Giliran Bupati Jombang Protes Rusaknya Jalan Nasional di Wilayahnya

0
145

Nusantara.news, Surabaya – Keseriusan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII untuk merawat dan perbaikan jalan nasional rusak di Provinsi Jawa Timur patut dipertanyakan. Klaim sepihak BBPJN bahwa 99,08% jalan bebas lubang telah dimentahkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Terbaru, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang wilayahnya juga terdampak kerusakan jalan berlubang menilai bahwa perbaikan jalan nasional yang rusak tergantung pada kewenangan pemerintah pusat.

Seperti diberitakan sebelumnya, jalan berlubang dan bergelombang di Jombang pada jalur nasional hampir merata dan mudah ditemui. Bahkan, sebutan ‘Joglongan Sewu’ juga muncul bagi pengguna sosial media.

“Sedangkan untuk jalan jalan penghubung antar desa dan kecamatan di Jombang menjadi kewenangan daerah. Kita harus tahu mana yang menjadi kewenangan dan siapa yang bertanggung jawab,” jelas Nyono kepada Wartawan.

Lebih jauh Nyono juga mengutarakan, kerusakan jalan nasional di wilayah Jombang seperti yang terjadi di sepanjang jalan Mojoagung sampai dengan jalan di Kecamatan Bandar Kedungmulyo menjadi tanggung pemerintah pusat.

“Pemerintah Daerah sudah mengambil langkah dengan memberikan informasi baik secara lisan maupun tertulis dengan berkirim surat terkait adanya kerusakan jalan nasional di wilayah Jombang yang harus segea diperbaiki demi kenyamanan berkendara,” tambahnya.

Pemkab Jombang juga tak mau tinggal diam untuk memperbaiki infrastruktur jalan di wilayahnya, 2017 Jombang menganggarkan pembangunan infrastruktur  berupa perbaikan jalan di Utara suangai Brantas.

“Sudah menjadi visi dan misi Pemkab Jombang untuk mewujudkan semua itu, termasuk pembangunan infrastruktur di kota santri ini demi kenyamanan dan kesejahteraan masnyarakat yang tinggal di sekitar Utara Brantas,” urainya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo bereaksi keras menanggapi klaim dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, terkait rilis kepada media pada 27 Februari 2017 bahwa 99,08% lubang jalan sudah ditambal.

Soekarwo  menyesalkan klaim BBPJN VIII karena kondisi di lapangan berbeda dengan yang diucapkan, kondisi jalan nasional di wilayah Jawa Timur saat ini banyak ditemukan lubang.

“BBPJN VIII jangan rilis seperti itu. Tolong cek lagi di lapangan masih banyak lubang. Ngawi sampai Caruban itu saya sampai dengkeken. Jalan nasional di Ngawi sampai Caruban hancur. Perbaikan Jalan Daendels di Desa Betoyo, Manyar Gresik saja juga belum selesai. Terus terang saya tidak suka cara kerja mereka seperti itu,” tegas Karwo.[]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here