Gandeng Akademisi, Dewan Jatim Bentuk Tim Khusus Tolak Penutupan 9 PG

0
75

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggandeng akademisi untuk membentuk tim khusus mengevaluasi kinerja BUMN sebagai respon rencana menutup 9 pabrik gula di Jawa Timur.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Subianto saat dikonfirmasi menuturkan, hasil evaluasi tim nantinya akan diserahkan ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk segera diambil tindakan atau keputusan sebagai bentuk penolakan atas 9 pabrik gula.

“Kalau bisa akhir bulan Februari ini sudah diserahkan ke Gubernur Jawa Timur,” jelasnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (9/2/2017).

Politisi asal Partai Demokrat ini juga menyatakan, jika nantinya nekat melakukan penutupan, berarti keputusan itu dapat dianggao sebagai suatu ancaman bagi pergulaan nasional. Karena itu DPRD Jatim tak akan tinggal diam dan mendorong gubernur untuk menolak secara tegas penutupan pabrik gula tersebut..

“Saya tegaskan Jawa Timur menolak secara tegas penutupan tersebut. Jika pemerintah nekat, maka kami akan lewat DPR RI untuk menghadang rencana tersebut,” tandasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Noor Soetjipto, saat berkunjung ke Kantor Nusantara.news di Jalan Imam Bonjol, Surabaya beberapa waktu lalu, juga mengungkapkan penolakan penutupan 9 pabrik gula tersebut. Rencana penutupan 9 pabrik gula, menurutnya, tak hanya meresahkan,  tapi juga akan mengurangi produktifitas gula Jatim yang kini mencapai 120-140 ribu ton.

“Kami menolak keras kebijakan pemerintah lewat Kementerian BUMN dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) itu karena diyakini akan menyengsarakan rakyat kecil khusunya petani tebu dan buruh pabrik gula,” kata Noor Soetjipto.

Rencana kebijakan menutup 9 pabriuk gula itu, jelas jelas tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. “Ingat, negara dan pemerintah (BUMN) harus hadir ketika rakyat sedang membutuhkan, bukannya malah menghilang,” kata Soetjipto lagi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here