahun 2018, ketika produk domestik bruto (PDB) blok Uni Eropa diperkirakan meningkat sebesar 1,8 persen.

Pertumbuhan PDB Jerman, negara dengan ekonomi terkemuka di blok Uni Eropa saat ini, diperkirakan melambat menjadi 1,6 persen tahun ini dari 1,9 persen pada tahun 2016. Pertumbuhan naik dari 1,2 persen menjadi 1,4 persen justru terjadi di Perancis, sementara Italia diperkirakan tetap stabil di angka 0,9 persen.

Meski terjadi perlambatan ekonomi dibanding tahun lalu, namun PDB zona euro diperkirakan tumbuh 1,5 persen tahun ini dan 1,7 persen pada tahun 2018.

Trump dan Brexit

Niat Presiden AS Donald Trump melakukan perubahan di bidang kebijakan kunci yang masih harus dikonfirmasi, dipandang menjadi penyebab pertama ketidakpastian ekonomi di blok Uni Eropa.

“Dalam waktu dekat, kemungkinan paket stimulus fiskal AS bisa memberikan dorongan kuat untuk GDP global dari yang diharapkan saat ini,” kata Pierre Moscovici, komisaris ekonomi Komisi Eropa dalam jumpa pers Brussels, Senin (13/2).

Namun demikian, “Dalam jangka menengah bergesernya posisi AS terkait kebijakan perdagangan dapat ‘merusak’ perdagangan internasional,” lanjutnya.

“Komisi juga menunggu klarifikasi dari pemerintahan Trump terkait peraturan perbankan, pajak, dan kerja sama fiskal,” terang Moscovici.

Tahun ini Uni Eropa juga bakal menghadapi risiko politik lain yang disebabkan oleh negosiasi Brexit dengan Inggris yang kemungkinan akan dimulai pada bulan Maret, dan pemilu di beberapa negara Uni Eropa tahun ini, termasuk Jerman dan Perancis.

Inggris tentu saja akan membayar biaya yang lebih tinggi terkait ketidakpastian politik seputar pembicaraan Brexit. Pertumbuhan PDB Inggris diperkirakan menurun dari 2,0 persen pada 2016 menjadi 1,5 persen tahun ini, dan akan menjadi lebih lambat 1,2 persen tahun depan.

Investasi bisnis di Inggris juga kemungkin akan terpengaruh oleh ketidakpastian, sementara pertumbuhan konsumsi swasta diproyeksikan melemah karena terjadi penurunan pendapatan riil.

Tingkat pengangguran di Inggris juga bakal naik sedikit menjadi 5,6 persen pada 2018 dari 4,9 persen tahun 2016 lalu, dan inflasi akan meningkat tajam menjadi 2,5 persen tahun ini dan 2,6 persen pada tahun 2018.

Namun begitu, prakiraan suramnya ekonomi Inggris pasca-Brexit tidak seburuk perkiraan  sebelumnya pada November 2016, Inggris diramalkan hanya akan tumbuh 1,9 persen tahun lalu dan hanya 1,0 persen tahun ini.

Bursa Saham Asia Menguat

Sementara itu, pasca-pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang berlangsung hangat dan positif, bursa saham Asia menguat pada Senin (13/2). Penguatan tersebut menyusul penguatan saham-saham Wall Street ke rekor tertinggi.

Presiden Trump membantu meyakinkan investor dengan menegaskan dukungannya terhadap kebijakan “satu Cina”. Dan menarik tuduhannya terhadap Beijing dan Tokyo terkait manipulasi mata uang mereka.

Trump bertemu dengan PM Jepang Shinzo Abe dalam sebuah pertemuan akrab dibalut olahraga golf di kediaman Trump Mar-a-Lago, Florida. Kedua pemimpin mengumumkan kemungkinan kesepakatan perdagangan bilateral antar kedua negara. [ ]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here