Gamawan Mengaku Ditipu Anak Buah, KPK Punya Bukti

1
1798
Menteri Dalam Negeri KIB II Gamawan Fauzi yang disebut-sebut dalam jaksa tiga kali menerima kucuran dana dari proyek e-KTP

Nusantara.news, Jakarta – Menteri Dalam Negeri era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Gamawan Fauzi mengaku tidak pernah menerima sesenpun uang e-KTP, selain honor resmi Rp50 juta untuk sosialisasi.

Sebagai peraih penghargaan Bung Hatta Award ketika menjabat Bupati Solok, Gamawan mengaku berhati-hati dalam melaksanakan proyek yang lelangnya dimenangkan oleh Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Mengutip materi dakwaan, pemenang lelang telah diatur sejumlah politisi, pengusaha dan birokrat bawahan Gamawan Fauzi. “Kalau dakwaan itu benar, saya tertipu Irman,” bantah Gamawan.

Selain itu Gamawan juga menyebut ada pembicaraan di belakang yang tidak pernah dilaporkan kepadanya. Dua birokrat yang sudah berstatus terdakwa masing-masing, Irman selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri dan Sugiharto bawahannya.

Selain melibatkan Irman dan Sugiharto, dakwaan Jaksa Penuntut Umum juga menyebut nama Sekjen Kemendagri Diah Anggraini yang disebut-sebut banyak terlibat dalam perencanaan proyek.

Ada pun Gamawan Fauzi, dalam dakwaan JPU dsebut tiga kali menerima “jatah” proyek e-KTP. Pertama gelontoran dana sebesar Rp19,4 miliar melalui Afdal Noverman, adik seayah Gamawan Fauzi, pada Maret 2011. Tujuannya supaya Gamawan meneruskan proyek e-KTP yang semula hendak dibatalkannya.

Kedua, pada Juli 2011, melalui Azmin Aulia, adiknya yang lain, Gamawan disebut-sebut menerima aliran dana sebesar USD 2,5 juta atau senilai Rp24,2 miliar (kurs ketika itu). Dan terakhir kali lewat Bendara Umum Partai Demokrat ketika itu, Muhammad Nazaruddin, Gamawan menerima dana sosialisasi lima daerah Rp.50 juta dan Rp.500 juta untuk pembiayaan acara di Yogyakarta.

Secara kronologis Gamawan menyebutkan penunjukkan Irman selaku Dirjen Dukcapil atas rekomenasi Diah Anggraini, Sekjennya. Irman, lanjut Gamawan, juga selalu mewakilinya dalam rapat-rapat anggaran di Komisi II DPR.

Gamawan menyebut dirinya tak pernah bertemu Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Nazaruddin, dan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk membahas proyek e-KTP.

Kedua adik Gawaman, Afdal dan Azmin juga membantah tudingan menerima uang dan menyerahkannya ke Gamawan. Mereka juga kompak mengaku tak mengenal Andi Narogong dan Muhammad Nazaruddin. “ Saya tidak pernah bertemu mereka,” elak Afdal yang mengaku tahun 2011 belum pindah ke Jakarta. Bantahan serupa diucapkan Azmin.

Boleh-boleh saja Gamawan dan kedua adiknya membantah, tapi yang jelas, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengungkap, ketemunya nama-nama yang disebutkan dalam dakwaan, termasuk Gamawan dan dua adiknya, didapat dari sejumlah keterangan dan fakta yang ditemukan penyidik.

“Silakan membela diri di pengadilan,” timpal Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang sekaligus menandaskan pihaknya memiliki bukti-bukti yang kuat terkait peran mantan Menteri Dalam Negeri itu. []

1 KOMENTAR

  1. Kenapa ga bongkar dr dulu pak . . . Bapak ngaku ketipu tapi uang rakyat yg terkuras . . .
    Kirain ga bakal terungkap yak pa . . . Heeeehhhh . . .

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here