Gus Sholah: NU Harus Istikamah Lanjutkan Perjuangan KH Hasyim Muzadi

0
136
Jpeg

Nusantara.news, Kota Malang – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid sangat berduka cita atas meninggalnya ulama besar sekaligus tokoh nasional, KH Hasyim Muzadi. Hari ini, dia datang ke ruiah duka.

“Kami kehilangan sosok ulama besar. Khususnya kalangan NU dan umat Islam pasti kehilangan sekali,” kata kyai yang akrab di sapa Gus Sholah ini, Kamis (16/3/2017)

Salahuddin mengaku sudah lama tidak berkomunikasi langsung dengan KH Hasyim. Apalagi pada saat terakhir kondisinya menurun, beberapa bulan lalu.

KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) memberkan sambutan pelepasan Jenazah KH Hasyim Muzadi mewakili pihak keluarga. Pelepasan dilakukan di depan Masjid yang berada di Kompleks Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Kota Malang.

Suasana hening saat salam terucap dari bibir KH Sholahudin Wahid, sebagai tanda dimulainya upacara pelepasan jenazah oleh keluarga dan santri.

Dalam sambutannya Gus Sholah mengatakan, Hasyim Muzadi adalah tokoh yang tidak pernah lelah berjuang hingga akhir hayatnya. “Tokoh besar yang tidak pernah berhenti dalam perjuang bahkan hingga akhir hayatnya. Kita harus meneruskan perjuangan yang sudah dirintis KH Hasyim Muzadi,” katanya.

“Kita memaafkan segala kesalahan beliau. Semoga amalnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” sambungnya.

Gus Solah mengajak semua pihak termasuk kader NU untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, NU saat ini harus melihat bagaimana kondisi bangsa dan ke depannya seperti apa. “Sepeninggal KH Hasyim Muzadi, NU harus bisa berdiri di atas semua golongan, tidak boleh menjadi alat politik,” tutur adik kandung KH Abdurrahman Wahid ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here