Geram, Soekarwo Kirim Foto Jalan Nasional Berlubang ke Menteri PUPR

0
232

Nusantara.news, Surabaya –  Klaim sepihak Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII bahwa 99,08% jalan nasional di Jawa Timur bebas lubang berbuntut panjang. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyesalkan klaim sepihak tersebut. Saking geramnya, Soekarwo  akan berkirim surat kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beserta foto kondisi terkini jalan nasional yang berlubang, untuk membuktikan bahwa apa yang diomongkan Kepala BBPJN VIII tersebut salah.

Pemerintah Provinsi lewat Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim melakukan pengecekan jalan nasional kondisi terkini. Ternyata hampir hampir di semua wilayah Pelaksana Jalan Nasional (PJN) masih ditemukan jalan nasional yang rusak dan penuh lubang.

“Prinsipnya, yang diklaim oleh Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana tidak realistis dengan kondisi saat ini. Sebab jika perbaikan atau sapu lubang sudah mencapai 99,08%,  jalan nasional di Jatim pasti sudah bagus. Tapi buktinya di lapangan banyak yang berlubang,” tegasnya.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini telah memerintahkan anak buahnya untuk memotret jalan lubang tersebut. Kemudian foto tersebut akan dikirim ke Menteri PUPR sebagai bukti masih belum beresnya perbaikan jalan nasional di Jatim.

“Saya sudah perintahkan Pak Gatot (Gatot Sulistyo Hadi, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, red) untuk memotret jalan yang rusak itu dan nanti akan saya kirim ke Pak Menteri PUPR untuk segera mempercepat lagi perbaikannya. Karena sebelumnya Dirjen PU Bina Marga telah memberikan target perbaikan Februari bisa selesai. Tapi buktinya hingga Maret ini masih banyak jalan nasional yang lubang,” geramnya.

Tak hanya itu, Pakde Karwo menyampaikan bahwa dalam isi surat tersebut antara lain meminta pemerintah untuk mengevaluasi kinerja Kepala BBPJN VIII. “Alasannya simple, 50 persen kesuksesan sebuah lembaga ditentukan pemimpinnya. Tidak hanya kepala BBPJN VIII, tapi seluruh personel yang ada di BBPJN VIII,” pungkasnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Gatot Sulistyo Hadi membenarkan atasannya. Dari pemantauannya,  hampir di semua wilayah Pelaksana Jalan Nasional (PJN) masih ditemukan jalan nasional yang rusak dan penuh lubang. “Tetapi memang ada pekerjaan sapu lubang yang masih dilakukan di lapangan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Mungkin saat ini sudah berkurang lubangnya,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, pengecekan lubang dilakukan mulai wilayah PJN Metropolitan I Surabaya, PJN Metropolitan II Surabaya, PJN Wilayah I Provinsi Jatim, PJN Wilayah II Provinsi Jatim dan PJN Wilayah III Provinsi Jatim.

“Untuk di wilayah PJN Metropolitan I Surabaya jalan nasional yang rusak berada di Jalan Raya Gresik km 07+500, km 03+700 dan km 05+300. Lalu km 00+900, km 04+100 dan km 08+200,” ujarnya.

Sementara di wilayah PJN Metropolitan II Surabaya yang rusak berada di km 64+450, km 48+100 dan km 48+150. Kemudian di Jalan Gemekan-Jampirogo Mojokerto Link 041 km 55+400, ruas Jalan Mojosari-perbatasan Kabupaten Pasuruan Link 092 km Gempol 15+725, ruas Jalan Jampirogo-Mlirip Link 042 km 51+900 dan ruas Jalan Jampirogo-Mlirip 042 km 52+800.

“PJN Metropolitan II Surabaya yang jalan nasionalnya paling banyak rusak ada di wilayah Mojokerto. Yakni di ruas Jalan Gajahmada Mojosari Link 091.11 km 0+600 dan km 1+150. Lalu di ruas Jalan Brawijaya Mojosari Link 092.11 km 19+160 dan km 19+180 serta di ruas Jalan Tuban-Babat-Lamongan-Gresik km 90+300,” jelas mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim ini.

Untuk di PJN Wilayah I Provinsi Jatim, data kerusakan jalan nasional perbatasan Kabupaten Pasuruan dan perbatasan Kota Malang jalan yang rusak berada di km 69+800 hingga 70+000. Lalu, km 69+600 dan km 69+950.

Sedangkan PJN Wilayah II Provinsi Jatim jalan nasional rusak parah di ruas Jalan Caruban sampai Ngawi antara km 160-168. Kemudian di ruas jalan Batas Kota Pacitan-batas Kabupaten Trenggalek Link 049 km 22+800 dan km 25+250.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here