Jelang Pilihan Gubernur Jatim 2018

Galau, Gus Ipul Belum Dapat Sinyal Dukungan Parpol

0
277

Nusantara.news, Surabaya – Galau. Boleh jadi itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Saifullah Yusuf saat ini. Betapa tidak, figur seorang  Gus Ipul, salah satu opinion leader  dalam kontestasi menjelang pemilihan gubernur Jawa Timur tahun depan, sampai detik ini belum mendapat respon positif dari partai-partai politik untuk memunculkan namanya sebagai Bakal Calon Bakal Gubernur (Bacagub).

Padahal kalau dilihat rekam jejaknya, Gus Ipul jelas bukan tokoh sembarangan untuk ukuran Jawa Timur. Dia dua periode menjabat sebagai Wakil Gubernur  menemani Soekarwo. Mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2007) ini juga salah satu Ketua PBNU. Pernah pula menjadi  Ketua Umum  GP Ansor, anggota DPR RI, Sekjen PKB 2002, dan Ketua Pengurus Pusat IPNU 1990-1995. Dengan track record demikian, toh Gus Ipul malah kesulitan untuk mendapat rekomendasi dari partai politik untuk maju Pilgub Jatim.

Padahal,  di atas kertas, pria kelahiran Pasuruan ini,  tentu mempunyai basis suara yang kuat untuk membuatnya percaya diri bersaing di Pilgub nanti. Apalagi, posisinya sebagai wagub petahana tentu  modal yang sangat berharga. Tapi nilai tawar Gus Ipul masih kalah ketimbang kompetitor politiknya Khofifah Indar Parawansa yang disinyalir kuat maju Pilgub Jatim 2018. Apa yang salah dengan Gus Ipul?

Pengamat politik dari akademisi Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof. Mohammad Bisri saat dikonfirmasi menyebutkan,  kans Gus Ipul untuk bisa menjabat Jatim 1 sangat besar sekali. Namun, butuh  dukungan besar pula dan harus bisa bersaing dengan Khofifah yang lebih awal bertarung melawan KarSa (Soekarwo-Saifullah) dalam dua pilgub terdahulu.

“Pertarungannya dengan Karsa (Soekarwo – Saifullah Yusuf) sejak Pilgub pertama hingga kedua menjadi modal besar bahwa Khofifah diinginkan oleh masyarakat Jawa Timur. Perolehannya kalah tipis ketimbang Karsa. Dengan demikian bisa dikatakan masyarakat Jatim masih rindu sekali akan kehadiran sosok Khofifah,” ungkapnya saat dikonfirmasi Nusantara.news di kantornya.

Seperti diketahui bahwa partai-partai besar di Jatim seperti masih enggan untuk memunculkan kader eksternal. Mereka  lebih condong untuk memunculkan kader internal.

Elit partai politik di JawaTimur  sudah memberikan sinyal positif kepada beberapa calonnya, tapi bukan Gus Ipul. Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim Aan Ainurrofiq saat dikonfirmasi mengenai siapa sosok yang lebih pas untuk dimunculkan Bacagub Jatim seiring dengan kedekatannya dengan Gus Ipul masih enggan berterus terang. Maklum, Gus Ipul dikenal sebagai sosok yang selama ini sangat dekat dengan semua partai politik Jatim termasuk Golkar sendiri.

“Kami selama ini berhubungan baik dengan Gus Ipul, bahkan beberapa agenda Golkar juga dihadiri beliau. Tapi, semua itu kan hanya sebagai silaturahmi politik saja, bukan untuk mendapatkan rekomendasi Golkar. Siapa yang bakal dicalonkan di Pilgub Jatim masih menunggu keputusan Ketua Umum DPP,” jelas Aan saat dikonfirmasi Nusantara.news, Jumat (17/3/).

Tak hanya menjajaki Golkar saja, Aan juga mengungkap bahwa Gus Ipul kerap dikaitkan dengan PDIP pimpinan Megawati Soekarno Putri, dengan memanfaatkan kedekatan PBNU dan Presiden Jokowi untuk mendapatkan dukungan politik. “Ada sih indikasinya ke sana. Namun, belakangan ini peluang untuk memunculkan kader eksternal sangat kecil kecil. Kebanyakan partai politik  saat ini ingin memunculkan kader internal sebagai tanggung jawab politiknya. Inilah saat yang tepat untuk regenerasi kader politik di Indonesia,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi soal kedekatan Gus Ipul dengan PKB, Aan juga tak membantahnya. Namun seperti yang diutarakan di atas bahwa partai-partai besar saat ini ingin memunculkan kadernya sendiri. Buktinya, PKB lebih condong untuk memunculkan nama Halim Iskandar sebagai Bacagub Jatim 2018.

“Kalau dikatakan galau, mungkin saat ini pantas dialamatkan ke Gus Ipul. Maklum, semua partai lebih condong memunculkan kadernya sendiri, sementara itu Gus Ipul sendiri sudah menyatakan tak akan maju Bacagub jika lewat jalur independen. Kita lihat saja nanti gimana,  lewat jalur mana Gus Ipul maju di Pilgub Jatim 2018,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here