Gubernur Jatim: Wujudkan Nilai Kepahlawanan dengan Keadilan Sosial

0
40
Renungan di Hari Pahlawan 10 November 2017 (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Nusantara.news, Surabaya – Menyambut Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta agar generasi muda dapat mewujudkan nilai juang dan meneladani semangat kepahlawanan dengan mengedepankan keadilan sosial di masa kini.

“Peringatan hari pahlawan harus dimaknai secara mendalam oleh seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, jika ingin bangsa Indonesia besar dan sejahtera, masyarakat harus menghargai jasa dan perjuangan pahlawannya. Kita wajib mengingat dan meneruskan semangat para pejuang, terutama untuk mempertahankan Republik Indonesia ini,” urai Soekarwo, usai menjadi Inspektur Upacara Apel Kehormatan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Surabaya, Kamis (9/11/2017), malam.

Malam itu, Soekarwo memimpin langsung apel kehormatan untuk para pejuang yang disemayamkan di TMP tersebut. Bersama mereka yang hadir, semuanya berdoa kepada Tuhan YME meminta agar arwah pahlawan bangsa yang gugur di medan juang, baik yang dikenali atau tidak mendapat tempat di sisi-Nya.

Di kesempatan itu, Soekarwo juga membaca janji untuk meneruskan perjuangan jasa para pahlawan dan terus menghormati perjuangannya mempertahankan tanah air meski mengorbankan nyawa.

Soekarwo pimpin Renungan Suci untuk Pejuang di TMP Kusuma Bangsa Surabaya (Foto: Humas dan Protokol Prov Jatim)

“Perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami juga dan jalan kebaktian yang para pahlawan tempuh adalah jalan bagi kami juga. Semoga arwah para pahlawan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta mendapat tempat sebaik baiknya,” katanya sambil membaca dengan diterangi dua obor, karena semua lampu dipadamkan.

Di TMP Kusuma Bangsa Surabaya tercatat terdapat 884 makam. Terdiri dari 332 TNI, Polisi 36 orang, pegawai negeri sipil 175 orang, pejuang rakyat 7 orang serta 334 orang pahlawan tidak dikenal.

Hadir dalam upacara tersebut Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar, Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, sejumlah jenderal TNI dan Polri, serta para kepala OPD dan Forkopimda di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jatim.

Kemerdekaan Dibentuk oleh Harapan dan Pengorbanan

Soekarwo beri bingkisan kepada pejuang Veteran (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Kemudian, masih kata Soekarwo saat membacakan Amanat Menteri Sosial RI pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017, di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya, Jumat (10/11/2017). Disebutkan, Indonesia bisa merdeka karena adanya harapan dan pengorbanan dari semua rakyat. Dari dua hal tersebut terbangunlah rasa persatuan Indonesia yang menjadi syarat utama memerdekakan Indonesia, lepas dari belenggu penjajah.

Harapan dan pengorbanan itulah yang mengantar lahirnya Indonesia. Oleh sebab itu, harapan dan rasa rela berkorban kepada tanah air wajib dirawat eksistensinya.

“Tujuannya adalah agar Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan menjadi bagian penting bagi dunia,” jelasnya.

Ditambahkan, harapan menjadi pemantik pahlawan dalam memproklamirkan kemerdekaan. Harapan tersebut menjadi modal penting sehingga menimbulkan optimisme dalam hidup dan membuka segenap potensi.

”Saat ini, harapan akan masa depan yang lebih baik juga ditambatkan oleh Presiden RI, Joo Widodo melalui visi transformatif yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian atas dasar gotong royong,” ungkapnya, sambil menyebut kemerdekaan Indonesia bisa dinikmati karena para pahlawan mengajarkan tentang keteladanan akan rela berkorban.

Di kesempatan itu Pakde Karwo juga mengutip pidato Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno bahwa kehidupan bernegara ini hanya bisa terwujud serta menjadi lebih baik dan maju kalau semua mau berkorban. Selain itu, juga mau memberi dan mengabdikan hidup untuk merawat.

Tiga Ribu Undangan Ikuti Upacara Hari Pahlawan 

Upacara Hari Pahlawan 10 November 2017 di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Humas dan Protokol Pemprov Jatim)

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2017 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jatim di Tugu Pahlawan Surabaya itu diikuti oleh 3 ribu orang undangan. Mereka dari berbagai elemen ada TNI, POLRI, Korpri, mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dan anggota DPRD, dan masyarakat.

Dimulai pukul 08.00 WIB, upacara dengan komandan upacara Letkol Wahyudi Purnomo, dan berakhir pukul 10.20 WIB. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan paduan suara yang mengumandangkan lagu-lagu kebangsaan oleh 400 anggota paduan suara dari gabungan pelajar, mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya. Di antaranya pelajar SMA Hang Tuah, SMA Barunawati, SMA Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Islam Daru Ulum Lamongan.

Beberapa lagu perjuangan dan kenangan dinyanyikan, seperti Balada Kalimas dan Selendang Sutra yang cukup menghibur para undangan juga ikut ditampilkan dalam acara itu.

Gubernur Soekarwo tampak didampingi isterinya Nina Soekarwo, Kemudian Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf bersama isteri, Fatma Saifullah Yusuf. Mereka kemudian memberikan tali asih berupa bingkisan dan sembako kepada para tokoh perintis kemerdekaan di antaranya, diberikan kepada Ramuji dan Sri Maria dari Kabupaten Blitar. Kemudian juga diberikan kepada Muslikah, Winarti, dan Sutari, mereka bertiga janda pejuang dari Kota Surabaya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here