Gelorakan Wisata Nusantara, Jatim Gelar “Majapahit Travel Fair”

0
94
Bromo, salah satu pesona wisata Jawa Timur.

Nusantara.news, Surabaya – Jawa Timur terus berusaha meningkatkan diri menjadi daerah tujuan wisata nasional dan internasional. Semangat itu dituangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan menggelar kembali event pariwisata bertaraf internasional.

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke 18. Dilaksanakan sebagai upaya mempromosikan potensi daya tarik wisata serta budaya Jawa timur, sekaligus menjual produk paket wisata, produk hotel, daya tarik wisata, produk airline dan UMKM guna mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan meningkatkan kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jarianto, Rabu (5/4).

Dan menjadi andalan di penyelenggaraan MTF 2017, adalah dengan mempromosikan ‘Soto Surabaya’ sebagai ikon makanan khas Jawa Timur yang diharapkan bisa mendunia. Serta guna mendongkrak minat wisatawan terhadap wisata berbasis petualangan (adventure), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur mendorong dan memberikan fasilitas kebutuhan tersebut melalui gelaran Majapahit Travel Fair 2017. Dengan mengambil tema “Adventure Tourism”. Melalui MTV 2017 diharapkan mampu mejingkatkan minat generasi muda untuk mengeksploitasi kekayaan alam Jawa Timur serta para penggemar wisata petualangan. Jarianto menambahkan, MTF 2017 akan dilaksanakan di Grand City Convex, Surabaya, pada tanggal 13-16 April 2017.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan utama MTF adalah Travel Exchange (Travex) dalam bentuk booth yang merupakan upaya dari pelaksanaan Travex untuk lebih memaksimalkan pertermuan bisnis antara buyer dan seller. Sedangkan kegiatan penunjang adalah pemeran dan bursa pariwisata, family trip, pertunjukan kesenian serta berbagai lomba. Untuk masuk ke lokasi pameran gratis, dimulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB,” jelasnya.

MTF 2017 digelar bekerjasama dengan DPD Asita Jawa Timur sebagai pelaksana, PT Debindo Mitra Tama sebagai pelaksana pameran dan bursa pariwisata serta didukung oleh PT Garuda Indonesia sebagai airline partner. Dukungan lain juga dari BPD Perhimpunan Hotel dan Restauran (PHRI) Jawa Timur, Casa Grande, BPPD Jawa Timur, HPI Jawa Timur, Hildiktipari dan ASPPI Jawa Timur.

Sementara, dalam MTF 2017 ini ditargetkan diikuti 130 buyer yang berasal dari 23 negara pasar Jawa Timur, yakni negara yang memiliki jalur penerbangan ke Jawa Timur. Dengan komposisi peserta buyer dibagi menjadi 80 persen merupakan buyer internasional dan 20 persen buyer domestik. Untuk industri, ditargetkan diikuti 90 pelaku industri pariwisata dari Jawa Timur, yakni 75 persen dan dari luar Jawa Timur 25 persen dari industri hotel. Pameran ini juga akan diisi seminar yang menghadirkan para profesional di industri pariwisata terkemuka Indonesia.

Dan guna memberikan kesempatan kepada kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya daerahnya, serta memberikan nuansa khas Jawa Timur, kepada buyer, Travex MTF tahun ini juga mengajak Kabupaten Sumenep untuk menjadi tema pada rangkaian pelaksanaan Travex. “Khususnya saat dilaksanakan acara jamuan makan malam bagi buyer dan seller. Kemudian pada saat pelaksanaan Travex dan family trip,” jelasnya.

Jumlah peserta Travex tahun ini rinciannya adalah, ada sebanyak 132 orang, terdiri buyer dari luar negeri sebanyak 90 orang, berasal dari 23 negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Cina, Hong Kong, Jepang, India, Sri Lanka, Pakistan, Australia, Belgia, Kanada, Republik Ceko, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Ukraina, serta Uni Emirat Arab. Dan, untuk buyer dalam negeri sebanyak 42 orang. Untuk seller terdiri dari 82 industri pariwisata, terdiri dari 75 industri pariwisata dari Jawa Timur dan 7 industri pariwisata dari Jakarta, Banten, Bali, Yogyakarta, NTT, dan NTB.

Dalam rangkaian MTF 2017 ini juga digelar berbagai jenis lomba dan hiburan, diantaranya lomba dekorasi dan jamuan makan malam, yakni pada 13 April 2017. Kemudian lomba busana daerah, talkshow serta promosi dari berbagai daerah peserta. Setiap tahun MTF sukses memfasilitasi ratusan peserta yang akan menggelar pameran bisnisnya dari dalam dan luar negeri, termasuk dari negara-negara di Asia dan beberapa wilayah di Eropa.

“Pameran ini melibatkan agen-agen perjalanan, hotel, promosi tempat wisata, dan lainnya. Semua akan berkumpul bersama,” terang panitia penyelenggara Arifuddin.

Seperti diketahui, industri pariwisata di Jawa Timur mulai berkembang. Beberapa daerah, seperti Banyuwangi, Malang, Batu dan Surabaya sudah banyak atraksi yang layak dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Disebutkan, Kementerian Pariwisata juga mendukung penuh MTF di Surabaya, karena dalam strategi marketing ada tiga hal yang perlu dijalankan, yakni branding, advertising dan selling.

“Di MTF 2017 yang mempertemukan antara sellers dan buyers ini adalah bagian dari selling, termasuk 10 destinasi prioritas yang dijadikan ‘Bali Baru’ untuk memenuhi target 15 juta wisman tahun ini,” jelasnya.

Guna mendukung promosi dan informasi di sejumlah tempat juga telah dipasang Billboard di arah pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, serta di Gerbang Tol Kamal, sisi Madura dan Surabaya. Kemudian, juga dipasang di pintu masuk Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, pintu masuk Tol Nusa Dua, Bali, di Gedung Negara Grahadi, di sekolah-sekolah Pariwisata, dan di semua SKPD di Jawa Timur. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here