Gubernur Jatim Minta Layanan Mudik Lebaran Harus Maksimal

0
91
Gubernur Soekarwo adakan Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (12/6). Dia minta kepada petugas agar memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik. pelayanan masalah mendasar, petugas harus ramah dan senantiasa tersenyum.

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta aparat yang bertugas dalam pelaksanaan pelayanan mudik lebaran, seperti Dinas Perhubungan dan Polri, mencari model atau identitas pelayanan terbaru yang nyaman bagi pemudik, terutama saat mengalami kemacetan. Termasuk menyarankan untuk memberi pelatihan bagi petugas di lapangan. Langkah itu sebagai bentuk pelayanan maksimal bagi para pemudik lebaran.

“Pelayanan ini masalah mendasar, petugas harus ramah dan senantiasa tersenyum jangan sampai petugas mukanya seram,” pinta Soekarwo di Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (12/6).

Menurutnya, hasil pengamatan tahun lalu, banyak pemudik yang merasa senang dan berterimakasih karena di saat macet panjang, petugas dengan ramah memberikan makanan dan minuman serta bantuan bagi para pemudik.

“Ternyata macet tidak masalah bila ada pelayananan yang baik, petugas ikut peduli,” tambahnya.  Soekarwo juga meminta bantuan bupati atau walikota memberikan pelayanan maksimal di daerahnya masing-masing. Karena itu menjadi bagian dari konsep pemerintahan, negara hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya melalui pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Ini kesempatan baik untuk membantu masyarakat karena setiap daerah punya local wisdom,” tambahnya. Soekarwo juga meminta Bupati, walikota dan Dinas Kesehatan untuk menggerakkan layanan kesehatan seperti di Posko-posko kesehatan, Puskesmas 24 jam, Ponkesdes, serta rumah sakit terutama spesialis orthopedi. Agar pemudik tidak stress saat menghadapi kemacetan.

“Semakin nampak pelayanan kesehatan di jalanan, semakin berkurang pemudik yang stress. 80 persen orang sakit karena jiwanya yang sakit,” katanya.

Selain kepada aparat pokok, Gubernur Soekarwo juga menghimbau pada aparat penunjang seperti Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Surabaya (BBPJN V) untuk rutin melakukan cek kondisi jalan. Dan bagi pengusaha angkutan umum agar melakukan pengecekan kondisi armadanya sebelum petugas dari Dishub melakukan pengecekan atau ramp check. Itu merupakan bagian memberikan kepastian bagi penumpang.

Soekarwo juga meminta bantuan kepada Menteri Perhubungan untuk menyediakan 19 rest area untuk jembatan timbang. Pengusaha juga diminta memberikan dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan mudik tahun ini.

“Kepada para pengusaha, bila ingin usahanya lancar, bantulah minuman atau makanan bagi pemudik di rest area, tapi kalau tidak kami juga sudah siap,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, dari hasil operasi Dishub Jawa Timur mulai Januari 2017, untuk angkutan di jalan raya dari 38.818 unit kendaraan yang dicek, sebanyak 20 persen tidak layak jalan. Kemudian di terminal, dari 21.344 kendaraan yang dicek, ada 25 persen yang tidak layak jalan.

 

Terkait kesiapan mudik lebaran, Wadirlantas Polda Jawa Timur AKBP M. Sabilul Alif mengatakan, personel Polri bersama TNI siap mengamankan jalur mudik lebaran. Termasuk beberapa titik yang dianggap rawan kejahatan.

Selain itu, Sabilul Alif akan mengerahkan personil Brimob di beberapa wilayah yang dinilai rawan kejahatan (bajing loncat, penodongan dan jambret) di beberapa titik rawan seperti Jati Peteng, Tuban, Taman Nasional Baluran Situbondo, Gunung Gumitir Jember dan Monumen Gubernur Suryo Kabupaten Ngawi masing-masing satu satuan setingkat kompi (SST).

Polda Jawa Timur dan jajaran yang bertugas pengamanan lebaran itu berjumlah 12.633 personil. Dari Polda Jawa Timur sebanyak 940 personil dan Polres jajaran berjumlah 11.693 personil. Dibantu TNI sebanyak 1.450 personel dan instansi samping berjumlah 6.035 personel, diantaranya dari Dinas Kesehatan, ORARI, Pramuka dan Organda.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here