GP Ansor Surabaya Tolak Rencana Aksi Penegakkan Khilafah

1
87
Pimpinan dan pengurus GP Ansor Kota Surabaya menerima Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal, di kantor NU Kota Surabaya, Sabtu (1/4/2017).

Nusantara.news, Surabaya – Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah badan otonom NU di Surabaya siap tolak rencana aksi damai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan dilaksanakan pada tanggal Minggu 2 April 2017 dan dipusatkan di frontage road Barat Jl. A. Yani, Surabaya dengan tema “Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Kebangkitan Umat”.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) GP Ansor Kota Surabaya M. Ikhwan menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Ansor beserta Banser se-Kota Surabaya menyatakan sikap tegas menolak seluruh kegiatan HTI tersebut. Dasarnya adalah bahwa HTI merupakan organisasi yang mengusung paham khilafah yang akan mengubah ideologi negara Pancasila dan UUD ‘45 dengan akibat terperpecahnya keutuhan bangsa dan NKRI.

Merespon rencana aksi HTI, GP Ansor Kota Surabaya mengeluarkan empat butir pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kota Surabaya dengan tegas menolak seluruh kegiatan HTI tersebut karena HTI adalah organisasi yang mengusung paham Khilafah yang akan mengubah ideologi negara Pancasila yang berakibat pada perpecahan keutuhan bangsa dan NKRI
  2. HTI tidak lagi berada di bumi NKRI, tidak hanya secara organisasi, akan tetapi juga ajaran, pola pikir dan pola tindaknya sebagai umat Islam maupun sebagai warga negara.
  3. Kita minta pengikut HTI untuk kembali kembali ajaran Islam ahlussunah waljamaah dalam bingkai NKRI
  4. Meminta dan mendesak kepada aparat yang berwenang untuk menjalankan tugasnya menjaga keamanan nasional dengan tidak membiarkan organisasi atau perseorangan menyebarkan ideologi yang mengarah pada gerakan anti NKRI.

“Apapun fatwanya, kami siap melaksanakan. Seluruh pasukan kami di lapangan telah siaga dan siap menunggu Perintah. HTI tidak lagi berada di bumi NKRI. Sebagai umat Islam maupun sebagai warga negara mereka sudah tidak mencerminkan Pancasila dan UUD’45,” tegasnya di kantor NU Kota Surabaya, Sabtu (1/4).

Sementara itu Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal mengimbau agar GP Ansor tidak melakukan aksi kontra terkait dengan rencana aksi damai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 April 2017 yang dipusatkan di frontage road Barat Jl. A. Yani.

“Saya berharap jika terjadi aksi itu, jangan melakukan kegiatan yang menyalahi norma hukum positif di negara ini. Saya paham betul intelektual Ansor, untuk itu saya mengimbau dan melakukan proses pencegahan,” ujarnya, di kantor NU Kota Surabaya, Sabtu (1/4/2017). []

1 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarkatuh
    Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman, demikian pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lantas masih ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

    “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka ingin berhukum kepada thaghut padahal mereka telah diperintahkan utk mengingkari thaghut itu. Dan syaitan ingin menyesatkan mereka dgn penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka ‘Marilah kamu tunduk kepada yang Allah turunkan dan kepada Rasul’ niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi dari kamu dengan sekuat-kuatnya…” (QS.An-Nisa’:60-61)

    “Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada [hukum] Allah bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al-Ma’idah: 50)

    Allah Subhanahuwata’ala berfirman yang artinya: “Mereka tuli, bisu dan buta sehingga tidak dapat kembali” (Al Baqarah : 18)

    Kaum Sekuler Anti Syariat Islam, Telinganya pekak dari mendengar kebenaran Alquran. Bisu mulutnya untuk menyatakan kepastian hukum Alquran dan buta matanya tidak melihat mu’jizat Alquran.

    “Diantara manusia ada yang membantah Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu). Sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat akan Kami berikan kepadanya azab yang membakar” (Al Hajj : 8-9)

    Hukum merupakan wajah penjelmaan Allah Swt. Maka orang, kelompok, golongan masyarakat yang berhukum dengan hukum Allah, mereka adalah penyembah – penyembah Allah.

    Adapun orang, kelompok, golongan, masyarakat yang berhukum dengan KUHP dan Undang – undang sekuler lainnya, mereka adalah penyembah-penyembah pembuat hukum dan hawa nafsu.

    Sebagaimana disebut dalam Alquran :
    “Belum kamu lihat orang-orang yang bertuhankan hawa nafsunya, apakah engkau menjadi pelindungnya ?” (Al Furqan 25 : 43)

    “Maka demi Rabmu, mereka tidak beriman sebelum menjadikan engkau (Muhammad) sebagai HAKIM dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (Annisa : 65)

    Pada ayat ini Allah bersumpah menyatakan tidak beriman orang – orang yang berhukum dengan hukum diluar syariat yang dibawa Muhammad Saw.

    Karenanya segenap kaum muslimin yang ingin berjumpa dengan Allah Swt, dia ridho kepada Allah, Allah pun ridho kepadanya.

    Dan kewajiban bagi setiap yang mengaku ummat Muhammad Saw untuk memperjuangkan tegaknya hukum yang dibawa Muhammad Saw. Wallahu a’lam bisshawab, Billahi fie sabilil haq.
    https://bogotabb.blogspot.co.id/2017/09/hukum-merupakan-wajah-penjelmaan-allah.html

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here