Gus Sholah: Pilkada DKI Jakarta Pemicu Utama Krisis kebangsaan

0
440
Gus Sholah

Nusantara.news, Surabaya – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang KH Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Sholah memandang persatuan Indonesia saat ini mengalami masa-masa kritis, banyak gejala yang mempertentangkan antara Islam dan Keindonesiaan.

Dengan kondisi tersebut pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu menyampaikan rumusan “Pesan Kebangsaan Pesantren Tebuireng” agar damai serta tidak mempertentangkan Islam dan ke-Indonesiaan.

Gus Sholah, sapaan akrab KH Salahudhin Wahid, mengakui salah satu hal yang mendasari lahirnya pesan kebangsaan ini adalah timbulnya masalah politik, terutama karena Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.

Pemilihan Kepala Daerah di DKI Jakarta dinilai sebagai sumber utama pemicu krisis kebangsaan ini. Permasalahan kepentingan dalam Pilgub DKI Jakarta secara tidak langsung sudah menyeret ke permasalahan yang lebih luas, kisruhnya sudah level nasional.

“Ada kesan, yang mendukung Ahok bukan Islam. Sedangkan yang tidak mendukung Ahok bukan Indonesia. Itu dua-duanya keliru,” tegas Gus Sholah di Jombang dalam dialog bertajuk Pesan Kebangsaan Pesantren Tebuireng, Minggu (5/2/2017).

Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga menyatakan bahwa ke-Indonesiaan dan ke-Islaman yang semula dipertentangan ketika awal-awal kemerdekaan Indonesia telah dipadukan melalui Kementerian Agama.

“Bahkan, selama hampir 40 tahun setelah kemerdekaan, pertentangan itu masih ada. Dan, proses perpaduan itu mencapai puncak kematangannya pada 1984, saat NU menerima Pancasila,” ujar Gus Sholah.

Gus Sholah menilai konsep perpaduan Islam dan Indonesia saat ini sedang ada yang mencoba merenggangkannya. “Ironisnya, saat ini kita melihat ada gejala yang mempertentangkan lagi. Kalau sampai upaya untuk melonggarkan sendi-sendi itu terjadi, saya khawatir bangsa kita akan mengalami lagi turbulensi,” kata putra dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari ini.

Selain merespons situasi politik terkini, Gus Sholah juga menyoroti gejala ketidakadilan sosial dan ekonomi yang ada di tengah masyarakat. Juga jaminan hak dasar yang harus terus dipenuhi oleh negara secara bertahap. “Termasuk jaminan kebebasan beragama, perlu diterapkan secara utuh di dalam masyarakat,” kata mantan wakil Ketua Komnas HAM ini.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here