Hanura Dukung Ipong Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim

0
75

Nusantara.news, Surabaya – Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, dipastikan semakin seru. Semua wilayah di Jatim juga dipastikan diliputi tanda tanya, siapa sosok yang akan keluar dan akan dipasangkan dengan bakal calon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Hingga hari ini Ipong Muchlissoni yang menjabat sebagai Bupati Ponorogo namanya semakin menguat digadang untuk bisa mendampingi Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang juga menjabat Menteri Sosial RI tersebut, untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Sementara, menyusul keputusan DPD Partai Hanura Jatim, untung mendukung Ipong dengan alasan pria asli Jatim ini memiliki pengalaman berpolitik.

Sekretaris DPD Partai Hanura Jatim, Warsito menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya untuk posisi cagub pendamping Khofifah ke partai koalisi, atau paling tidak yang dikehendaki oleh Khofifah. Namun terlepas dari itu pihaknya lebih mendukung Ipong sebagai pendamping Khofifah.

“Jujur saja, sebenarnya kami di Partai Hanura Jatim memiliki calon pendamping KIP, yaitu Kelana Aprilianto. Namun jika partai koalisi dan Bu Khofifah menghendaki Pak Ipong apa boleh buat. Tentu kita tidak bisa memaksakan kehendak. Toh, pak Ipong cukup bagus dan melihat pengalamannya di politik, saya optimis Pak Ipong cocok menjadi pendamping Khofifah,” tegas Warsito, Senin (20/11/2017).

Disisi lain, meski Ipong baru menjabat Bupati Ponorogo dua tahun, namun yang bersangkutan sudah berani maju untuk bertarung di Pilgub Jatim 2018. Ini harus ada keberanian dan keikhlasan untuk menjadikan Jatim lebih baik. Dan Ipong sangat berani memutuskan keputusan politik tersebut dan ini sangat beresiko tinggi bagi jabatannya sebagai bupati.

Terkait Partai Demokrat yang dinilai memaksakan kehendak terhadap Bupati Trenggalek, Emil Dardak, menurut Warsito hal itu tidak dapat dibenarkan. Artinya yang namanya koalisi tentunya harus meninggalkan ego sentris terkait kepemilikan kursi harus ditinggalkan. Namun, bagaimana mengusung calon yang dikehendaki oleh semua partai koalisi dan yang terpenting dikehendaki oleh Khofifah.

“Seharusnya Pakde Karwo (Soekarwo) sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tidak memaksakan kehendaknya. Dan harus mendengar keinginan partai koalisi sehingga dapat dibahas bersama-sama,” tegasnya.

Lanjut Warsito, lebih dari itu sosok Emil memiliki pengalanan dipanggung politik cukup minim dibanding Ipong. Dimana Bupati Trenggalek ini masih menjabat bupati satu tahun, begitu juga pengalamannya di politik masih belum terlihat. Termasuk kedekatannya di masyarakat dinilai juga belum terlihat. Terbukti beberapa waktu lalu, dirinya dilaporkan oleh masyarakatnya ke polisi.

“Tuduhan itu benar atau tidak, namun dengan adanya gugatan yang dilayangkan masyarakat ke Polda Jatim itu, maka secara otomatis publik menilai Emil sebagai sosok yang tidak dekat dengan rakyat,” jelasnya.

Untuk diketahui, nama Emil dan Ipong memang terus kejar mengejar, adu pamor yang keduanya oleh kelompok masing-masing pendukung digadang untuk bisa mendampingi Khofifah aduh kuat dengan pasangan bakal calon pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas.

Sebelumnya, nama Ipong juga diidolakan oleh Partai NasDem untuk maju Pilgub Jatim mendampingi Khofifah. Partai besutan Surya Paloh tersebut berharap kedua pasangan Khofifah-Ipong tersebut akan unggul di semua wilayah dan kultur dengan berbagai keunggulannya masing-masing.

Sementara, hingga saat ini kubuh Khofifah masih menunggu keputusan Tim 9 yang sebelumnya melakukan penjaringan dan verifikasi terhadap sejumlah nama. Kabar terbaru, tim yang dipimpin oleh Kiai Shalahuddin Wahid atau Gus Sholah telah menjalankan tugasnya, dan mengerucut menjadi dua nama. Namun, siapa saja mereka, tim yang terdiri para kiai dan ibu nyai itu belum mengumumkan.

“Tunggu saja, panjenengan semua (media) akan mengetahuinya,” ujar Kiai Asep usai mengikuti pertemuan tertutup di sebuah rumah di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Siwalankerto Surabaya, beberapa waktu lalu.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here