GMNI Jawa Timur: Silakan Menyampaikan Aspirasi, Tapi Hormati Kepentingan Umum

0
69

Nusantara.news, Surabaya – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur, Dendi menegaskan, terkait Aksi Revolusi Damai 212 GMNI Jawa Timur bersikap mengikuti dan mematuhi hukum yang ada.

“Silahkan (elemen lain-red) menyampaikan pendapat dan aspirasinya, yang penting menghormati masyarakat yang lain dan tidak menggangu kepentingan umum,” ujar Ketua Koodinator Daerah GMNI Jawa Timur, Dendi kepada Nusantara.news, Senin (20/2/2017).

Terkait dengan tuntutan yang dilakukan dalam aksi 212 Dendi menambahkan, sikap GMNI Jawa Timur tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Kita (GMNI Jatim) berpesan, untuk tidak sampai terjadi pengadilan massa. Kita serahkan saja kepada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Juga selalu menghargai aparat penegak hukum yang tengah bertugas, dengan mengedepankan keadilan,” tambahnya.

Sebelumnya, di Jakarta telah dilakukan rapat sejumlah elemen Islam yang dipimpin oleh FPI alias FUI, bertempat di Masjid Baiturrahman, di Jalan Saharjo, Menteng Atas Setiabudi, Jakarta Selatan.

Rapat yang diikuti sekitar 250 orang tersebut terdiri dari FPI, Pesantren As-Syafi’iah, Parmusi, FPI-LPI, dan Jawara Betawi, dan juga dihadiri Ustadz. Maman yang juga Panglima Besar LPI, KH. M. Al-Khaththath Sekjend FUI, Ustadz. Usama dari Parmusi, Ustadz. Bernard, dan Zainudin Arsyad (Presiden ASEAN Muslim Students Association/ BEM PTS se-Indonesia). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here