Halal Bi Halal NU-Muhammadiyah Malang Ukhuwah Membangun Bangsa

0
81
Halal Bihalal NU-Muhammadiyah, di Graha Cakrawala UM (Sumber: Yoga MT)

Nusantara.news, Kota Malang – Kali pertama terjadi di Indonesia agenda Hala bi halal ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Malang. Dua ormas Islam terbesar di Indonesia itu pun  larut dalam keguyuban di Graha Cakrawala Universitas Negri Malang (UM) pada, Minggu (6/8/2017).

Ribuan massa nampak berbondong-bondong datang dengan guyub ke lokasi. Dengan membawa tema ‘Meneguhkan Ukhuwah dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). demi terwujudnya Islam Rahmatan Lil Alamin, dimulai dari NU-Muhammadiyah Daerah Malang ingin menjalin hubungan harmonis demi terciptanya kesejahteraan NKRI.

Ketua Panitia Pelaksana halal bi halal, M Sulton mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan hal yang positif. ”Ini adalah sebuah momen yang indah, 2 ormas terbesar islam bertemu dalam agenda halal bi halal, perlunya keberlanjutan untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan lil Alamin.” pungkasnya kepada Wartawan, Minggu (6/8/2017).

Terlihat sejumlah tokoh mulai dari pemuka agama dua organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia itu tokoh-tokoh tersebut di antaranya yakni Ketua NU Kota Malang Gus Isroqunnajah dan KH Chamzawi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang Abdul Haris dan beberapa pimpinan organisasi sayap dari NU-Muhammadiyah.

Tak ketinggalan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang pun datang dalam agenda halal bi halal tersebut yakni, Wali Kota Malang Moch. Anton, Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, Wakil Wali Kota Malang Sutiaji.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol Inf Nurul Yaqin, Kepala Kejaksaan Negeri Malang Joko Irianto, dan Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan juga turut menghadiri agenda tersebut. Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga tak mau ketinggalan untuk hadir pada momentum besar yang bersamaan menjelang Pilgub Jatim 2018 mendatang tersebut.

Beberapa jajaran petinggi universitas yang ada di Malang pun turut menambah kehadiran figur publik yang datang dalam agenda halal bi halal tersebut, di antaranya yakni Rektor Universitas Negeri Malang Prof Dr A.H. Rofiuddin sebagai sahibul bait, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Masykuri Bakri, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Prof Dr Abdul Haris.

Suasana menjadi syahdu ketika suara peserta halal bi halal Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menyatu dalam lagu Indonesia Raya yang di kumandangkan dengan semangat gegap gempita. Hal tersebut menampakan sebuah semangat untuk membangun sebuah negara yang dama meskipun dalam unsur perbedaan.

Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars NU ‘Syubbanul Wathon’ dan Mars Muhammadiyah ‘Sang Surya’, tidak secara elektoral sendiri-sendiri masing-masing ormas menyanyikan, namun banyak dari kalangan Muhammadiyah hafal Mars NU, begitupun sebaliknya kalangan NU yang hafal lagu ‘Sang Surya’ dari Mars Muhammadiyah.

Seperti yang diutarakan Walikota Malang, M Anton yang sempat mengikuti irama lagu Mars Muhammadiyah. “Meskipun saya kader NU, saya juga hafal lagu Sang Surya dari Mars Muhammadiyah, itulah makna saling mengenal satu sama lain.” ujarnya kepada Wartawan, Minggu (6/8/2017).

Semangat Ukhuwah Membangun Bangsa

Sesuai dengan tema yang diangkat dalam Halal bi halal NU-Muhammadiyah yakni ‘Meneguhkan Ukhuwah dalam Bingkai NKRI demi terwujudnya Islam Rahmatan Lili Alamin’ dengan harapan terwujudnya ketentraman dalam berbangsa dan bernegara.

