Gus Ipul Dengar Keluhan Sopir, Khofifah Janjikan Akta Kelahiran

0
63
"Dua pasangan di Pilgub Jatim, pasangan Khofifah-Emil (Nomor Satu) dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Nomor urut dua)"

Nusantara.news, Surabaya – Blusukan dan tebar janji menjadi hal biasa dilakukan para kandidat yang maju di pemilihan kepala daerah. Di Pilgub Jatim, kedua pasangan baik nomor urut satu Khofifah-Emil, serta pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur tak henti mendekati dan menyapa masyarakat, khususnya pemilik hak pilih. Tentu, itu mereka lakukan guna mendulang suara di Pilgub Jatim 27 Juni 2018, mendatang.

Siang tadi Gus Ipul turun ke Terminal Osowilangun, mantan Ketua GP Ansor Jatim itu dengan serius mendengarkan keluhan sejumlah sopir yang ditemui di terminal. Gus Ipul tampak dengan serius menyimak ungkapan keluhan para sopir juga pedagang yang ikut mengerubungi kehadirannya bersama tim. Pedagang dan juga para sopir, umumnya mengeluhkan sepinya terminal yang berada di Surabaya Barat itu. Salah satunya Kausarah (45), penjual warung makan yang juga mengeluhkan sepinya suasana terminal, itu berimbas terhadap pendapatan yang terus menurun.

“Gus Ipul ke Terminal Osowilangon, dengan serius mendengarkan keluhan sejumlah sopir dan pedagang” (Foto: TIM GI)

“Para penumpang lebih memilih naik dari Terminal Purabaya, Bungurasih. Sudah setahun belakangan ini, Terminal Osowilangun terus sepi,” kata Kausarah, Selasa (13/3/2018).

Sekedar tahu, keberadaan Terminal Osowilangon memang berbeda jauh dengan Terminal Purabaya yang terletak di wilayah Bungurasih, Sidoarjo. Terminal Purabaya atau juga disebut Terminal Bungurasih keberadaannya tertata rapi, dilengkapi dengan berbagai sarana. Bus yang mangkal untuk melayani trayek ke berbagai jurusan pun tergolong banyak dibanding dengan armada yang mangkal di Terminal Osowilangon di Surabaya Barat.

Kemudian, wanita paruh baya itu mengaku sudah 17 tahun berdagang di terminal perbatasan Surabaya dan Gresik ini. Mengaku pengahasilannya mengandalkan warung makan tidak cukup dengan beban membiayai dua anaknya yang masih sekolah. Ia berharap, Gus Ipul tak hanya berjanji yang diucapkan saat berkampanye, tapi diharapkan terwujud dan membuat terminal menjadi lebih baik sehingga ramai penumpang.

Mendengar itu, Gus Ipul berjanji akan mengupayakan perbaikan guna menarik pengunjung ke Terminal Osowilangun. Menurut Gus Ipul, Osowilangun harusnya menjadi terminal yang strategis.

“Hanya saja, ada beberapa jalur yang masih membingungkan karena harus beberapa kali transit. Seperti ketika akan ke Manukan, mereka lebih memilih naik dari Terminal Purabaya, karena langsung dan sekali naik,” tuturnya.

Sehingga perlu ada koordinasi baik di tingkat provinsi maupun kota, dan ditegaskan kembali melalui kebijakan bersama. Sehingga setiap kendaraan umum, baik angkot maupun bus kota, yang melewati terminal, harus masuk terminal. Seluruh jalur juga harus dilalui kendaraan umum.

“Prinsipnya saya mengapresiasi terminal ini karena sudah tidak terlihat angkutan ngetem di depan terminal. Kondisi terminal juga sangat bersih dan nyaman untuk penumpang,” kata Gus Ipul.

Sementara itu Kepala Terminal Tambak Osowilangon, Yudi Kurniawan mengatakan, sejumlah personel setiap hari berpatroli di depan terminal sehingga seluruh angkutan umum wajib masuk terminal. Dikatakan, jika itu dilakukan dampaknya diharapkan akan terjadi peningkatan penumpang hingga 35 persen. Atau rata-rata seharinya 1600 hingga 5000 penumpang. Itu akan meningkatkan jumlah penumpang di dalam terminal serta akan membantu para pedagang yang berjualan di dalam terminal untuk mendapatkan penghasilan.

