Habib Rizieq Dipastikan Batal Hadiri Tabliqh Akbar di Surabaya

0
1218

Nusantara.news, Jakarta – Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur menyatakan bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dipastikan batal menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Al-Falah Surabaya Sabtu (28/1/2017). Mengapa Rizieq gagal hadir? Apakah karena ancaman beberapa elemen yang menolak kehadirannya atau karena alasan lain?

Sekretaris Jenderal GUIB Jawa Timur Ustad Yunus saat dikonfirmasi wartawan mengiyakan soal informasi bahwa Habib Rizieq batal hadir ke Surabaya. Ia membantah batalnya Habib Rizieq karena ancaman terkait penolakan Imam Besar FPI tersebut, tapi yang bersangkutan pada hari yang sama ada kegiatan di Lombok.

“Yang kami undang itu adalah Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF)-MUI sebanyak dua orang. Silakan yang datang siapa itu terserah GNPF-MUI. Yang sudah konformasi hadir adalah Ustadz Bachtiar Nasir. Satunya bisa Ustadz Munarman, Ustadz Zaitun atau lainnya,” jelas Yunus Rabu (25/1/2017).

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris MUI Jatim mengungkapkan juga menambahkan bahwa Habib Rizieq memang tak mengkonfirmasi soal kehadirannya di Surabaya. “Beliau pada hari yang sama ada kegiatan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Saya malah heran kok sudah ada penolakan kedatangan Habib Rizieq di Surabaya. Padahal, beliau memang tidak konfirmasi hadir, bukan karena adanya penolakan,” tukasnya.

Tabiqh Akbar yang berlangsung 28 Januari 2017 pada pukul 07.00 hingga 12.00 akan dibuka dengan seni hadrah. Acara ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak Jumat (27/1/2017) malam hingga Sabtu (28/1/2017) yakni dilakukan sholat malam hingga menjelang subuh.

Sebelumnya, penolakan terhadap kedatangan tokoh GNPF-MUI Habib Rizieq sudah marak di Surabaya. Bahkan Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana meminta kepada semua kadernya untuk merapatkan barisan dan bersama-sama mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar Pancasila dari pihak-pihak yang diduga ingin merubah dan memecah belah bangsa.

Deklarasi “Mimbar Rakyat Untuk Menjaga NKRI dan Kebhinekaan” yang digelar tujuh hari terakhir Sabtu (28/1/2017), adalah untuk menindaklanjuti seruan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto yang mengatakan siap berhadapan dengan Front Pembela Islam (FPI).

Sementara Polda Jawa Timur bersikap tegas untuk menangkal semua isu yang terjadi di wilayahnya. Untuk mencegah hal-hal yang sifatnya menimbulkan bentrok, Polda mengimbau kepada Imam Besar FPI ini untuk sementara membatalkan kedatangannya ke Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera saat dikonfirmasi menyatakan siap untuk melakukan perencanaan pengamanan Tabliqh Akbar yang digelar Jumat (27/1/2017) malam sampai dengan Sabtu (28/1/2017) siang.

“Kami akan melakukan pengamanan baik untuk yang pro maupun yang kontra. Jumlah personil sedang disusun karena sifatnya insidentil, yang jelas kami akan libatkan Polrestabes, Brimob dan Polres wilayah sekitar Mojokerto dan sekitarnya,” ujar Barung, Rabu (25/1/2017).

Barung juga menambahkan, alasaan imbauan Imam Besar FPI untuk tidak merapat ke Surabaya, karena kondisi dan situasinya berbeda serta menghindari bentrokan massa yang lebih besar.

Namun, jika tetap memaksa hadir, Polda Jatim siap mengawal kemanan kegiatan tersebut. Hanya saja dia meminta panitia acara menyampaikan perihal kegiatan itu ke pihaknya. “Memang dalam aturan UU No 9 tahun 1998 tidak ada aturan kegiatan keagamaan untuk melapor. Tapi khusus kegiatan ini kami minta supaya dilaporkan,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here