NU-Muhammadiyah merupakan salah satu Ormas Islam tertua di Indonesia yang keberadaanya sebelum Indonesia merdeka. Sepak terjang dan kontribusinya terhadap bangsa banyak dan berjasa mulai dari turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga mengawal kemerdekaan tersebut sampai kini.

Kedua ormas tersebut juga dapat dibilang saudara muda karena para pendiri NU-Muhammadiyah berasal dari satu rahim perguruan yang sama yakni, KH Syaikhona Kholil al-Bangkalani.

Walikota Malang, M Anton dalam sambutannya menuturkan, pihaknya begitu terkesan dengan momen yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini.  “Embrio kebersamaan NU dan Muhammadiyah sudah ada sejak bersama, semoga dalam pertemuan ini ada semangat untuk mempersatukan ukhuwah demi terwujudnya kesejahteraan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta yang hadir agar tidak mudah terpecah belah dengan provokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dengan gelaran akbar ini menunjukkan komitmen NU dan Muhammadiyah untuk mempertahankan NKRI. “Ini adalah wujud komitmen NU- Muhammadiyah untuk siap mempertahankan NKRI,” serunya.

Sementara itu, Ketua RAIS Syuriah PC NU Kota Malang, KH. Chamzawi menyampaikan halal bi halal antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, mampu menjadi penangkal paham radikalisme yang merusak moral dan pemecah kesatuan bangsa.

“Agenda seperti ini yang kita utamakan dan di istiqomahi untuk menjaga kekompakan antar ormas Islam di Indonesia, Toleransi dan kerukunan perlu dipupuk karena setia orang memilik kepercayaan masing-masing dan kita tidak bisa memaksakan apa yang kita percayai kepada seseorang,” terang Chamzawi.

Komitmen Melawan Kebodohan, Keterbelakangan dan Kemiskinan

Halal bi halal yang dilakukan NU-Muhammadiyah tidak hanya semata menjadi ajang sillaturahmi dan mempersatukan semangak ukhuwah islamiyah untuk membangun bangsa dan negara, melain juga terdapat komitmen misi untuk melawan kebodohan, keterbeakangan dan kemiskinan.

Indikator di atas merupakan permasalahan yang sangat mendasar di masyarakat, secara langsung menyangkut kesejahteraan rakyat. Oleh karenannya, permasalahan tersebut harus serius dan tegas disikapi untuk mengentaskannya.

Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang, KH Isroqunnajah dalam sambutannya di acara akbar halal bi halal Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menegaskan terkait permasalahan mendasar masyarakat. “Sesungguhnya musuh terbesar kita itu adalah kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan, hal itu yang harus kita lawan!” tandasnya.

Oleh karena itu, perlu komitmen bersama untuk mengentaskan permasalahan kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan tersebut. “Mulai dari Keluarga besar ormas ini kami berharap bisa mengentaskan permasalahan masyarakat tersebut,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Is tersebut.

Ia menjelaskan bahwa agenda halal bi halal tersebut bukan seremoni semata, melainkan selanjutnya akan ada banyak kerjasama antara dua ormas islam terbesar di Indonesia tersebut. “Nanti akan ada tindak lanjut pastinya, ada misi yang ingin kami capai bersama untuk bangsa dan umat!” tegas Gus Is.

Pihaknya menekankan, sesungguhnya perbedaan pendapat itu adalah hal yang biasa dalam tradisi NU-Muhammadiyah. Dirinya mengimbau agar jamaah dari kedua belah pihak tidak mudah untuk diadu domba dan dipecah belah. “Janganlah terlalu menonjolkan perbedaan, tapi persamaanlah yang harusnya kita cari,” pungkasnya.

Dengan diselenggarakannya agenda ini akan semakin mempererat semangat persatuan Ukhuwah Islamiyah NU-Muhammadiyah, meskipun di antarannya terdapat perbedaan, dan inilah Indonesia dengan latar belakang yang berbeda namun tetap bersatu dalam semangat bernegara.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here