Dalam kesempatan berkunjung ke terminal itu, Gus Ipul juga menyempatkan berdialog dengan para pedagang, sejumlah orang penumpang dan para sopir angkutan umum. Keponakan KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur ini juga berjalan kaki menyusuri ke dalam bus untuk melihat langsung kondisi kendaraan yang beroperasi.

Dari Terminal Lanjut ke Pasar 

Dari Terminal Osowilangon, calon yang diusung gabungan parpol PDIP, PKB, PKS dan Gerindra itu melanjutkan mengunjungi dan menyapa warga di Pasar Benowo. Seperti hari-hari sebelumnya, Gus Ipul kembali menghabiskan sebagian waktunya untuk berkeliling ke sejumlah wilayah di Surabaya, dimulai dari Pasar Benowo. Setibanya di pasar yang berada di Surabaya Barat ini, Gus Ipul langsung disapa oleh para pedagang.

Sampai di pasar, Gus Ipul menyempatkan untuk sarapan di sebuah warung di depan pasar. Dia memilih makan nasi bungkus bersama pengunjung dan pedagang pasar.

Meski baru pertama bertemu dengan mereka, Gus Ipul langsung terlihat akrab. Bersama beberapa pengunjung dan pedagang pasar, kemudian terlibat pembicaraan hangat sambil menikmati sarapan nasi bungkus.

Sofyan, salah seorang pedang yang berada di tempat itu mengaku sempat kaget saat disuapi Gus Ipul nasi bungkus. “Pemimpin seperti ini yang kami harapkan, tidak ada jarak dengan rakyatnya. Bahkan saya diajak makan bersama dalam satu nasi bungkus satu sendok,” ujar Sofyan.

Selesai sarapan, Gus Ipul melanjutkan berkeliling dan dalam setiap langkahnya sesekali berbincang dengan para pedagang. Ia pun ingin mengetahui langsung bagaimana kondisi pasar yang dikelola swadaya oleh masyarakat itu.

Pengurus Pasar Benowo, Ali Affandi (45) meminta kelak jika Gus Ipul terpilih, bisa menyediakan program pelatihan untuk para pedagang. Dengan harapan, pasar rakyat bisa bersaing dengan pasar modern.

“Penambahan skill ini setidaknya bisa membuat pelayanan di pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern. Dan juga pembeli bisa lebih nyaman,” ungkapnya.

Ketua Pedagang Pasar Benowo, Suprapto (54) menambahkan para pedagang di Pasar Benowo sangat berharap pemerintah bisa memudahkan untuk penyediaan kredit lunak bagi para pedagang.

“Saya mewakili pedagang pasar tradisional, meminta agar Gus Ipul kelak bisa mempermudah kami untuk mengurus pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini, pengurusan KUR terlihat njilimet,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Gus Ipul setuju dengan usulan pelatihan bagi para pedagang tradisional. Sejak awal, Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno memang berkomitmen agar pasar tradisional bisa terawat dan terjaga sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Lanjut Gus Ipul, adanya pasar modern tidak membuat pasar tradisional mati. Karena market share nya berbeda.

“Makanya kami akan sediakan pelatihan bagi pedagang pasar tradisional ini, agar tidak kalah dengan pasar modern,” tutur Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

Terkait distribusi KUR, menurutnya bisa dimanfaatkan optimal oleh masyarakat, khususnya pedagang tradisional maupun pelaku UMKM. Pemerintah sendiri terus berupaya kredit KUR dengan bunga seringan mungkin.

“Tahun ini, ditetapkan bunga KUR 7 persen dari sebelumnya 9 persen per tahunnya. Saya yakin ke depannya bisa lebih murah hingga 6 persen setahun,” tuturnya.

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi tata kelola dan pembagian kawasan Pasar Benowo. Meski dikelola oleh masyarakat, zoningnya sudah tertata rapi. Kawasan untuk khusus penjual pakaian, berkelompok sendiri dan terpisah dengan kelompok seperti ikan dan lain sebagainya.

