Gus Sholah Minta Anies-Sandi Jaga Persatuan Bangsa

0
102

Nusantara.news, Jakarta – Jelang Pilihan Gubernur DKI Jakarta Putaran II yang akan berlangsung 19 April 2017, pasangan nomor urut 3 Cagub-Cawagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahudin Uno bertemu dengan salah satu tokoh ulama KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) di kediamannya di Mampang, Jakarta Selatan.

Gus Solah meminta, siapa pun yang bakal terpilih menjadi Gubernur nanti bisa mengemban tugas sebagai seorang pemimpin yang amanah dan mengutamakan kepentingan umum. Terutama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kondisi politik yang saat ini tidak menentu.

“Saya kenal Anies dan Sandi sudah lama. Ya, kebetulan kawan lama, bahkan mereka pernah menginap di Ponpes Tebuireng beberapa tahun silam. Kedatangan mereka untuk silaturahmi, nggak ada agenda khusus, hanya cerita-cerita pengalaman lama bagaimana beratnya mengikuti proses Pilgub DKI, kepala di bawah kaki di atas,” ujar Gus Solah kepada wartawan di kediamannya di Jalan Bangka Raya, No. 28, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Dalam pertemuan yang hanya berlangsung satu jamini, Gus Solah menyampaikan kepada Anies-Sandi untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, terutama dalam proses Pilgub DKI Jakarta. Bangsa Indonesia, khusunya warga DKI Jakarta dharapkan hanya sampai terpecah belah karena dukungan kepada calon Gubernur.

Ditanya arah dukungannya dalam Pilgub DKI Jakarta, cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini tidak berkomentar banyak. “Pak Djarot juga pernah ke Tebuireng kan. Jadi dukungan itu kan tidak perlu diucapkan kepada publik. Yang penting saya mengenal dua kawan ini (Anies dan Djarot) sejak lama,” sebut Gus Solah.

Menurutnya, warga DKI Jakarta sudah sangat pintar memilih gubernur yang dianggap amanah dan mampu mengayomi warganya. “Saya pikir, sebagian besar orang kan sudah punya pilihan. Tinggal yang kemarin belum ikut memilih. Nah itu yang harus diperebutkan. Kedua kawan saya ini (Anies dan Djarot) sudah tahu caranyalah,” sambung Gus Solah.

Anies Baswedan saat dikonfirmasi wartawan menyatakan bahwa kunjungannya ke kediaman Gus Solah ini tak ada agenda khusus, melainkan hanya untuk silaturahmi. Sebelumnya dirinya pernah bertemu dengan Gus Solah namun tidak diliput oleh awak media.

“Tadi membicarakan banyak hal, tapi kita ingin agar nanti Pilkada di Putaran kedua ini berjalan dengan jujur, berjalan dengan adil, dan demokratis. Dan kita ingin kebersamaan.Tadi beliau berpesan agar masalah kebersamaan dan persatuan dijaga. Insya Allah kami akan jaga amanat itu,” jelas Anies.

Dalam pertemuan tersebut, Cawagub Sandiaga juga sempat bernostalgia tentang program santripreneur yang pernah digagasnya di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Dia bangga mendengar bahwa akan dibuat museum dari program tersebut.

“Pendidikan itu adalah hal yang sangat terpenting dan bagaimana kita juga di KJP Plus itu mengingklusi pesantren. Itu tadi yang kita bahas. Pemikiran itu pertama kali diutarakan oleh ayahnya Gus Solah, KH Wahid Hasyim, dan juga buah pemikiran dari KH Hasyim Asy’ari,” pungkas Sandiaga.

Masalah persatuan dan keutuhan bangsa ini juga menjadi perhatian kalangan akademisi. Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Moch Bisri juga pernah berpesan kepada kedua kandidat Cagub dan Cawagub DKI Jakarta jika nanti terpilih agar bisa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah kondisi politik yang tidak stabil ini. “Siapa pun nantinya yang jadi gubernur harus mengutamakan persatuan dan kebhinekaan. Yang sama jangan dibeda-bedakan, dan yang beda jangan disama-samakan,” jelasnya kepada Nusantara.news. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here