Gubernur Pesimis Harga Cabai di Jatim Bisa Turun

0
59

Nusantara.news, [Lokasi] – 

Tudji Martudji

Nusantara.news, Surabaya – Pernyataan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Biro Humas soal harga cabai yang akan turun pada akhir Februari, dibantah sendiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jawa Timur menyebut, itu karena hingga saat ini belum ada formula atau obat yang bisa mengatasi organisme pengganggu tanaman cabai. Akibatnya, hasil panen cabai tidak bisa seperti yang diharapkan.

“Saya kira dalam waktu dekat tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menurunkan harga cabai. Cuaca yang seharusnya panas kemudian masih turun hujan, menjadi penyebab utama harga cabai tidak bisa diperikrakan kapan turunnya,” kata Pakde Karwo kepada wartawan usai sholat Jumat di Masjid Baitul Hamdi, komplek Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya Jumat (17/2/2017).

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjelaskan, di setiap negara agraris dan beriklim tropis memang lebih subur dari negara lain. Namun pertumbuhan organisme pengganggu tanaman juga banyak.

“Setiap kena hujan, jamurnya langsung menyerang. Nah, teknologi pertanian kita belum sampai ke situ untuk penanganan organisme pangganggu tanaman cabai,” terang mantan Sekda Prov Jawa Timur ini.

Bahkan panen raya cabai yang dijadwalkan jatuh di bulan Maret, menurutnya tidak bisa diandalkan karena selain hujan yang masih turun, juga karena jamur.

“Saya sudah berkoordinasi dengan balai penelitian bahkan saya sudah telpon Pak Siregar dari IPB (Hermanto Siregar, Ahli Pertanian IPB-red) dia bilang memang belum ada obatnya,” tegas Pakde Karwo.

Terkait itu, pihaknya berharap para profesor dan ahli bidang pertanian segera melakukan penelitian soal jamur pengganggu tanaman cabai jika kena hujan seperti ini.

“Kita hanya bisa menghimbau ke masyarakat untuk menggunakan cabai kering atau instan, mungkin itu saja solusinya,” pungkas Pakde Karwo.

Sementara, data dari Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, hingga saat ini harga cabai di pasaran mencapai Rp125 ribu per kilogram.

Menghadapi masih tingginya harga cabai, sejumlah wanita mengaku terpaksa beralih menggunakan cabai kemasan dan cabai dalam botol. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here