Gubernur Anies: Reklamasi Dihentikan, yang Sudah Jadi untuk Kepentingan Publik

0
242
Gubernur Anies Rasyid Baswedan bersikukuh menghentikan proyek reklamasi yang dilaksanakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Diperkirakan sikap ini akan menjadi ketegangan antara Pemerintah Pusat dan Pemperintah Provinsi DKI Jakarta

Nusantara.news, Jakarta – Pasangan Anis Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uni pada 16 Agustus 2016 resmi dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Meskipun serah terima jabatan, Gubernur Djarot Syaiful Hidayat emoh hadir, dan perannya digantikan oleh Sekda Syaifullah, namun tak mengurangi kemeriahan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih.

Nusantara.news berkesempatan berdialog dengan Gubernur Anies Baswedan di tiga tempat: saat syukuran dengan Gerindra-PKS, saat di rumahnya di Lebak Bulus, dan saat di Masjid Sunda Kelapa. Berikut rangkuman dialognya.

Apa kabar Pak Anies?

Alhamdulillah sehat. Bagaimana kabarnya Mas. Sehat.

Selamat, menjadi Gubernur DKI Jakarta?

Bismillah, doakan semoga semua berjalan lancar. Ini amanah yang harus ditunaikan. Tekad kami, maju kotanya, bahagia warganya.

Tentu Pak Anies sudah memetakan apa saja yang akan dilakukan pada hari pertama menjadi Gubernur DKI Jakarta?

Hari pertama akan ada banyak kegiatan, saya akan datang, saya lihat situasinya, menerima ucapan dan lainnya.

Banyak sekali yang bisa dilakukan, mulai dari program sembako terjangkau, menciptakan dan menumbuhkembangkan wirausaha dengan program OKE-OCE (One Kecamatan One Center of Entrepreneurship). Selain itu ada program Kartu Jakarta Pintar Plus, moda transportasi terintegrasi, DP rumah Rp0, kemacetan banjir, pembangunan stadion Persija, sampai penanganan kemiskinan.

Kita akan realisasikan satu per satu.

 Menjadi Gubernur DKI merupakan amanah yang berat. Apa yang Bapak rasakan?

Kalau bicara perasaan mendapat satu tugas yang besar, memang amanat yang besar. Besar kecil itu ada ukurannya. Kalau berat ringan itu menyangkut perasaan. Saya merasa ke depan bila amanat yang besar ini dijalankan dengan cara yang benar, proses yang baik, insya Allah akan terasa ringan.

Jadi, saya dan Mas Sandi akan berikhtiar semaksimal mungkin melaksanakan amanah yang besar itu. Tentu disertai dengan doa. Insya Allah akan diberikan kemudahan oleh Allah.

Apa prioritas utama yang akan Bapak lakukan dalam 100 hari ke depan?

Semua harus jalan, seperti ngobrol ini saya punya waktu 10 menit, 20 menit, maka harus selesai 20 menit. Harus selesai. Begitu juga jabatan ini harus selesai dalam 5 tahun. Ada yang harus saya kerjakan di bulan pertama, ada yang di tahun pertama, ada yang di tahun ketiga dan keempat, karena durasinya lima tahun.

Karena itu kami selalu menegaskan bahwa nilai seorang pemimpin itu lihatlah rencananya, lalu lihat lah pelaksanaannya. Kami sudah menyatakan 23 janji dalam 156 program, semua akan kami laksanakan.

Mulai dari DP Rp0, soal moda transportasi terpadu, penanganan kemiskinan, itu semua ada dalam program kami. Alhamdulillah dalam waktu enam bulan lalu (setelah pengumuman Komisi Pemilihan Umum—KPU) kita sudah mulai melihat bagaimana program-program itu diterjemahkan dalam APBD. Karena kalau dalam pemerintahan harus masuk dalam anggaran supaya bisa dilaksanakan.

Jadi 23 janji itu akan dilaksanakan secara bertahap?

Betul, bahwa janji-janji itu bisa kami lakukan dalam waktu 6 bulan atau 100 hari, tidak ya. Kalau nulis skripsi saja bisa dua semester, gimana mau jalanin program untuk 10 juta orang.

