Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul Berpeluang Maju Lewat PDIP, Asal…

0
402

Nusantara.news, Surabaya –  Siapa sosok yang pantas meneruskan tongkat estafet Soekarwo sebagai Gubernur Jawa Timur di Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018? Empat nama  kuat berdasarkan riset mencatat tokoh-tokoh politik asal Jatim, diantaranya Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, Abdullah Azwar Anas dan Tri Rismaharini.

Namun yang kini menjadi tanda tanya besar adalah, siapa yang paling layak dan partai mana saja yang kini sudah memberikan sinyal dukungan terhadap empat kadidat tersebut? Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya oleh Nusantara.news bahwa kedekatan Khofifah yang juga Menteri Sosial RI dengan beberapa partai besar sepertinya tak bisa dipungkiri lagi.

Salah satunya, sebut saja Partai Demokrat. Keakraban antara Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo yang juga Gubernur Jawa Timur dengan Khofifah boleh jadi menjadi pertanda bahwa peluang Khofifah didukung partai ini cukup terbuka lebar. Bahkan, ada sinyalemen kalau orang nomor satu di Demokrat Jatim ini akan mengintruksikan kadernya untuk mendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

Sinyal yang sama juga terlihat dari Partai Golkar. Dari isu politik yang beredar di Jawa Timur saat ini Golkar agaknya juga berminat meminang Khofifah. Pengamat politik senior asal Jawa Timur Ridwan Hisjam mengungkapkan bahwa Khofifah adalah sosok yang paling layak seiring dengan kinerja yang ditunjukan selama ini.

Bahkan Khofifah dianggap paling pas untuk mengawal Jawa Timur lebih baik lagi, ketimbang sosok lain, terutama Gus Ipul yang sampai saat ini dianggap pengamat sebagai calon yang paling galau.

“Soal Golkar maupun Demokrat memberikan dukungan kepada Khofifah di Pilgub Jatim 2018 adalah ranah ketua umum masing-msaing partai. Namun, jika melihat fenomena tersebut mungkin bisa diartikan bahwa kedua partai tersebut siap mendukung Khofifah,” ungkapnya kepada Nusantara.news, Kamis (2/3/2017).

Kata Ridwan, tepat jika Golkar mendukung Khofifah  Menurutnya, Khofifah sendiri merupakan sosok menteri yang dinilai cakap dan lugas dalam menjalankan pekerjaannya. Seiring dengan prestasi dan kinerjanya, Khofifah dinilai dapat mendorong kemajuan Jawa Timur lebih baik lagi.

“Tak hanya Demokrat dan Golkar saja, Presiden Jokowi juga siap mendukung Khofifah, lho. Golkar sendiri adalah partai yang mendukung pemerintahan Presiden Jokowi saat ini. Nah, secara kebetulan Golkar dan Jokowi juga mempunyai visi yang sama di Pilpres 2019. Dengan demikian, mendorong Khofifah untuk sukses di Pilgub Jatim merupakan test case Jokowi untuk mengamankan Pilpres 2019,” tambahnya.

Menakar Peluang Gus Ipul

Beredar kabar bahwa pria yang sudah mendampingi Pakde Karwo selama dua periode ini telah mengincar tiket dari PDIP di Pilgub 2018. Namun peluang tersebut akan tertutup rapat jika PDIP memajukan calon dari kadernya sendiri. Maklum, dari empat nama yang kuat beredar di Jawa Timur terdapat dua nama kuat yang merupakan kader PDIP, yaitu Risma dan Azwar Anas. Sementara satu-satunya peluang adalah dengan menggandeng PKB, sayang disana sudah nama Halim Iskandar.

Menurut pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi, PDIP adalah partai besar yang menghasilkan pemimpin-pemimpin besar tingkat kabupaten/kota. Sebagai partai yang ingin menerjemahkan visi ideologisnya ke publik, tentu akan mengutamakan kadernya sendiri ketimbang mengambil kader dari luar. “Apalagi kader yang mereka usung adalah kader yang kredibel, berintegritas dan populer di masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian, peluang Gus Ipul untuk bisa menggandeng PDIP cukup besar tentu dengan catatan Risma maupun Azwar Anas tidak akan maju di Pilgub Jatim. Maklum kedua tokoh tersebut sampai saat ini masih fokus dengan urusannya masing-masing. “Karakter Risma dan Anas adalah tak mau meninggalkan pekerjaannya saat ini. Ini berarti peluang Gus Ipul maju lewat PDIP terbuka lebar,” katanya.

Sejauh ini Gus Ipul yang mendampingi Soekarwo dua periode itu memang masih belum memperoleh sinyal dukungan dari parpol. Gus Ipul sendiri dihadapan wartawan di Jawa Timur pernah mengungkapkan, jika tak ada partai yang mengusungnya, dia siap mundur dari pencalonan sebagai Gubernur Jawa Timur di Pilgub 2018. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here