Generasi Ken Dedes akan Ramaikan Pilkada Kota Malang

0
48
Generasi Ken Dedes (Sumber: Seruji)

Nusantara.news, Kota Malang – Siapa yang tidak mengenal sosok Ken Dedes di Kota Malang, Ken Dedes merupakan permaisuri dari Ken Arok pendiri Kerajaan Tumapel (Singosari). Ia kemudian dianggap sebagai leluhur raja-raja yang berkuasa di Jawa, nenek moyang wangsa Rajasa, trah yang berkuasa di Singosari dan Majapahit.

Tradisi lokal menyebutkan ia sebagai perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa, perwujudan kecantikan yang sempurna. Selain itu juga disebut sebagai Ibu dari para Raja-Raja di tanah jawa.

Akhir-akhir ini di Kota Malang ramai dibicarakan terkait sosok yang disebut-sebut ‘Generasi Kendedes’ yang akan meramaikan bursa Pilkada Kota Malang 2018 mendatang. Sejumlah banner, spanduk, baliho pun bermunculan di beberapa sudut sisi Kota Malang yang bertuliskan ‘Generasi Kendedes, untuk Kota Malang’.

Sosok generasi Ken Dedes tersebut merupakan Ya’qud Ananda Gudban (politikus Partai Hanura) dan Ashanty (artis) akan maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Malang periode lima tahun ke depan.

Spandunk Generasi Ken Dedes, Tersebar di beberapa titik dan sudut Kota Malang
(Sumber: M. Aminudin)

 

Jumlah kursi pengusung ‘Generasi Ken Dedes’ dalam hal ini yakni Ya’qud Ananda Gudban dan Ashanty di DPRD Kota Malang sebagai syarat pengajuan pasangan calon untuk ikut serta dalam Pilkada sudah mencukupi yakni 10 kursi. Yakni terdiri dari, PAN memiliki 4 kursi, Hanura 3 kursi, dan PKS 3 kursi.

Tiga partai koalisi tersebut membentuk poros ‘Harapan Sejahtera’ (Hanura, PAN dan Partai Keadilan Sejahtera) itu menjadi kekuatan tersendiri dan siap meruntuhkan dominasi petahana di Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Kemunculan dua ‘Generasi Ken Dedes’ tersebut secara tidak langsung mengubah peta politik Kota Malang menjelang Pilkada 2018. Seperti Yang terjadi di Pilkada Kabupaten Malang 2016. Calon petahana Rendra Kresna harus berjuang dan bekerja keras untuk memenangkan kontestasi Pilkada Kabupaten Malang 2016 lalu.

Kala itu, Rendra berhadapan dengan kekuatan pasangan duo srikandi, Dewanti Rumpoko dan Masrifah Hadi, bahkan mampu meraup suara 44 persen dari jumlah pemilih. Apakah duo srikandi Kota Malang ‘Generasi Ken Dedes’ mmpu meruntuhkan dominasi petahana M Anton?.

Dr Wahyudi, Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berpendapat pesona Ken Dedes sebetulnya lebih kuat di Malang dibandingkan dengan Ken Arok. Jadi, dalam konteks politik, calon perempuan akan semakin diperhitungkan di ajang Pilkada Kota Malang dan kesuksesan Dewanti Rumpoko di Kota Batu bisa menjadi titik awalnya di Pilkada Kota Batu 2017 lalu.

Figur serta pesonanya lebih kuat dibanding Ken Arok, dalam konteks politik ini bisa menjadi kekuatan dalam pilkada. Sosok perempuan dalam kancah politik juga kinerja di legislatif dan eksekutif saat ini tidak bisa dilihat sebelah mata.

Berdasarkan hasil penelitian, para anggota legislatif perempuan di DPR RI dan berbagai lembaga di daerah lebih banyak berperan dan menjadi penentu.

“Ada bukti kongkretnya jika politikus perempuan selalu tampil sebagai equalizer (penyeimbang) saat politikus laki-laki sedang berseteru, mereka selalu tampil untuk menyelesaikan masalah. Di tataran eksekutif, peran perempuan juga sangat baik,” jelas Wahyudi kepada Nusantara.news Senin, (9/10/2017).[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here