Gawat, Korut Sudah Mulai Berani Mengancam China

0
464
Kim Jong-un dari para Jenderalnya sedang unjuk kekuatan dengan melakukan patroli laut pada November 2016 lalu yang dirilis oleh Korean Central News Agency (KCNA), sebuah kantor berita resmi miliknya

Nusantara.news, Jakarta – Kecil-kecil galak. Itulah karakter Pemerintah Korea Utara (Korut) yang keseluruhan wilayahnya tidak lebih luas dari Provinsi Banten. Setelah mengancam Jepang dengan semburan asap radiasi, belakangan dalam sepanjang sejarahnya berani mengancam China yang selama ini sudah seperti induk semangnya.

Bisa jadi, ancaman itu ibarat tikus yang terjepit di kolong lemari. Penyebabnya tak lain kecaman dunia yang terus mengalir menentang rencana uji coba nuklir Pyongyang yang ke-6 kalinya. Bahkan Beijing sudah ikut-ikutan memberi peringatan kepada Kim Jong-un agar menghentikan provokasi militernya yang sudah pasti mengundang Amerika Serikat pasang kuda-kuda di Semenanjung Korea dan Jepang.

Keberanian pemerintah Korut itu terungkap lewat kantor berita resminya, Korean Central News Agency (KCNA) yang menyebutkan komentar media milik pemerintah China yang meminta sanksi lebih keras atas program nuklir Pyongyang telah merusak hubungan persahabatan kedua negara pada Kamis (4/5) kemarin.

Dalam tanggapannya, KCNA menuliskan editorial sebagai tanggapan atas serangkaian ucapan yang dianggap tidak masuk akal dan ceroboh dari media China terhadap program-program nuklir negaranya. “Korea Utara tidak akan mempertaruhkan program nuklirnya demi menjaga hubungan Cina. Betapapun berharganya persahabatannya,” “tulis KCNA sebagaimana dikutip oleh Telegraph pada 4 Mei 2017.

Selain itu, KCNA juga mengumbar ancaman ke “ïnduk semangnya”, China mestinya tidak lagi mencoba untuk menguji batas kesabaran Korea Utara dan lebih baik merenungkan konsekuensi serius yang akan terjadi dengan tindakan sembrono yang dapat menghancurkan hubungan persahabatan antara dua negara.”

Kecaman keras itu baru pertama kalinya dalam sejarah dilakukan oleh media resmi Pyongyang yang secara terbuka mengkritik Beijing dengan Bahasa ancaman yang selama ini biasa ditujukan ke musuh utamanya Korea Selatan, AS dan Jepang.

Memang, selain mengecam ambisi Korea Utara yang akan terus mengembangkan program nuklirnya, pada Februari lalu China mengancam akan menghentikan impor batubara yang selama ini menjadi sumber pemasukan pemerintah Korea Utara. Sebab China merasakan, provokasi Korut akan mengundang keterlibatan AS lebih dalam lagi ke kawasan Pasifik dan Semananjung Korea.

Meluasnya kecaman Beijing terhadap Pyongyang dimulai pada Rabu (3/5) lalu saat jutaan warga China membagikan kecaman media milik pemerintahnya kepada Korut lewat media sosial Weibo yang memang banyak digunakan oleh warga China. Termasuk berita tentang Beijing yang akan menarik dukungan terhadap Pyongyang apabila uji coba nuklir tetap dilakukan.

Hubungan persahabatan antara China dan Korut terjalin sejak meletusnya Perang Korea 1950-1953. Kala itu, Mao Tse-Tung menyebutkan hubungan kedua negara sedekat bibir dan gigi. Namun dalam satu tahun terakhir tampak renggang. Bahkan Presiden China Xi Jinping secara resmi belum pernah bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un.

Namun sejauh ini pemerintah China belum mengkonfirmasi secara resmi dalam bentuk penjelasan maupun sanggahan. Tapi yang jelas, Semenanjung Korea akan ramai oleh ancaman “tikus” yang kejepit di kolong lemari dan perasaan ngeri-ngeri sedap dalam menghadapi ancaman itu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here