Di depan pedagang pihaknya juga berjanji akan meningkatkan dan merevitalisasi infrastruktur pasar. Itu akan di mulai dengan perbaikan akses jalan menuju pasar, penerangan, saran dan prasarana lain seperti kamar mandi dan musola.

Puti Guntur Janji Gratiskan Biaya Sekolah

Sementara, berkampanye di Kabupaten Lumajang, Puti Guntur Soekarno menjanjikan akan menggratiskan biaya SMA/SMK, jika dirinya nanti terpilih sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gus Ipul.

“Puti Guntur, cucu Bung Karno ini bertemu dengan para pengrajin batik tradisional” (Foto: TIM GI)

Di depan warga Desa Tempeh Kidul, Puti sengaja kembali mengangkat program pendidikan gratis untuk SMA/SMK, yang akan dijalankan di seluruh Provinsi Jatim. Dan, saat dirinya mendengar langsung keluhan warga terkait kebijakan pendidikan yang masih berbayar mahal, dia pun mengambil keputusan untuk menjalankan biaya gratis.

“Sekarang ini SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jawa Timur ditarik biaya. Ini memberatkan masyarakat. Apakah nanti Mbak Puti punya rencana menggratiskan?” tanya seorang ibu.

Sontak, Puti menegaskan, wajib belajar 12 tahun menjadi program di Pemerintahan Presiden Jokowi. Karenanya, bersama Gus Ipul dia akan memberlakukan itu di Jatim.

“Gus Ipul dan saya telah sepakat untuk menggratiskan kembali SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jatim. Ini diperlukan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun,” terang Puti Guntur.

Komitmen pasangan itu dituangkan dalam visi-misi dan telah diserahkan ke KPU Jatim.

“Kami menyebutnya program Dik Dilan. Singkatan dari Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan,” terang Puti.

Melalui kebijakan itu, Puti Guntur berharap kelak siswa-siswi di Jatim dapat menempuh sampai tuntas pendidikan 12 tahun. Soal biaya diatasi dengan arah kebijakan yang pro-rakyat.

“Karena pemerintah kota dan kabupaten juga telah membuat kebijakan pendidikan gratis untuk SD dan SMP. Sedang SMA/SMK Negeri menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Timur,” kata Puti.

Selain sekolah negeri, Gus Ipul dan Puti Guntur telah merencanakan pemberian subsidi untuk Madrasah Aliyah dan SMA/SMK swasta. “APBD Jawa Timur cukup untuk membiayai kebijakan itu,” katanya.

Di desa tersebut, cucu Bung Karno itu juga bertemu dengan para pengrajin batik tradisional. Dia kemudian juga bercerita, saat Bung Karno menjadi presiden, ada kebijakan nasional untuk menjadikan batik sebagai pakaian nasional.

“Saat itu batik menjadi alat pemersatu bangsa,” kata Puti.

Kemudian, seorang pengrajin pun mengusulkan agar kelak siswa-siswa sekolah di Jatim diwajibkan untuk mengenakan pakaian batik tradisional.

“Aspirasi itu saya catat, mohon doa restu dan dukungannya untuk Gus Ipul dan saya,” pungkas Puti.

Khofifah Perjuangkan Akta Kelahiran Gratis

Sementara, mengisi kegiatan musim kampanye, calon Gubernur Jatim nomor urut satu Khofifah yang berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak itu selain mendekati masyarakat dan meyakinkan programnya, di antaranya berjanji memberikan layanan Akta Kelahiran gratis untuk anak-anak yatim.

“Khofifah memediasi dan membantu agar anak-anak panti asuhan mendapatkan akta kelahiran” (Foto: Tim KIP)

Khofifah menyebut, yang dilakukan adalah untuk melindungi hak dasar anak, dengan memberikan layanan Akta Kelahiran. Khofifah menyebut, anak-anak yatim piatu dan yang tidak teridentifikasi orang tuanya harus terpenuhi hak dasar atas kepemilikan Akta Kelahiran sehingga kelak mereka memperoleh perlindungan dan jaminan sosial dari negara.

“Anak-anak yang terlahir dari unwanted pregnancy and unwanted child mempunya hak yang sama dengan anak-anak yang memiliki keluarga. Mereka berhak atas akta kelahiran yang merupakan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia. Demikian halnya anak-anak di panti-panti,” tegas Khofifah kepada wartawan disela-sela kunjungannya ke Pondok Pesantren Millinium, Tenggulunan, Sidoarjo, Selasa (13/3/2018).

