Gus Syaf Maju Pilbup Jombang, Nyono Akhirnya Punya ‘Teman Duet’

0
263

Nusantara.news, Jombang – Setelah menghilang tidak ada kabarnya, Kombes Pol Syafiin atau disapa Gus Syaf tiba-tiba muncul di Jombang. Di akhir bulan Desember Tahun 2017 ini, Gus Syaf yang pernah mengikuti penjaringan beberapa partai politik untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur, tampaknya optimis untuk maju dalam pemilihan bupati (Pilbup) Jombang.

Munculnya nama Gus Syaf ini membuat Pilbup Jombang makin dinamis. Betapa tidak, selama ini jelang pendaftaran pasangan calon di bulan Januari 2018, publik Jombang hanya diperkenalkan dengan dua kandidat saja, yakni Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (petahana) dan Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab (petahana) yang kini sudah pecah kongsi.

Baca juga: Pilkada Jombang Bakal Seru, Nyono-Mundjidah Pecah Kongsi

Saat ini Gus Syaf mengklaim sudah mendapatkan rekomendasi untuk meramaikan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Salah satu perwira menengah asli kota santri ini menyatakan kesiapannya meramaikan bursa Pemilihan Bupati Jombang 2018.

Sebelumnya perwira menengah yang berdinas di Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berpangkat Komisaris Besar (Kombes). Dia gagal mendapatkan rekom dari partai politik saat maju di Pilgub Jawa Timur.

Menurut Gus Syaf, pihaknya telah bertekad meninggalkan kedinasan untuk menjadi peserta dalam pemilihan kepala daerah. Sehingga telah mengajukan proses pengunduran diri dari kedinasan sebagai salah satu syaratnya sejak enam bulan lalu. “Sejak bulan Juli lalu sudah mengajukan surat pengunduran diri,” ungkapnya kepada awak media di salah satu lobi hotel di Jombang, Rabu (27/12/2017).

Setelah gagal di Pilgub Jatim, Kombes Pol Syafiin atau disapa Gus Syaf memilih maju di Pilbup Jombang 2018.

Ditambahkan, secara hirarki mulai dari satuan hingga Kapolri Tito Karnavian, dirinya meminta restu untuk maju dalam pemilihan kepala daerah. Akan tetapi pimpinan Polri masih mempertimbangkan terhadap anggota yang maju dalam pemilihan kepala daerah. “Intinya saya sudah mengajukan pengunduran diri untuk keperluan pencalonan. Dan saya juga kebetulan asli putra daerah (Jombang),” terangnya.

Wujud keseriusan Gus Syaf maju dibuktikan dengan membawa visi dan misi dalam rangka persiapan Pilkada. “Insya Allah siap, dan jika rakyat menghendaki. Karena mengabdi (pada masyarakat) tidak hanya di jalur kepolisian saja. Saya sudah pernah menawarkan beberapa program kerja ke beberapa partai politik di antaranya sambang desa dengan Jumat keliling alias wajib sholat Jumat, dan transparansi anggaran,” bebernya.

Terkait beredarnya rekomendasi dari PDI-P yang sudah turun kepada dirinya sebagai modal pencalonan seperti kabar yang berkembang akhir-akhir ini, Gus Syaf mengaku belum mengetahui soal kepastian tersebut. “Soal itu (rekom) yang berhak menjawab tentunya partai (PDI-P), yang jelas dulu pernah mendaftar melalui beberapa partai di Pilkada Jawa Timur,” tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Jombang, Marsaid mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan bukti fisik rekomendasi dari pusat. “Belum menerimanya, semua memang punya peluang namun sampai sekarang belum mengarah kepada siapa pun bakal calon,” tuturnya melalui sambungan seluler kepada wartawan.

Sebelumnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat secara resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati (Bacbup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacabup). Dari pembukaan itu, setidaknya ada lima orang yang sudah komunikasi dengan Partai Demokrat untuk mendaftar sebagai Bacabup dan Bacawabup Jombang.

Pada hari pertama, Mundjidah Wahab (Wakil Bupati Jombang) melalui Sekretaris DPC PPP Jombang, Jakfar Shodiq mengambil formulir pendaftaran. Bu Mun, panggilan akrab Mundjidah Wahab mengambil formulir untuk mendaftar sebagai Bacabup Jombang 2018 melalui Partai Demokrat.

Bu Mun mendaftar di Partai Demokrat karena tidak ada satu pun partai politik yang bisa mengusung calon sendiri. Dengan demikian, semua Parpol harus berkoalisi untuk mendapatkan tiket mengusung cabup-cawabup.

