Gubernur Jatim Komit Kawal Pancasila

0
81

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo berkomitmen untuk terus mengawal Pancasila dan siap menindak tegas siapa pun yang mencoba melanggar atau menolak Pancasila, serta yang mencoba memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu diucapkan Soekarwo saat menjadi inspektur upacara di Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (1/6).

“Saya Soekarwo, Gubernur Jawa Timur akan terus mengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, agar selalu menjadi bagian dalam pandangan hidup berbangsa dan bernegara, serta sebagai konstitusi atau undang-undang yang berlaku di Indonesia,” kata Soekarwo.

Soekarwo menambahkan, Pancasila adalah ideologi NKRI. Pancasila merupakan pandangan hidup, kemudian juga menjadi filosofi negara Indonesia. Karena itu, pembentuk undang-undang memasukkannya dalam Pembukaan UUD 1945. Jadi siapa pun yang melanggar Pancasila, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Pancasila, dilahirkan melalui sebuah proses yang panjang yang diinisiasi oleh para founding fathers bangsa. Diawali dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang sesuai dipidatokan oleh Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945.

“Pancasila lahir dari kultur bangsa kita yang Bhinneka Tunggal Ika, kemudian sepakat bahwa lima sila yang ada di dalamnya adalah bagian dari keyakinan beragama dan kultur masyarakat Indonesia, salah satunya musyawarah mufakat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya, kesepakatan budaya menjadi kesepakatan politik atau konstitusi,” lanjut Pakde Karwo sapaan Soekarwo.

Jatim Siapkan Perda Ketaatan terhadap Konstitusi

Dan, guna memperkuat ketaatan terhadap konstitusi negara, Pakde Karwo mendukung langkah DPRD Jawa Timur yang saat ini sedang menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang ketaatan terhadap konstitusi negara. Mekanisme penyusunan Perda tersebut dilakukan lewat Focus Group Discussion (FGD).

Melalui FGD tersebut, DPRD Jawa timur selain mengundang pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, TNI dan Polri untuk menyatukan pandangan membendung paham anti Pancasila.

“Pembentukan Perda menjadi langkah penting untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila,” kata Pakde Karwo.
Diharapkan melalui FGD tersebut akan diperoleh masukan-masukan, serta langkah konkrit dan kesepahaman yang agar kerukunan antar warga masyarakat tidak terganggu, ketenteraman dan ketertiban umum terwujud, serta tidak terjadi diskriminasi terhadap suku, agama dan kepercayaan, ras antar golongan dan gender.

Presiden Ajak Semua Pihak Jaga Pancasila

Kemudian, di dalam sambutan yang dibacakan Pakde Karwo, Presiden RI Joko Widodo meminta seluruh pihak di negeri ini untuk menjaga Pancasila. Peran aktif dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, swasta, pers, guru, netizen, TNI dan Polri dan seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga Pancasila.

Pentingnya menjaga Pancasila, lanjut Pakde Karwo, karena saat ini kehidupan berbangsa dan bernegara sedang mengalami banyak tantangan serta ujian. Terdapat pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinnekaan dan keikaan. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan

“Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila, kemudian ditambah penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan berita palsu. Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik sosial, dan terorisme. Kita bisa menghindarinya dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Masih mengutip pidato Presiden Jokowi, komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan kuat. Di antaranya melaui Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Mari satukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Kita kembali ke jatidiri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

Upacara pada hari itu juga dihadiri istri Gubernur Jawa Timur Nina Kirana Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan istri, Fatma Saifullah Yusuf, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sukardi, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sunariyo, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, serta para pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Sementara pasukan upacara terdiri dari 1 Unit Korps Musik Satpol PP Pemprov Jawa Timur, 1 kompi Taruna AAL, 1 kompi gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, 1 kompi pasukan Polri, 1 kompi Korpri PNS di lingkungan Pemprov Jawa Timur, 1 kompi mahasiswa gabungan, 1 pleton organisasi kepemudaan bela negara, 1 pleton Tagana,1 pleton anggota Paskibra Jatim, 1 kompi SMK Ipiems Surabaya, 1 kompi SMA Hang Tuah Surabaya, dan 1 kompi Pramuka Kwarda Jatim. Kemeradaan peserta upacara tersebut di bawah komando komandan upacara, Letnan Kolonel (Kes) Wahyudi Purnomo, yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Seksi Keamanan Pertahanan & Pangkalan Lapangan Udara Surabaya.

Tidak berlebihan, dengan semangat dan pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Timur ini juga menjadi tauladan oleh daerah lain di seluruh wilayah Jawa Timur untuk terus menjaga Pancasila.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here