Gandeng Tentara, Prov Jatim Renovasi 1.825 Rumah Tidak Layak Huni

0
96
Bersama TNI, Jatim Renovasi Rumah Tak Layak Huni (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo resmi menutup Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan sanitasi komunal (MCK) Tahun 2017. Penutupan program pengabdian kepada masyarakat itu ditandai dengan digelar acara penutupan program RTLH berlangsung di Lapangan Upacara Gedung Balai Prajurit Lantamal V di Jalan Kalianak Timur, Kamis (30/11/2017).

Dalam catatan yang ada, Pemerintah Provinsi Jatim bersama TNI-AL, telah menuntaskan renovasi rumah sebanyak 1.825 unit rumah, dan telah dibangun 9 unit sanitasi komunal di khusus masyarakat pesisir, sepanjang tahun 2017.

Pakde Karwo -sapaan Gubernur Soekarwo- menjelaskan, bahwa program RTLH merupakan bentuk kepedulian antara pemerintah, TNI dan rakyat dalam mempercepat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuju kehidupan lebih layak.

“Program RTLH bagi masyarakat pesisir itu dimulai sejak tahun 2015 dengan merenovasi sebanyak 1.025 rumah dan 1.600 rumah di tahun 2016. Sedangkan RTLH Tahun 2017 sebanyak 1.825 rumah, yang terbagi dalam 4 satuan pelaksanaan antara lain Lanal Batuporon, Lanal Banyuwangi, Lanal Malang dan Dispotmar Lantamal V,” urai Pakde Karwo.

Baca Juga: Kerahkan Personil, Pemprov Jatim Normalisasi Infrastruktur Pacitan

Atasnama Pemerintah Provinsi Jatim, Pakde Karwo mengucapkan terimakasih kepada semua instansi militer yang ikut membantu dan terlibat dalam suskesnya acara tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberi hormat kepada TNI. Ini pekerjaan yang sangat terpuji dari tugas TNI militer non perang dengan mengabdikan diri sehingga mengharumkan nama TNI AL di mata masyarakat,” tambahnya.

Bersama TNI, Jatim Renovasi Rumah Tak Layak Huni (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Kegiatan itu, lanjut Pakde Karwo adalah salah satu contoh dalam konsep TNI yakni pembinaan teritori yang telah dilakukan sangat baik. Sesuai dengan kelahiran TNI dari rakyat untuk rakyat, dan suara rakyat yang menjadi dasar dari setiap kebijakan TNI hingga saat ini.

“Ini bentuk implementasi dan sinergi sangat baik antara pemerintah, TNI dengan rakyat sehingga rakyat bisa merasakan dampak positif dari kegiatan RTLH ini. Terutama bagi masyarakat pesisir,” imbuhnya.
Di hadapan seluruh peserta upacara, Pakde Karwo menegaskan, bahwa Pemprov dan DPRD Jatim bertekad untuk melanjutkan program RTLH dengan menyediakan anggaran pada Tahun 2018.

Sementara, anggaran untuk RTLH tersebut bertujuan untuk terus memberikan manfaat dari pemerintah kepada TNI sehingga kemanunggalan antara TNI dan rakyat bisa terus dilaksanakan.

Saat ini, terdapat 253.524 RTLH. Dari jumlah tersebut, yang telah dikerjakan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota baru 150.000 renovasi rumah, sementara yang dikerjakan oleh provinsi dan TNI mencapai 112.000 renovasi rumah. Jika dikerjakan sebanyak 20.000 renovasi rumah/tahun dalam dua tahun akan bisa terselesaikan.

Dan program RTLH Tahun 2018 akan dimasukkan di dalam P-APBD. Nantinya kegiatan tersebut secara berkelanjutan dilaksanakan oleh TNI AL maupun Kodam V Brawijaya. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian dari deteksi dini dari setiap permasalahan yang timbul di masyarakat.

RTLH Wujud Konkrit Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin

Pakde Karwo menjelaskan, bahwa program RTLH merupakan wujud kongkrit dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Bahkan, masyarakat sekitar pesisir diberi keterampilan cara berbudi daya secara produktif.

“Program ini sangat jelas membantu masyarakat miskin. Selain membangun RTLH dan MCK, masyarakat pesisir diberikan keterampilan dengan cara budidaya ikan serta kegiatan ekonomi produktif masyarakat pesisir seperti keramba dan restocking. Ini sangat terintegrasi dan saling memberi manfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jatim,” tutupnya.

Baca Juga: Diterjang Banjir, Listrik 80 Desa di Pacitan Padam

Pada upacara penutupan tersebut, Pakde Karwo didampingi Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, dan menyerahkan secara simbolik foto rumah kepada warga yang rumahnya direnovasi.

Menurutnya, kawasan pesisir masih dipandang rawan terhadap bencana seperti gelombang pasang dan abrasi, pencemaran limbah perairan hingga degradasi pantai sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Dengan program renovasi rumah warga pesisir, lanjutnya diharapkan dapat
membantu mempercepat dan memberikan kehidupan lebih layak, termasuk lebih produktif untuk peningkatan perekonomian.

Program yang sangat membawa manfaat kepada masyarakat itu hendaknya terus dipertahankan di tahun-tahun ke depannya dan dia berjanji bersama DPRD Jatim memperjuangkan sekaligus menambah anggaran terhadap program pelaksanaan renovasi RTLH.

Di kesempatan yang sama Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto juga menyampaikan melalui program RTLH sangat sejalan dengan program Lantamal V dalam upaya pembinaan nasional di bidang maritim.

“Yakni, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai komponen pendukung kekuatan pertahanan keamanan negara,” kata Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto.

Sementara itu, rumah yang menjadi sasaran program RTLH ini adalah rumah milik mayarakat dalam kategori rumah tangga miskin yang berpedoman pada enam indikator kemiskinan.

Warga penerima bantuan renovasi RTLH {Foto; Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Keenam indikatornya adalah lantai masih berupa tanah, dinding terbuat dari bilik bambu, tidak memiliki ventilasi udara, tanah milik pribadi yang tak bermasalah, tidak memiliki aset lain dan berpenghasilan tidak tetap.

Baca Juga: Skandal Korupsi Bank Jatim, Empat Pejabat Didakwa Pasal Berlapis

Target pelaksanaan RTLH tahun ini dikerjakan mulai awal hingga akhir tahun secara berkesinambungan yang dilakukan Dinas Potensi Maritim Lantamal V, meliputi wilayah desa pesisir Probolinggo, Pasuruan, Lamongan, Sidoarjo dan Tuban sebanyak 350 unit.

Kemudian, Pangkalan TNI AL (Lanal) Malang sebanyak 500 unit yang dilaksanakan di Kabupaten Malang, Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan Pacitan.

Berikutnya, Lanal Banyuwangi yang terdiri dari Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Jember sebanyak 650 unit, ditambah Lanal Batuporon terdiri dari Madura sebanyak 325 unit dari Bangkalan dan Sumenep.

Pembangunan dan renovasi RTLH bagi masyarakat pesisir ini telah memasuki tahun ketiga, rinciannya pada 2015 telah dibangun 1.600 rumah, pada 2016 sebanyak 1.025 rumah, dan pada 2017 ini sebanyak 1.825 rumah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here