Hadapi Persaingan, IKM Harus Tingkatkan Kualitas

0
128

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas pelaku industi kecil menengah (IKM) agar mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif. Di antaranya, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemprov memberikan sertifikat berstandard ekspor kepada 450 pelaku IKM.

“Selamat kepada IKM yang memperoleh sertifikat dari Disperindag. Tolong usahanya terus dikembangkan. Kalau sungguh-sungguh Anda akan menjadi pengusaha besar,” ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo di acara penyerahan sertifikat IKM Berstandar Orientasi Ekspor untuk menghadapi MEA yang di gelar di Dyandra Convention, Surabaya, Jumat (17/3/).

Pakde Karwo memberikan fasilitasi sertifikat berupa Sertifikasi Produk Pengguna Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI),  barcode, sertifikasi ISO, batikmark, merek, cipta, desain industri dan uji produk kepada industri di Jatim. Pemberian fasilitasi standardisasi ini telah diberikan kepada 1.058 IKM sepanjang tahun 2016.

Ia menyebutkan, dengan diserahkannya sertifikat ekspor kepada IKM, akan menjadi titik awal untuk dapat lari lebih cepat dalam memasarkan produknya hingga seluruh negara terutama yang ada di wilayah ASEAN.

Hal yang sangat mendasar, lanjut Pakde Karwo, pasar internasional memerlukan pengakuan dalam bentuk standardisasi. Standardisasi yang dimaksud adalah dalam bentuk sertifikat ISO, sertifikasi barang hingga label SNI.

Menurutnya, cara berfikir yang dilakukan oleh IKM di Jatim sudah bagus. IKM terlebih dahulu mengejar standardisasi dengan tujuan untuk dapat memperluas pemasaran produk di pasar domestik maupun internasional.

Akan tetapi, standardisasi  yang dilakukan di Jatim belum optimal dikarenakan banyak pengusaha IKM yang belum memahami dan memperoleh pengetahuan tentang cara memperoleh standardisasi. Untuk itu, dalam waktu dekat pemerintah akan memberikan sosialisasi agar IKM yang ada di daerah dapat terlayani.

“Kami akan menyediakan help desk atau tempat untuk melayani dan memberitahu cara memperoleh sertifikat standardisasi. Tempat layanan seperti ini harus diperbanyak. Jika perlu nantinya akan tempat layanan ini bisa bergabung dengan Dispenda dalam penyediaan layanan standardisasi di daerah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Pakde Karwo juga meminta kepada IKM, untuk terus berinovasi dalam hal kemasan. Kelemahan dari pengusaha IKM terletak di kemasan. Meskipun produknya bagus, namun jika kemasannya kurang menarik akan berpengaruh terhadap penjualan.

“Kita harus kampanye besar-besaran dan memberikan pengetahuan kepada IKM cara untuk mengemas suatu produk seperti apa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi Nasional Prof. Bambang Prasetya mengaku bangga atas perhatian dari Pemprov Jatim kepada pelaku usaha khususnya IKM. Jatim, di mata provinsi-provinsi lain, telah menjadi role model dalam pembinaan IKM-UMKM.

Jatim juga terus berupaya memberikan pelayanan sertifikasi kepada pelaku IKM. Tidak hanya itu, dukungan dari UPT yang tersebar sesuai potensi daerah memberi nilai tambah dari keberhasilan IKM yang ada.

“Jatim dikenal menjadi kekuatan ekonomi nasional setelah Jakarta dan terus berupaya memberi penguatan ekonomi melalui perdagangan dalam negeri,” ungkapnya.

Kepala Disperindag Jawa Timur Ardi Prasetiawan menambahkan, kegiatan yang dilakukan adalah membantu IKM dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap standart mutu produk yang dihasilkan. Dengan diberikan sertifikat, itu untuk meningkatkan daya saing IKM di pasar domestik maupun internasional.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here