GMNI Jawa Timur Kutuk Agresi Keji Israel

0
174

Nusantara.news, Surabaya – Maraknya perbincangan masyarakat dunia terkait serangan Israel terhadap warga Palestina yang sedang melakukan ibadah Salat Jumat membuat Koordinator Daerah (KORDA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur geram. Ketua KORDA GMNI Jawa Timur, Dendy menilai tindakan Zionis Israel tersebut sangat tidak manusiawi dan melukai hati umat muslim di seluruh dunia.

“Kejadian itu sangat tidak manusiawi, terus terang kita geram dengan kejadian yang tidak memanusiakan manusia itu,” ungkap Dendy di Sekretariat KORDA GMNI Jawa Timur di Surabaya, Jumat (28/7/2017).

Dia menyebut, konflik Israel dan Palestina yang tak kunjung usai itu menurut Dendy, juga akan membuat perpecahan antar golongan di berbagai penjuru dunia. Mengingat penyerangan umat Muslim di saat tengah melakukan ibadah adalah tindakan brutal dan keji.

“Konflik ini akan menyebabkan masyarakat penjuru dunia pecah. Karena menyerang salah satu golongan, otomatis semua umat Muslim akan bereaksi dan itu wajar karena membela saudara seiman,” imbuhnya.

Terkait itu, KORDA GMNI Jawa Timur juga mengeluarkan himbauan kepada seluruh kaum nasionalis, termasuk yang ada di Jawa Timur untuk menyuarakan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina. Serta mengutuk tindakan keji Israel yang tidak memanusiakan manusia.

“Saya menghimbau kepada seluruh kaum nasionalis untuk bersatu dan bersama- sama peduli untuk menyuarakan kemanusiaan di Palestina. Kami juga mengutuk keras tindakan Zionis Israel yang tidak manusiawi. Saatnya kita harus bersikap atas dasar kemanusiaan,” tegasnya.

Keji, Israel Membombardir Gaza dengan Bom Fosfor

Serangan brutal Israel yang dilakukan ke Palestina, termasuk menggasak umat Muslim yang tengah Salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa menuai kecamatan dunia. Lebih dua pekan Israel yang terus membombardir Jalur Gaza selain menghancurkan pemukiman warga, juga menyapu Rumah Sakit Asy Syifa, Gaza. Akibatnya, rumah sakit tidak mampu melayani korban yang terus berdatangan dengan berbagai luka serius.

Reaksi Palestina, semua kontak antara Palestina dan Israel dibekukan dan itu diumumkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui pidatonya disiarkan televisi, Jumat malam. Abbas mengancam seluruh kontak dengan Israel dibekukan sampai detektor logam yang dipasang di kompleks masjid suci umat Islam itu dilepas. Sebelumnya, tentara Israel juga dengan membabi buta melepaskan tembakan diarahkan ke warga demonstran di areal situs Al-Aqsa, tiga orang warga Palestina tewas.

”Saya menyatakan penghentian semua kontak dengan pihak Israel di semua tingkat sampai dia membatalkan tindakannya di Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan status quo,” kata Abbas, seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (22/7/2017).

Tindakan di ambil Abbas itu setelah warganya tewas oleh muntahan peluru polisi Israel, disertai gas air mata saat membubarkan demonstran Palestina.

Al Jazeera menyebut, tindakan Abbas merupakan langkah besar dengan mengakhiri kerja sama keamanan. Itu sesuai dengan yang telah diminta oleh sebagian besar masyarakat Palestina untuk mengakhiri keberingasan Israel.

“Ini adalah cara untuk mencoba meningkatkan tekanan pada Israel untuk menghapus detektor logam yang telah memicu demonstrasi,” tulis Al Jazeera.

Pemimpin muslim dunia juga mengecam tindakan Israel dan menuduh detektor logam yang dipasang merupakan bagian dari upaya Israel memperluas kontrol atas situs suci di Yerusalem. Namun, itu dibantah, tidak diakui oleh Israel.

Menyikapi kebrutalan Israel, PBB menyerukan de-eskalasi kekerasan dan ketegangan di Yerusalem. Farhan Haq, Juru Bicara PBB mengatakan kebebasan umat beragama di Yerusalem harus di hormati.

”Apa yang penting bagi semua orang di tempat-tempat suci, termasuk semua jamaah di tempat-tempat suci, merasa bahwa kebebasan beragama mereka dihormati,” kata Farhan. Farhan mengakui, masalah yang terjadi di tempat itu rumit. Namun pihaknya juga memahami pentingnya terciptanya keamanan. Di sisi lain yang juga penting bahwa status quo di lokasi itu tetap dipertahankan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here