Fenomena Kerudung Kuning, Sinyal Golkar Dukung Khofifah?

0
815

Nusantara.news, Surabaya – Fenomena kerudung warna kuning yang sering dikenakan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan ke Jawa Timur, baik dalam acara acara resmi maupun tidak resmi, semakin menunjukkan sinyal politik.

Seperti diketahui bahwa warna kuning adalah warna kebesaran partai Golkar. Apakah ini jadi pertanda bahwa Partai Golkar akan menjadi partai pendukung utama Khofifah maju di kontes Pilgub Jatim 2018? Apa kata pengamat politik Jatim terhadap fenomena ini?

Ada yang menarik jika diamati dari kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur saat ia bertemu dengan Gubernur Soekarwo di Gedung Grahadi, Kamis siang (2/3/2017). Dalam pertemuannya itu, Khofifah mengenakan kerudung kuning, warna kebesaran Partai Golkar.

Meski belum ada pernyataan resmi maju di Pilgub Jatim 2018 mendatang, tapi sinyal Khofifah bakal ikut bertarung merebut kursi Gubernur Jatim semakin kuat. Itu juga bisa dilihat dari dukungan yang mengalir oleh beberapa politisi senior lintas partai di beberapa daerah maupun pusat terhadap Khofifah.

Bahkan dukungan itu dihimpun melalui grup WhatsApp (WA) yang diberi nama Komunitas Pendukung Khofifah (KPK).  Dalam group WA tersebut terpampang ikon grup bergambar foto Khofifah tersenyum dan berpakaian serba warna kuning. Fenomena ini boleh jadi dibentuk sebagai strategi komunikasi jarak jauh sekaligus konsolidasi dukungan politik dalam rangka menuju Jatim 1.

Moch. chotib admin pemilik grup whatsApp KPK saat dikonfirmasi Nusantara.news  mengiyakan sinyalemen tersebut dan menyatakan rindu akan Khofifah untuk segera kembali ke Jatim lagi.

“Kami rindu akan kehadiran Ibu Khofifah. Grup ini kami buat sebagai bentuk dukungan kami kepada Khofifah jika maju di Pilgub Jatim, dan kami siaga 1 untuk bisa memenangkan pertarungan menuju Grahadi 1,” jelas Chotib yang juga merupakan tim sukses Khofifah saat mencalonkan Pilgub Jatim 2004 yang lalu, Kamis (2/3/2017).

Chotib menambahkan, saat ini sudah ada ratusan anggota di grup KPK dan siap memenangkan Khofifah jika maju di Pilgub Jatim. “Anggotanya bermacam-macam, ada yang dari kalangan pengusaha, politisi muda dan senior serta ada yang dari masyarakat bawah dan akademisi. Tak ketinggalan kaum muslimat semua siap mendukung Khofifah,” tambahnya.

Sinyal Partai Golkar bakal menjatuhkan dukungannya pada Khofiffah di Pilgub Jatim 2018 tampak begitu  kuat. Ha ini boleh jadi menjadi catatan politik nasional bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), seiring dengan dominasi Golkar pada Pilkada serentak yang barusan usai di mana partai berlambang pohon beringin ini mendominasi kemenangan dan menggungguli PDIP.

Hasil Pilkada serentak 2017, sebagaimana yang rangkuman KPU Pusat, menempatkan Golkar sebagai pesaing utama PDIP. Golkar untuk sementara unggul dengan memenangi 49 daerah, sementara PDIP berada diperingkat kedua dengan memenangi 44 daerah. Tentu kemenangan Golkar ini agak di luar dugaan, terutama di basis PDIP seperti di Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu adalah strategi Golkar yang memasang Jokowi di setiap bliho sebagai alat komunikasi politik. Golkar rupanya cukup pintar dengan memanfaatkan Jokowi. Selain memasang baliho bergambar Jokowi di setiap daerah pemilihan, partai ini juga menyatakan lebih awal tentang dukungannya kepada Jokowi untuk Pilpres 2019. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here