Gagal Jadikan Emil Cagub Jatim, Gerindra Lirik Calon Lain

2
108
Partai Gerindra dan Kiprahnya di Pilgub Jatim 2018

Nusantara.news, Surabaya – Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, yang digelar Juni 2018 mendatang, terus menjadi berita menarik. Termasuk, setelah penetapan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistiyanto Dardak oleh DPP Partai Demokrat (PD) di rumah Ketua DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Selasa (21/11/2017).

Dalam prosesi itu, selain SBY juga hadir di acara itu Ketua DPD PD Jatim Soekarwo, Lily Wachid, Gus Sholah, Kiai Asep, serta tokoh lainnya. Kemudian disusul Partai Golkar juga mengarahkan dukungan kepada pasangan tersebut. Dukungan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham.

“Salah satu pertimbangan mendukung pasangan Khofifah-Emil adalah karena pertimbangan para kiai,” terang Idrus Marham di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Partai Golkar dukung pasangan Khofifah-Emil

Idrus menyebut, keputusan Golkar mendukung Khofifah-Emil bukan diambil dalam waktu singkat, namun sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan lebih dari 200 kiai. Peristiwa bersejarah itu pun menjadi pemberitakan di tanah air.

“Ini cukup panjang pertemuan dengan 90-150 kiai sampai 250 para alim ulama. Itulah pertimbangan Partai Golkar mendukung pasangan ini,” kata Idrus.

Ditandai Surat Rekomendasi diserahkan langsung oleh Idrus Marham kepada Khofifah-Emil di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

“Dengan ucapan bismillah atas nama DPP Golkar menyerahkan surat keputusan ini kepada pasangan calon Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur dan Emil Elistianto Dardak sebagai calon wakil gubernur,” kata Idrus.

Partai Demokrat dukung pasangan Khofifah-Emil

Sementara, terkait penetapan pasangan itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hendro Tri Subiantoro, mengatakan kalau Partai Gerindra sebelumnya telah menawarkan posisi terbaik kepada Emil untuk menjadi cawagub di Poros Emas.

Baca Juga: Kiai Asep Bekali Doa Relawan Khofifah

“Gerindra telah menawarkan tempat terhormat kepada Emil untuk menjadi bakal calon gubernur dari Poros Emas, untuk memberi alternatif pilihan yang lebih variatif dan kompetitif kepada rakyat Jatim. Jika pada akhirnya Emil lebih memilih sebagai Cawagub dan bukan Cagub itu adalah sikap dan pilihan politiknya setelah di antara kami tidak ada kecocokan visi dan misi untuk bersama-sama membangun Jatim,” terang Hendro Tri Subiantoro.

Hendro mengaku Partai Gerindra tidak menyesal dengan pilihan politik Emil sebab setidaknya Gerindra telah memberikan tawaran dukungan kepada Emil untuk posisi cagub.

Rumuskan Langkah Besar, Lahirkan Pemimpin Visioner

Selanjutnya, gagal menggaet Emil partai besutan Prabowo Subianto itu mengaku akan segera merumuskan langkah yang lebih besar dan strategis untuk berkiprah di Pilgub Jatim. Masih menurut Hendro, yang dilakukan partainya merupakan langkah besar untuk menjadikan Jatim menjadi lebih baik, juga kepada seluruh rakyatnya.

“Karena setelah ini justru Gerindra yang akan menjadi penentu kemenangan,” tegasnya.

Gerindra, masih kata Hendro bertekad akan selalu berusaha melahirkan pemimpin visioner, punya peran vital, yang punya keberanian untuk mandiri dari tekanan politik dan beban permusuhan politik masa lalu,” tegasnya.

Tidak adanya kesepakatan antara Emil dan Gerindra, tidak akan mempengaruhi komitmen partai berlambang Garuda itu untuk melakukan pendidikan politik kepada rakyat. Termasuk tentang bagaimana caranya menjadi pemenang yang sesungguhnya.

“Gerindra akan segera merumuskan langkah yang lebih besar dan strategis terkait Pilgub Jatim, karena setelah ini justru Gerindra yang akan menjadi penentukan kemenangan,” tegasnya.

Pasangkan Khofifah-Emil Dinilai Langkah Tepat

Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak

Sementara, Direktur Lembaga Survei Regional (Lesure) M Mufti Mubarok menilai langkah Partai Demokrat memasangkan Khofifah-Emil untuk maju di Pilgub Jatim 2018 adalah langkah tepat.

“Sejak awal Emil memang fenomenal. Hasil survei Lesure, popularitas dan elektabitas Emil setara dengan Azwar Anas,” terang Mufti kepada Nusantara.news, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, Emil adalah cermin wilayah kultur Mataraman, dengan basis utama Partai Demokrat. Selain masih berusia muda yakni 33 tahun, ditopang isterinya yang sebagai artis akan menjadi mesin pendulang suara yang handal. Karena, fenomena calon dari artis terbukti banyak menuai keberhasilan.

“Di Pilgub Jatim ini perlu tokoh populis dan punya basis nasionalis yang direpresentasikan oleh kekuatan Mataranam,” terang Mufti, sambil menyebut basis kekuatan Demokrat ada di Dapil VII, yakni Kabupaten Pacitan, Ngawi, Trenggalek dan Mangetan.

Baca Juga: Pilgub Jatim, Perang Paregreg dan Ancaman Kekuatan Asing

Potensi kekuatan lainnya, nama besar Soekarwo sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim, yang telah terbukti sukses memimpin Jatim. Mufti menyebut, siapa pun yang didukung Pakde Karwo sangat terbuka peluang untuk menang di Pilgub Jatim. “Tidak diragukan, pengaruh Pakde Karwo dua kali menjadi gubernur Jatim masih sangat kuat,” katanya optimistis.

Kedekatan Emil dengan SBY yang asli Pacitan dan Pakde Karwo dari Madiun akan menambah daya dongkrak untuk meraup banyak dukungan di kultur wilayah masing-masing tokoh tersebut. Ditambah, Khofifah yang asli Surabaya dan juga kuat di basis Tapal Kuda, tinggal meramu untuk menyeimbangkan kekuatan Mataraman.

“Head to head antara Gus Ipul-Anas versus Khofifah-Emil adalah pertarungan yang sepadan. Siapa pun yang unggul selisihnya tipis sekali,” terangnya.

Menakar Munculnya Peluang Poros Emas

Lantas bagaimana dengan Poros Emas? Mufti menilai masih terbuka peluang tersebut. Namun Gerindra, PAN dan PKS harus menghitung kesempatan dan peluangnya. Karena, apa pun nanti namanya akan sulit melawan dua kekuatan yang sudah ada.

“Siapapun yang akan diusung Poros Emas akan kesulitan menghadapi kedua calon yang sudah ada (Gus Ipul-Anas dan Khofifah Emil),” tegasnya.

Baca Juga: Ikrar Dukung Khofifah, PPKN Komitmen Selamatkan NU dari Penyelewengan

Digambarkan, kalau di Pilkada DKI Jakarta, boleh Poros Emas unggul dengan mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tahun 2017. Namun, lelaki itu meyakini sukses di DKI Jakarta tidak akan terulang di Pilkada Jatim.

Dia kembali menegaskan, poros baru memang masih memiliki peluang sebagai kuda hitam dengan calon alternatifnya di Pilgub Jatim. Namun, perlu dipahami ketiga poros memiliki kekuatan yang tidak bisa diabaikan. Dan, tampaknya Poros Emas akan mengusung bakal calon lain yang muncul, yakni pasangan La Nyalla-Masfuk.[]

2 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here