H+2, Tol Palimanan Padat Merayap

0
56
Tol Palimanan arah Brebes padat merayap, kepadatan terutama terjadi di puntu tol

Nusantara.news, Cirebon – Setelah pada hari H dan H+1 Idul Fitri, tol Palimanan arah Brebes padat merayap. Kepadatan terutama dipicu oleh keluar masuk kendaraan di rest area Palimanan.

Laporan pandangan mata Nusantara.news menunjukkan, pada hari H lebaran, tol Palimanan boleh dibilang sebagai stage kemacetan kedua setelah tol Jakarta-Cikampek. Sementara kemacetan stage ketiga adalah di tol Brebes Exit (Berxit).

Ribuan kendaraan harus bersabar mengantre untuk melintasi wilayah Cirebon arah Jawa Tengah tersebut. Kecepatan rata-rata yang bisa dipacu antara 20 km hingga 50 km. Bahkan pada hari H, benar-benar mengalami stagnasi hingga 10 km selama 4 jam.

Namun aparat kepolisian berhasil mengurai kemacetan dengan melakukan penarikan kendaraan dan pola buka tutup di daerah padat.

Sementara pada H+2 lebaran, meskipun sedikit lengang, masih terjadi kemacetan pada jam-jam tertentu. Hal ini masih dipicu oleh kendaraan yang keluar masuk di rest area tol Palimanan.

Sedangkan pada H+3 lebaran, suasana tol palimanan mulai padat merayap, kecuali di pintu tol Palimanan ada antrean hingga 2 km pada saat pembayaran di pintu tol.

Menurut Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra, kendaraan roda empat yang melalui GT Palimanan dari Jakarta menuju Jateng pada Selasa, dini hari pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 13.747 kendaraan. Tiga jam berselang arus kendaraan mulai menurun hingga tercatat hanya 6.920 unit hingga pukul 09.00 WIB.

Pada H+2, lanjutnya, peningkatan kendaraan mulai terjadi memasuki siang hari yakni 7.838 kendaraan pada pukul 09.00 WIB-12.00 WIB, 8.266 kendaraan pada pukul 12.00 WIB-15.00 WIB, 7.722 kendaraan pada pukul 15.00 WIB-18.00 WIB, dan 6.003 kendaraan pada pukul 18.00 WIB-21.00 WIB.

“Untuk gate menuju Jateng dibuka hingga 19 loket dan enam loket untuk menuju Jakarta,” katanya.

Sementara di jalan arteri Indramayu arah Cirebon pada H+3 terlihat masih padat walau masih mengalir. Kendaraan yang umumnya berasal dari Jakarta masih memanfaatkan H+3 untuk mudik lebaran, sementara beberapa diantaranya adalah mereka yang sudah tiba di sekitar Indramayu-Cirebon pada lebaran hari H dan H+1.

Manajemen transportasi di jalan arteri terlihat lebih ringan dibandingkan di jalan tol, karena mayoritas (60%) kendaraan asal Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi melewati jalur tol. Menurut Risto, hanya sekitar 30% kendaraan roda empat yang mau melewati jalur arteri. Sementara sisanya 10% melewati jalur tengah dari Cikampek ke arah Jawa Tengah.

Sebagian besar jalur arteri Indramayu-Cirebon dilalui oleh kendaraan roda dua dari Jakarta. Sesekali terjadi kemacetan, terutama di pasar tumpah, penyeberangan jalan, dan traffic ligth. Jika sudah terjadi kemacetan total, aparat melakukan penarikan-penarikan, pengalihan jalan hingga manajemen buka tutup.

Risto memperkirakan kondisi jalur Cirebon akan kondusif setelah H+4 lebaran, sementara arus balik diperkirakan akan mulai ramai pada Rabu (28/6). Klimaksnya diperkirakan akan terjadi pada Sabtu dan Ahad.

Polresta Cirebon sudah menyiapkan strategi mengurai lalu lintas arus mudik, terutama di jalur tol agar kendaraan yang datang dari Jawa Tengah bisa mengalir ke arah Jakarta dengan lancar.

“Karena jadwal liburannya panjang, mudah-mudahan akan lebih terurai,” jelasnya.[]

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here