Selain Bu Mun, juga ada 4 orang lagi yang sudah berkomunikasi untuk mendaftar melalui partainya. Keempat orang itu yakni Abdul Khodir, Kombes Syafiin (Gus Syaf), Ahmad Rifa’I (pengacara), dan Sumrambah.

Adapun mekanisme penjaringan di Partai Demokrat, hasil penjaringan dilakukan di Kabupaten/Kota akan disampaikan kepada DPD Jatim. Selanjutnya, DPW Jatim akan mengirimkan hasilnya ke DPP partai Demokrat.

Untuk diketahui, Partai Demokrat memiliki 6 kursi di DPRD Kabupaten Jombang. Dengan demikian, partai berlambang mercy ini butuh berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung Cabup-Cawabup. Hal ini juga sama bagi seluruh partai politik di Kabupaten Jombang.

Nyono Disandingkan Subaedi

Sementara itu teka-teki siapa diantara tiga kader terbaik DPC PKB Jombang yang bakal disodorkan mendampingi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko untuk maju pada pemilihan Bupati Jombang 2018 mendatang terjawab sudah.

Pada Selasa (26/12/2017), DPC PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Jombang secara resmi menyodorkan nama Subaedi Mukhtar menjadi calon wakil bupati mendampingi Nyono. Hal itu disampaikan Masud Zuremi Ketua DPC PKB Jombang. “Pak Subaedi Muktar dipilih sendiri oleh Ketua DPD Golkar Jawa Timur untuk mendampinginya dalam Pilbup Jombang,” tutur Masud.

Ia menegaskan jika Nyono tidak begitu saja memilih, namun berdasarkan survei yang dilakukan terhadap ketiga kandidat yakni Masud Zuremi, Munir Alfanani, Subaedi Muktar.

“Dari survei tiga nama, selanjutnya dilakukan ikhtiar lahiriyah dan bhatiniyah. Kemudian dari situ disampaikan kepada DPW Jawa Timur, bahwa yang muncul nama Pak Subaidi Muchtar dan nanti tidak bisa ditawar lagi,” urai Masud.

Disoal terkait rekomendasi dari PKB, Masud mengaku sudah tidak ada masalah. Pihaknya bahkan sudah laporkan hasil perkembangan politik jelang pemilihan bupati (Pilbup) Jombang ini kepada pihak DPP PKB.

Subaedi Muktar (tengah) dari PKB terpilih mendampingi petahana Nyono Suharli Wihandoko untuk maju pada pemilihan Bupati Jombang 2018 .

Saat ini pihaknya sudah melakukan komunikasi ke DPP PKB terkait dengan keputusan tersebut. Ia mengaku akan segera mengambil rekomendasi dari DPP untuk pencalonan keduanya pada Pilbup Jombang yang digelar Juni 2018 mendatang.

“DPP akan segera mengeluarkan rekomendasi Nyono Suharli dengan M Subaidi Muchtar. Karena sudah mengerucut ke satu nama dan sudah berpasangan, maka rencananya hari ini pengambilan rekom ke pusat. Masalah rekom tidak ada masalah karena sudah disuruh ngambil. Untuk itu kita sosialisasi, setelah ada komunikasi politik dengan Bacabup Nyono Suharli,” urainya.

Masud juga mengklaim, pasangan Nyono-Subaedi akan didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Golkar, PKB, PKS, PAN, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Sedangkan untuk PDI Perjuangan, Masud tidak berani memastikan karena itu tergantung pengurus partainya masing-masing.

“Insya Allah akan didukung oleh Partai Golkar, Hanura, PKB, PAN, PKS dan Nasdem. Kalau PDI Perjuangan mau mengusung calon sendiri itu hak mereka sebagai partai besar,” terangnya.

Selain mengurus rekom, Masud mengaku partainya akan segera sowan kepada para kiai-kiai yang ada di Jombang. Tidak hanya itu, penetapan Subaedi sebagai satu-satunya sosok yang ditawarkan PKB sebagai Cawabupnya Nyono juga akan disosialisasikan kepada pengurus ranting dan anak ranting se-Jombang.

Usaha lain yang akan dilakukan PKB yakni mengadakan sosialisasi pasangan Nyono-Subaedi pada berbagai lapisan masyarakat. Hal ini guna memenangkan pasangan ini. Selain itu, kedepan PKB Jombang juga akan membentuk relawan dan tim pemenang pada setiap desa.

“Mulai hari ini kita silaturahim kepada para kiai-kiai dan akan turun ke ranting dan anak ranting. Tujuannya mensosialisasikan pasangan ini dan membentuk tim relawan serta pemenang,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here