Anda begitu tegas menolak reklamasi, tapi pemerintah pusat sepertinya ingin melaksanakan reklamasi. Kok seperti berseberangan?

Kita harus bekerja berdasarkan aturan, kita tidak boleh bekerja berdasarkan selera. Kami dalam kampanye tegas menyatakan bahwa kami tidak meneruskan reklamasi. Pulau yang sudah terlanjur dibangun akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik, yang sudah jadi tidak dibongkar. Sementara pulau yang belum direklamasi, jangan dilanjutkan. Itu posisi kami.

Yang sekarang dibicarakan itu pulau yang sudah jadi, karena sudah jadi nanti dipakai untuk kepentingan publik.

Caranya?

Lihat peraturan. Tidak ada tanah di Indonesia yang tidak diatur, semua tanah itu diatur penggunaannya. Anda boleh bangun apa di sini, Anda tidak boleh bangun apa di sini. Semua ada aturannya. Kita tinggal laksanakan aturannya saja.

Kalau kita mengacu pada aturan, jadi tidak ada yang repot sebetulnya.

Pulau reklamasi yang sudah jadi mau diapakan?

Kita sejak kampanye sudah bilang, pulau yang sudah direklamasi dijadikan untuk kepentingan publik, yang belum tidak usah dibangun. Semua cukup jelas.

Kalau yang sudah jadi dibongkar lagi, malah bisa jadi masalah. Tanahnya bisa merusak terumbu karang yang ada, kalau dirombak lagi malah merusak ekosistem. Posisi kami jelas, untuk pulau yang belum direklamasi, jangan dibangun.

Artinya pulau-pulau reklamasi bukan untuk kepentingan korporasi?

Kita tidak hendak membangun Jakarta untuk sekelompok orang saja tapi untuk semua, bukan untuk kelompok orang tertentu saja. Karena itu pengelolaan tanah, pulau, air, tidak untuk kepentingan satu golongan, satu perhimpunan, satu korporasi, tetapi itu untuk kepentingan semua warga Jakarta.

Semua untuk semua, Jakarta untuk semua.

Ada beberapa program yang dinilai tidak realistis, seperti program moda transportasi terintegrasi serba Rp5.000 sampai tujuan. Bisa direalisasikan kah?

Selama transportasi publik tidak terintegrasi orang sulit berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, biaya transportasi dipastikan akan mahal. Harus dibuat moda transportasi terintegrasi, menjangkau titik-titik strategis di Jakarta, sehingga satu titik perhentian ke titik perhentian yang lain jadi murah.

Dalam moda transportasi terintegrasi itu nanti, di jalur utama ada bus rapid transit (BRT), light rail transit (LRT), mass rapid transit (MRT). Turun ke bus sedang, kecil dan mikro, baru angkot. Semua dibuat terintegrasi, tidak seperti sekarang terpisah-pisah.

Terintegrasi yang dimaksud, warga bisa naik kendaraan umum dari dekat rumah sampai ke tempat kerja atau tempat tujuan lain.

Berarti Anda akan merombak total moda transportasi yang ada saat ini?

Tentu saja. Misalnya, angkot hanya akan berputar di jalan lingkungan, tidak perlu sampai ke jalan besar, apalagi ke pusat kota. Di jalan besar nanti disambut oleh bus besar dan bus sedang, sesuai dengan ukuran jalan apakah dua jalur, tiga jalur atau empat jalur.

Masalah hari ini adalah banyak kendaraan kecil dipakai untuk melewati jalan-jalan besar. Peta rute kendaraan umum juga tidak berubah sejak 1980-an. Ini semua akan kita benahi.

Ada yang mengklaim satu moda transportasi massal adalah karyanya. Menurut Anda?

Gubernur itu tidak pernah ganti. Tidak ada menteri diganti, dirjen diganti. Tidak ada. Orangnya yang berganti-ganti. Jadi banyak pekerjaan gubernur itu yang memang lintas orang, lintas anggaran, lintas generasi.

