Hanya 29 Persen Setuju Pemecatan Direktur FBI James Comey

0
52
Presiden AS Donald Trump dan Direktur FBI James Comey / Foto VOA

Nusantara.news, Washington DC – Dalam jajak pendapat yang diselenggarakan oleh NBC News/Wall Street Journal, tercatat hanya 29 % responden yang setuju atas pemecatan Direktur FBI James Comey oleh Presiden Donald Trump pada Selasa (9/5) lalu.

Berbeda dengan Kapolri yang masa jabatannya asal tidak melebihi usia pensiun, Direktur FBI memiliki masa jabatan selama 10 tahun, lebih panjang dari masa jabatan Presiden AS yang hanya 4 tahun. Namun Comey yang baru menduduki jabatan 4 tahun dipecat oleh Trump.

Sebaliknya yang setuju pemecatan pun hanya 38 % dan sisanya mengatakan tidak tahu dengan alasan tidak mengikuti pemberitaannya. Namun diantara responden yang mengikuti pemberitaan, tercatat 53 % tidak setuju pemecatan dan hanya 33 % yang mengatakan setuju, sisanya 14 % abstain.

Saat memecat Comey hari Selasa (9/5), Trump pertama-tama mengatakan ia mendapat rekomendasi dari Jaksa Agung Jeff Sessions dan wakilnya Rod Rosenstein, bahwa Comey dipecat karena perannya dalam penyelidikan terhadap saingan Trump dalam pemilu presiden tahun lalu, capres Partai Demokrat Hillary Clinton, dan caranya menangani dokumen keamanan nasional lewat server email pribadi.

Tetapi pada akhir pekan ini Trump mengatakan ia berubah pikiran untuk memecat Comey apapun rekomendasi yang disampaikan dan memikirkan tentang “isu Rusia” ketika memutuskan untuk memecat Comey. Mantan direktur FBI itu memimpin penyelidikan terhadap kesimpulan komunitas intelijen Amerika bahwa Rusia ikut campur tangan dalam pemilu presiden tahun 2016 dan kemungkinan kolusi antara pembantu-pembantu Trump dan pejabat-pejabat Rusia.

Trump hari Sabtu (13/5) mengatakan direktur FBI yang baru mungkin akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan, tetapi siapapun yang dipilih tampaknya akan mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan yang sengit dalam sidang konfirmasi Senat, yang akan memakan waktu ketika sebenarnya orang yang ditunjuk seharusnya bisa secepatnya langsung memimpin di badan itu.

Beberapa anggota faksi Demokrat dan faksi Republik telah menyerukan pembentukan tim penyelidik khusus yang independen oleh Departemen Kehakiman, yang memang membawahi operasi FBI, untuk melanjutkan penyelidikan tentang Rusia itu.

“Kami bisa membuat keputusan yang cepat,” ujar Trump pada wartawan hari Sabtu, di dalam pesawat Air Force One, sebelum terbang ke Lynchburg, Virginia, untuk menyampaikan pidato wisuda di Liberty University. Ia mengatakan kemungkinan akan menunjuk seorang direktur baru FBI sebelum bertolak ke Timur Tengah dan Eropa hari Jum’at (19/5), lawatan pertamanya ke luar negeri sebagai presiden.

Hampir sepuluh orang sedang dipertimbangkan untuk menduduk posisi itu, termasuk beberapa jaksa, petugas penegak hukum dan anggota Kongres.

“Saya kira prosesnya akan bergerak cepat,” ujar Trump. “Hampir semua kandidat sangat dikenal.Intinya mereka telah dievaluasi sepanjang hidup. Tetapi sangat terkenal, sangat dihormati, orang-orang yang benar-benar berbakat dan itulah yang kita inginkan untuk FBI.’[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here