Harga Dipermainkan Tengkulak, Petani Bawang Merah Merugi

0
74
(Sumber: Beritadaerah)

Nusantara.news, Kota Batu – Beberapa petani bawang di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu mengeluh karena menurunnya harga bawang merah di pasaran. Diantara mereka menyebut bahwa fenomena ini terjadi karena ada indikasi permainan harga bawang di tengkulak yang seenaknya sendiri menciptakan harga dipasaran.

Hapri Ali, Salah satu petani bawang merah di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo tersebut mengungkapkan bahwa harga beli tengkulak berbeda jauh dengan harga jual bawang merah di pasaran. “Harga dipetani lebih dan sangat murah mas, ketika saya lihat dan pergi sendiri kenapa jadi sangat berbeda jauh bahkan sampai 2 kalipatnya,” ungkapnya kepada Nusantara.news, (4/5/2017).

Seperti yang diketahui, harga bawang merah  di pasaran dalam kurun satu bulan lalu bisa mencapai  angka Rp 24 ribu hingga Rp 33 ribu.“Sedangkan tengkulak dapat harga dari petani Rp 13 ribu perkilo,” jelas Hapri, ketika memberikan penjelasan ketika ia survei di Pasar Besar Kota Batu.

Pihaknya menduga kuat bahwa ini semua karena ulah tengkulak, dan para kartel yang seenaknya sendiri memainkan harga di kalangan petani merosot sedangkan harga di pasaran menjulang tinggi. “Kami juga tidak tahu kalau harganya sampai segitu padahal di kalangan petani hanya belasan ribu, maklum karena keseharian kami di ladang” pungkas pria berusia 64 tahun ini.

Berdasarkan pantauan pihak Disperindag pada akhir bulan kemarin, (30/4/2017), harga bawang merah dan putih dikatakan stabil.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, Bambang Kuncoro terkait harga bawang merah dan putih cukup terkejut akan informasi yang disampaikan oleh wartawan kepadanya. “Terakhir kami tahunya stabil, namun apabila memang fenomena tersebut benar adanya, maka nanti akan segera mengambil langkah dan upaya untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, terkait selisih perbedaan harga dari petani – tengkulak – pedagang dan konsumen, pihaknya akan segera melakukan antisipasi. “Kami akan secepatnya melakukan operasi ke pasar-pasar. Kami akan menindaklanjuti secara serius para oknum tengkulak nakal,” ujarnya kepada wartawan ketika ditemui di kantornya.

Turunnya harga bawang merah, secara langsung akan memengaruhi ongkos produksi petani. Oleh karena itu pihaknya berharap adanya perhatian pemerintah untuk menindak para pemain harga atau kartel bawang tersebut. “Pemerintah harus tanggap dan cepat untuk mengatasi permasalah ini, sebelum banyak yang dirugikan,” pungkas Hapri, petani Bawang Desa Tlekung.

Hapri berharap bahwa atas kondisi ini bisa kembali stabil karena apabila dibiarkan petani kecil yang akan rugi “Ya kalau bisa harga beli tengkulak ke petani juga naik mas, karena kalau tidak begitu kami petani kecil yang akan rugi,” tutup dia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here