FMS: Tanggung Jawab Intelektual dalam Menjawab Ketimpangan Pembangunan  

0
251

Nusantara.news, Kota Malang – Intrans Institute, sebuah lembaga sosial nir-laba  di Kota Malang, menyelenggarakan diskusi Forum Masyarakat Sipil (FAMS). Forum ini menghimpun para akademisi dan aktivis dalam membahas berbagai isu strategis di tingkat lokal maupun di tingkat nasional.

Kegiatan ini berlangsung di Gazebo, Wisma Kalimetro, Jl. Joyosuko Metro. Kota Malang,  Senin (28/2/2017). Dalam forum diskusi ini hadir  beberapa akademisi NGO/LSM, Ormas, media massa dan elemen masyarakat sipil di Kota Malang.

“Kali ini kami ingin mengupas dan memantik tanggung jawab intelektual dalam pembangunan dan perjuangan masyarakat sipil” ujar In’amul Mushoffa, Dirktur Intrans Institute kepada Nusantara.news.

Ia menjelaskan, latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengkaji dampak pembangunan yang semakin parah, serta penindasan struktural maupun non-struktural di masyarakat. Selain itu, fokus diskusi juga diarahkan pada persoalan ketimpangn ekonomi, sosial, ekologis dan budaya yang kian hari semakin parah.

“Persoaan-persoalan tersebut sepertinya tidak direspon secara serius oleh perguruan tinggi. Di mana andil perguruan tinggi yang katanya agen intelektual?” tanyanya.

Menurut In’amul, dampak pembangunan membuat ketimpangan ekonomi dan tingginya angka kemiskinan. Hal ini harus direspon secara serius, terutama oleh PT, sebagai  bentuk tanggung jawab intelektual.

“Harus ada konsolidasi intelektual antar perguruan tinggi, guna menyatukan perjuangan dan perlawanan yang serius untuk mencegah agar ketimpangan dan ketidakadilan sosial tidak bertambah parah,” tegasnya

In’am berharap, FMS mampu menjadi pintu pembuka  dan menjadi wadah yang menghimpun akademisi dan masyrakat sipil untuk bergerak melakukan perubahan.

“Secara praktis, wadah ini dapat dilembagakan dalam bentuk apapun dan dapat melahirkan policy brief dalam rangka meningkatkan posisi tawar masyarakat sipil terhadap  para perumus kebijakan,” harap In’am. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here