Gus Ipul Luncurkan Buku Capaian Dirinya, Taktik Jelang Pilgub?

0
49
"Saifullah Yusuf menyampaikan pengalamannya selama sembilan tahun mendampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Bertempat di RM Sari Nusantara di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyampaikan uraian terkait pengalamannya selama sembilan tahun bersama Gubernur Soekarwo, sebagai Wakil Gubernur, menata dan bekerja memperbaiki Provinsi Jawa Timur. Itu, oleh Gus Ipul -panggilan lekat Saifullah Yusuf di depan undangan dan media, Senin (15/1/2018).

Gus Ipul menyampaikan, pengalaman itu kemudian dituangkan menjadi sebuah buku yang diberi judul “Perubahan Berkelanjutan, Gotong Royong Memakmurkan Jawa Timur”. “Sebelumnya, buku ini telah diluncurkan diikuti ratusan mahasiswa serta civitas akademika di Fisip Unair (Universitas Airlangga) Surabaya, dan di hadiri sejumlah undangan. Kali ini sengaja dilakukan di tempat ini, untuk yang hadir hari ini,” terang Gus Ipul.

Disampaikan juga, saat peluncuran sebelumnya ikut haris di antaranya tiga narasumber yakni Dr Falih Suaedi Dekan Fisip Unair. Juga Dr Ahmad Rubaidi Dosen Ilmu Politik UINSA, serta Prof Dr Luthfiyah Nurlaela pengajar dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dikatakan, dalam buku tersebut tidak ada bahasa panggung atau politik. Buku tersebut juga bukan sarana politik karena bahasannya lugas dan enak untuk dibaca bagi siapa saja, khususnya yang ingin mengetahui soal Jawa Timur, termasuk selama sembilan tahun Gus Ipul mendampingi Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur.

“Saya berharap buku ini bisa dibaca oleh siapa saja, khususnya yang ingin mengetahui tentang Jawa Timur. Mudah-mudahan bermanfaat karena disertai data yang cukup lengkap,” ujar Gus Ipul saat ditanya soal ini buku setebal 165 halaman itu.

Dalam buku ini, Gus Ipul menunjukkan capaiannya selama hampir 10 tahun bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo, bekerja dan membangun Provinsi Jawa Timur. Beberapa kelemahan serta solusinya juga dipaparkan dengan runut dan jelas.

Gus Ipul “Perubahan Berkelanjutan, Gotong Royong untuk Memakmurkan Jawa Timur” (Foto: Tudji)

Isinya, profil dan tentang capaian Gus Ipul selama mendampingi Soekarwo memimpin Jawa Timur. Tentang buku itu, ada yang memuji kalau Gus Ipul adalah sosok yang punya keinginan kuat untuk maju, terus belajar dan setia selama dua periode mendampingi Soekarwo, tanpa ada sedikit pun muncul konflik.

“Ya, buku ini saya dedikasikan untuk semua masyarakat Jatim, semoga berkenan dan bermanfaat,” tambah Gus Ipul yang di periode Pilkada serentak ini kembali mencalonkan diri menjadi Gubernur Jatim didampingi Puti Guntur Soekarno, yang diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra.

Gus Ipul menjelaskan, dalam buku itu ia ingin menunjukkan birokrasi yang selama ini diterapkan adalah pamong praja yakni melayani dan bukan pangreh praja atau dilayani seperti yang banyak dilakukan para pejabat.

Diminta pendapatnya soal buku tersebut, seorang pengajar Ilmu Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Dr Ahmad Rubaidi mengatakan kalau buku yang berisi refleksi nyata serta progres report Gus Ipul selama dua periode menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur itu cukup lumayan dan memang perlu untuk dibaca.

“Gus Ipul menyadari posisinya sebagai wakil tidak memiliki kekuatan penuh yang kuat. Tapi di sini diulas gamblang capaiannya ditulis tidak meledak-ledak. Data juga disajikan lengkap, jadi menurut saya sangat menarik,” kata Rubaidi.

Gus Ipul kembali maju di Pilkada Jawa Timur berdampingan dengan Puti Guntur Soekarno, diusung PBK, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra”

Dari performa, Gus Ipul dinilai merupakan salah satu pejabat yang cenderung menampilkan kesederhanaan dan apa adanya. Jika mayoritas pejabat berbeda antara latar dan belakang panggung, namun tidak dengan Gus Ipul.

“Di Buku ini, saya melihat Gus Ipul sederhana. Buku ini empirik, bahkan di kehidupan sehari-hari kalau kita lihat dia (Gus Ipul) kesukaannya memakai baju putih. Artinya baju putih kan tidak ada yang mahal,” tambahnya.

Sementara, disisi pembangunan, buku ini juga mencoba membedah disparitas yang selama ini selalu terjadi di belahan dunia mana pun, tentang disparitas parsial, disparitas pendapatan dan disparitas lintas sektoral, dan lainnya.

Lewat tulisan di dalam buku itu, Gus Ipul juga menawarkan solusi jangka pendek, menengah dan panjang tentang upaya mengurangi disparitas yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gus Ipul menambahkan, buku yang diterbitkan oleh Airlangga University Press ini berisi catatannya selama mendampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Berisi catatan yang terus dikumpulkan dan kemudian ditulis dan disempurnakan untuk yang kemudian dicetak menjadi buku.

Dia menambahkan, bahwa pembangunan yang berlangsung di Jawa Timur dan untuk ke depan harus ada perubahan. Dan, melanjutkan dari apa yang telah dilakukan dan dari prestasi yang diperoleh pemerintah sebelumnya. “Intinya, perubahan yang akan datang harus bermodal dari kondisi hari ini,” kata Gus Ipul.

Melalui buku itu, Gus Ipul yang juga mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur itu juga ingin menunjukkan bahwa pembangunan di Provinsi Jawa Timur harus ada perubahan. Apa yang sudah baik akan dilanjutkan dan yang kurang baik akan terus diupayakan untuk dilakukan penyempurnaan.

“Intinya, perubahan harus dilakukan, menuju yang lebih baik. Masyarakat saat ini sudah sangat cepat berubah, maka pemerintah dalam melayani masyarakat juga harus berubah lebih cepat. Untuk melayani masyarakat, pemerintah harus berubah, lebih baik dengan cara berfikirnya maupun teknologinya,” terang dia.

“Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak, pasangan ini diusung oleh gabungan koalisi Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura, dan PAN”

Untuk diketahui, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai mendampingi Soekarwo sebagai wakil Gubernur Jawa Timur, dua periode. Kini suami Fatma itu, kembali maju untuk berlaga di Pilkada Jawa Timur berdampingan dengan Puti Guntur Soekarno yang diusung PBK, PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra. Sementara, rival tandingnya adalah Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak, pasangan ini diusung oleh gabungan koalisi Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura, dan PAN.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here