Ia mengungkapkan akta kelahiran merupakan hak dasar setiap anak Indonesia seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 sebagai perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal 27 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya. Identitas tersebut dituangkan dalam akta kelahiran.

Lanjut Khofifah, akta kelahiran merupakan bukti otentik seseorang sebagai warga negara. Dengan akta kelahiran, anak-anak dapat bersekolah mulai dari taman kanak–kanak hingga perguruan tinggi, kelak anak tersebut juga dapat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu, pengurusan hak waris, mengurus paspor, menikah atau mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kelak, jika anak-anak ini tumbuh dewasa kemudian melamar pekerjaan, misalnya menjadi anggota TNI dan Polisi pasti memerlukan Akta Kelahiran. Jadi betapa pentingnya Akta Kelahiran karena itu merupakan hak dasar setiap warga negara, tak terkecuali anak-anak yang terlahir dari unwanted pregnancy and unwanted child. Jangan sampai mereka menjadi unregistered people,” tegasnya.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Millinium di Sidoarjo merupakan kunjungan ketiga kalinya. Sebelumnya, Khofifah datang saat menjabat sebagai Menteri Sosial. Ia merinci, kunjungan pertamanya saat itu adalah mengirimkan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan kunjungan kedua adalah saat ia meminta Direktur Anak Kementerian Sosial untuk memediasi membantu agar anak-anak panti mendapatkan akta kelahiran.

“Saya selalu rindu untuk kembali datang bertemu mereka. Saya merasakan sambutan anak-anak yang begitu hangat, saya bisa merasakan tatapan mata yang jernih dan hati yang bersih. Dalam usia sekecil ini mereka hidup tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya, maka sudah menjadi tugas negara untuk melindunginya. Pertama dan yang utama adalah hak akta kelahiran ‘anak-anak Negara’ ini,” tuturnya.

Khofifah berharap anak-anak itu segera dapat terpenuhi hak dasarnya berupa akta kelahiran. Menteri Sosial RI periode 2014-2018 itu juga meminta pemerintah setempat memberikan jalan dan memberi perhatian khusus terhadap mereka.

“Akta kelahiran harus dipenuhi, saya berharap akan ada formula dimana anak-anak ini mendapatkan akta kelahiran. Terutama dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Mudah-mudahan ketemu formulanya yaitu sebagai anak negara. Jangan sampai stateless karena tidak punya identifikasi sebagai warga negara Indonesia,” harap Khofifah yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu.

“Akta kelahiran harus dipenuhi, saya berharap akan ada formula anak-anak ini mendapatkan akta kelahiran. Terutama dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil” (Foto: Tim KIP)

Kemudian, Pengasuh Pesantren, M Choirul Sholeh Effendy menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan dan perhatian Khofifah. Dia mendoakan pasangan nomor urut satu Khofifah dan Emil sukses, dan berhasil terpilih menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di Pilkada 27 Juni 2018, mendatang.

“Kami mendoakan dan berharap semoga perjuangan Ibu Khofifah berhasil. Semoga masyarakat Jawa Timur memilih Ibu Khofifah untuk memimpin Provinsi Jatim, mugi-mugi diridho Allah, Insyaallah,” ucap Kiai Sholeh.

Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti Bersaing Ketat

Dikutip dari hasil survei Litbang Kompas yang dirilis Senin (12/3/2018), keberadaan kedua nama pasangan yang maju di Pilgub Jatim ini terus bersaing ketat. Selisih tingkat keterpilihan Khofifah-Emil dengan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur sangat tipis, yakni 0,5 persen.

Khofifah-Emil elektabilitasnya di angka 44,5 persen, sedangkan Gus Ipul-Puti 44,0 persen. Selisih tipis itu lantaran kedua pasangan calon memiliki basis massa yang relatif sama, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Khofifah dan Gus Ipul juga mendapat perhatian besar dari calon pemilih karena dinilai sama-sama populer. Dan, selisih tipis ini terbuka peluang bagi keduanya untuk saling berebut unggul.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here