Farouk Harus Buka Siapa ‘Invisible Hand’ di Balik Kisruh DPD

0
117
Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad.

Nusantara.news, Jakarta – Perebutan kursi pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berbuntut munculnya dualisme kepemimpinan. Satu pihak kubu GKR Hemas dan Farouk Muhammad mengklaim masih sebagai pimpinan DPD. Sementara di kubu lain ada Oesman Sapta Odang (OSO) Cs yang juga bersikeras sebagai pimpinan yang sah karena menganggap telah dipilih melalui mekanisme yang benar.

Namun, belakangan muncul kabar adanya invisible hand  di balik kisruh di tubuh lembaga yang dibentuk untuk menyalurkan aspirasi masyarakat daerah itu. Ihwal invisible hand itu pertama kali dilontarkan langsung oleh Farouk. Dia mensinyalir ada pihak lain berkepentingan yang ikut bermain menciptakan kisruh untuk menggolkan OSO sebagai Ketua DPD.

“Ada invinsible hand di balik semua ini, sehingga ada keputusan hukum dari MA,” ungkap Farouk di sebuah acara di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (5/4).

Meskipun tak menyebut langsung siapa pihak yang bermain itu, namun Farouk mengatakan permainannya dapat terlihat dari putusan uji materi yang dikeluarkan Mahkamah Agung di mana terdapat banyak kesalahan.

“Ada kata-kata yang diselipkan dalam amar putusan itu. Bagaimana mungkin bisa terjadi di sebuah lembaga negara paling tinggi di bidang peradilan bisa ada salah ketik. Ada apa ini?” tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan putusan uji materi Tata Tertib DPD Nomor 1 Tahun 2016 yang mengatur masa jabatan Pimpinan DPD menjadi 2,5 tahun tertanggal 30 Maret lalu, MA membatalkan Tata Tertib DPD yang memotong masa jabatan pimpinan ke 2,5 tahun dan kembali ke masa jabatan lima tahun.

Anehnya, dalam putusan MA itu ditemukan banyak kesalahan pengetikan. Di antaranya DPD RI menjadi DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dan Tata Tertib DPD Nomor 1 Tahun 2016 dan 2017 menjadi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 dan 2017.

Ironisnya, MA yang membatalkan Tatib tentang masa jabatan pimpinan DPD 2,5 tahun justru melantik OSO dan dua wakilnya untuk masa jabatan 2,5 tahun.

Kabar tentang invisible hand pun makin menguat. Bahkan, ditengarai kisruh di DPD merupakan bagian dari grand design dari kelompok tertentu untuk merebut semua posisi politik yang dianggap strategis di negeri ini.

Target akhir dari skenario yang dimotori kepentingan asing itu adalah menguasai semua lini, mulai dari sektor ekonomi, sosial, budaya hingga politik. Bahkan, kelompok ini tengah mempersiapkan orangnya untuk merebut RI 1.

Sebab, mustahil MA sebagai lembaga tinggi negara mau mengambil resiko melantik pimpinan DPD yang baru tanpa ada ‘tekanan’ dari kekuatan besar. MA tentu sadar sikap yang terbaik adalah menahan diri agar tak terjebak dalam wilayah politik. Nyatanya, Ketua MA, Hatta Ali yang sedang umrah harus mengutus Wakil Ketua MA, Suwardi untuk datang ke Senayan dan memandu pelantikan OSO Cs sebagai pimpinan DPD yang baru.

Namun, sejak awal OSO yang juga Ketua Umum DPP Partau Hanura telah menegaskan, bahwa posisinya sebagai Ketua DPD yang baru semata-mata untuk kepentingan bangsa dan Negara ini.

“Saya berharap semua pihak dapat memahami apa arti senator yang ditugaskan di pusat ini adalah untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan daerah dan bangsa ini secara keseluruhan,” kata wakil ketua MPR RI itu.

Pengamat politik Ray Rangkuti pun tidak menampik adanya invisible hand di balik ini semua. “Kalau soal kepentingan itu pasti ada. Mulai dari kepentingan dari kiri, kanan, atas, bawah itu pasti ada,” ujarnya saat dihubungi Nusantara.news, Kamis (6/4).

Saat ditanya, siapakah invisible hand itu? Ray justru meminta agar Farouk yang harus menjawab itu semua. Karena itu, Ray meminta Farouk untuk membuka secara gamblang siapa orang atau pihak yang bermain di belakang semua ini. “Buka dong siapa invisible hand itu. Tunjuk hidung aja biar publik nggak tebak-tebakan,” katanya.

Selain itu, Ray juga mendukung upaya hukum yang akan ditempuh Farouk Cs untuk menegakkan keadilan. “Lebih baik lagi kalau Pak Farouk menempuh jalur hukum. Saya mendukung langkah hukum yang akan diambil,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here