Misalnya soal subway di Jalan Thamrin-Sudirman, dimulai dari membuat proposal di zaman Gubernur Sutiyoso. Kemudian mencarikan pendanaan dilakukan oleh Gubernur Fauzi Bowo. Mulai bisa dilaksanakan di masa Gubernur Joko Widodo, mulai terlihat hasilnya di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Sering hal seperti itu terjadi.

Nanti juga program pembangunan yang mulai terlihat sebetulnya bukan dimulai di era saya, mungkin dimulainya di era-era yang sebelumnya. Lalu dilanjutkan oleh saya hingga tuntas. Jadi ini istilahnya continuity and change.

Bagaimana dengan warga Jakarta yang belum bisa menerima (move on) atas kemenangan Anies-Sandi?

Dalam sebuah Pilkada itu selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Apakah ini Pilkada pertama di Jakarta? Bukan. Apakah Jakarta satu-satunya yang punya Pilkada? Tidak.

Apakah di Pilkada yang lain nggak ada yang kalah? Ada. Apakah di Pilkada yang lain semuanya menang? Tidak. Jadi, dalam Pilkada itu tidak ada yang baru. Artinya, ini bagian dari pengalaman Indonesia berdemokrasi. Jadi tidak ada sesuatu yang luar biasa.

Jadi, saya bertugas sebagai gubernur untuk seluruh warga Jakarta, baik yang memilih Anies dan yang tidak memilih Anies. Mengapa? Karena itulah mekanisme penentuan memilih gubernur. Ketika sudah ditetapkan, ya sudah selesai pemilihan gubernurnya.

Tugas saya sekarang adalah melaksanakan semua janji bagi seluruh warga Jakarta. Itu yang akan kami lakukan. Dengan begitu maka semua warga Jakarta tentu akan bersatu lagi.

Ada di sejumlah daerah yang mengikuti Pilkada di mana pemilihnya fifty-fifty, ada ketegangan nggak? Saya yakin biasa saja. Yang tegang itu di medsos.

Tapi ketegangan di medsos itu hanya di Jakarta? Tidak juga. Di Amerika antara pendukung Hillary Clinton, penduduk Donald Trump, sangat keras. Di Inggris, antara pendukung Brexit dan penolak Brexit begitu hebat kerasnya. Tapi kekerasan itu hanya ada di medsos di seluruh dunia. Jadi nggak usah kaget. Biasa saja.

Mari kita kumpulkan energi yang selama ini terserak, menjadi energi yang terkumpul untuk kemajuan Jakarta.

Pesan Bapak untuk semua warga Jakarta?

Kepada seluruh warga Jakarta, mari kita bangun Jakarta bersama-sama, mari kita saling menghormati, saling menghargai. Dan saya sampaikan kepada semua, bahwa kami adalah gubernur untuk Jakarta bagi semua warganya. Doakan agar kami bisa menjalankan amanah ini sebaik-baiknya.

Apakah Anda berambisi menjadi Presiden? Saat menjadi Ketua HMI MPO Anda bilang kalau berpolitik harus menjadi Presiden?

Hari ini garis saya adalah seorang Gubernur Jakarta, saya akan urus Jakarta sebaik-baiknya. Jangan saya ditarik-tarik untuk kontestasi Piplres 2019. Bahwa dulu ada Pak Jokowi yang menjabat sebagai Gubernur DKI kurang dari lima tahun lalu menjadi presiden, jangan dikait-kaitkan dan ditarik-tarik ke saya. Itu garis beliau.

Kabarnya Anda disandera dalam APBD 2017, program Anda belum masuk?

Saya akan berdiskusi dengan DPRD untuk memasukkan program Anies-Sandi ke dalam APBD-P DKI Jakarta 2017. Salah satu yang dipertimbangkan adalah implementasi dan biaya.

Kalau biayanya besar baru kami titipkan di APBD-P 2107. Kalau skala biayanya kecil sebetulnya dengan anggaran yang ada sekarang bisa dilakukan penyesuaian. Nanti sesudah kami telisik yang fix yang mana kami umumkan. Mestinya DPRD bisa diajak berdiskusi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here