Gus Sholah Dukung Khofifah Cagub Jatim 2018

0
566
Pemimpin Ponpes Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid (tengah) saat bercengkerama dengan almarhum KH Hasyim Muzadi dan Pendiri Nusantara.news, Sigid Haryo Wibisono

Nusantara.news, Surabaya – Siapa sosok yang pantas untuk meneruskan tongkat estafet Gubernur Soekarwo yang akan habis masa kepemimpinannya selama dua periode membeanhi Jawa Timur. Cucu pendiri Nadhlatul Ulama (NU) KH Salahudin Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Sholah sepakat bahwa Cagub Jatim nanti datang dari kalangan nahdliyin.

Siapa yang dimaksud oleh Gus Sholah? Seperti diketahui bahwa ada empat tokoh yang berpeluang untuk maju di Cagub Jatim 2018 berlabel warga nadhliyin, ada nama Mensos Khofifah Indar Parawansa, petahana Syaifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Azwar Anaz dan ketua DPD PKB Jatim Halim Iskandar.

Dua sosok yang digadang-gadang maju di Pilgub Jatim 2018 berdasarkan leader opinion dan yang paling santer adalah Khofifah dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Namun, menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang ini adalah Mensos Khofifah yang dinilai paling ideal dan mumpuni.

Mengapa? Gus Sholah tak ragu lagi menyebut Khofifah karena sosok figur ini dianggap mempunyai kemampuan baik dari visi yang baik, menguasai permasalahan dengan baik dan misi yang baik pula. Semuanya terkonsep dengan baik, bukti nyata adalah Khofifah merupakan bagian dari kabinet kerja Jokowi saat ini.

“Warga Jatim mayoritas kan NU. Seharusnya dari dulu itu gubernurnya Jatim dari NU. Namun, karena banyak faktor, ya, sampai saat ini belum terwujud. Calon pemimpin itu harus memiliki kemampuan mengeksekusi, amanah dalam menjalankan tugasnya yang baik. Diikuti dengan intregritas yang baik pula,” ungkapnya.

Gus Sholah juga tak menampik munculnya beberapa nama Cagub Jatim seperti Gus Ipul yang juga merupakan datang dari kalangan nadhliyin, menurutnya, semua sah-sah saja dan akan semakin meramaikan pesta demokrasi karena banyak calon. Termasuk nama Tri Rismaharini yang merupakan walikota Surabaya juga masuk dalam bursa.

“Khofifah sudah teruji. Dia memang belum pernah menjadi kepala daerah, namun jika diamati sepak terjangnya selama ini, Khofifah mampu untuk menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Bahkan sudah teruji sebagai ketua umum ormas besar seperti Muslimat NU. Tak hanya itu,  sebagai menteri dia menteri yang cerdas dan pekerja keras,” lanjutnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here