Geliat Industri Periklanan Ikut Memacu Percepatan Ekonomi Jawa Timur

0
114

Nusantara.news, Surabaya – Perkembangan ekonomi dunia yang menyasar pasar dalam negeri, turut memacu industri periklanan. Prediksi ini akan disambut Persatuan perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur ketika menggelar Konferensi Daerah (Konferda) XII 2017, Jumat (24/2/2017). Ketua P3I 2012-2016 Haries Purwoko menginginkan ada semangat baru agar industri periklanan ikut menyumbang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

“Industri jasa periklanan nanti harus lebih solid. Karena itu, tema konferda XII kali ini adalah Kobarkan Optimisme Baru” sangat cocok sebagai upaya untuk jasa periklanan di Jawa Timur kembali menggeliat,” katanya kepada Nusantara.News, Jumat (24/2/2017).

“Keberadaan industri periklanan sangat penting di percaturan ekonomi dunia. Apalagi kini banyak industri atau perusahaan asing yang menjadikan Jawa Timur pasar sebagai potensial,” tambahnya.

Karena itu, dalam agenda yang rencananya dibuka wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf tersebut, P3I bertekad menghidupkan kembali industri periklanan di Jatim yang dinilai sudah mengalami ‘mati suri’. Haries Purwoko yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Timur bidang industri kreatif sudah mengantongi beberapa agenda untuk misi ini.

Upaya yang dilakukan antara lain adalah beberapa perombakan dan perbaikan organisasi maupun SDM. Sedangkan untuk eksternal, dilakukan peningkatan kerjasama secara intens dengan pemerintah daerah terkait penataan tata kota dan tata letak iklan di berbagai titik ruas jalan.

“Terkait kinerja industri periklanan di tahun ini, saya optimistis kian bergeliat. Dengan stabilnya ekonomi Indonesia dan tingginya pertumbuhan industri dalam negeri, maka belanja iklan akan semakin besar. Kalau beberapa tahun yang lalu karena krisis akhirnya industri harus memangkas belanja iklan, maka sekarang sudah kembali normal. Belanja iklan industri akan semakin besar,” sebutnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Organisasi Dedy Suhajadi saat dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa periklanan Jawa Timur butuh sosok tepat untuk memajukan potensi belanja. “Khususnya di wilayah Jawa Timur agar bisa memicu pebisnis menjadi semakin maju untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian. Kita mulai dari dalam,” jelasnya.

Salah satu kelemahan industri dalam negeri bersaing dengan korporasi memang terletak pada minimnya belanja iklan. Tentunya dengan perlakuan proteksi khusus untuk pengusaha dalam negeri, P3I dituntut bisa meningkatkan daya saing. Syarat lainnya, tentu saja menjadikan bisnis periklanan sebagai salah satu daya tarik suatu daerah dengan penempatan titik iklan yang tidak mengganggu estetika tata ruang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here