Harga Kebutuhan Pokok Naik, Disdag Operasi Pasar Terintegrasi

0
136
Transaksi jual beli di Pasar Besar (Sumber: Humas Daerah)

Nusantara.news,Kota Malang – Menjelang bulan suci Ramadhan, kebutuhan pokok keseharian mulai merangkak naik secara perlahan. Meskipun ada juga beberapa harga yang turun, tapi rata-rata beberapa harag kebutuhan pokok naik secara perlahan. Ada beberapa oknum yang diduga memanfaatkan momentum lebaran untuk memonopoli dan mempermainkan harga, dengan menimbun dan lainnya, sehingga harga kebutuhan pokok menjadi naik.

Berdasar pada rilis Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO) itu di antaranya menyebutkan kenaikam terjadi pada beras, sayuran, hingga beberapa kebutuhan pokok lainnya. Terekap beberapa komoditas pokok mengalami kenaikan sebagai contoh harga sayur yang terekam dalam sistem, mengalami kenaikan.

Harga sayur Mayur, yang dibutuhkan keseharian,
rata-rata mengalami kenaikan. (Sumber: Siskaperbapo, Mei 2017)

Tidak hanya itu harga cabai yang sempat mulai stabil kini mengalami kenaikan kembali, dan juga harga bawang, atau bahan bumbu-bumbuan rata-rata mengalamai kenaikan perlahan. Namun, cabai keratin dan komoditas ikan asin dan ketela pohon tidak mengalami kenaikan.

Harga Cabai, Bawang dan bahan bumbu-bumbuan mengalami kenaikan perlahan
(Sumber: Siskaperbapo: Mei 2017)

Selain itu daging juga ikut mahal, dalam SISKAPERBAPRO daging ayam mengalami kenaikan, juga telur dan juga susu.

Harga Daging, telur dan susu mengalami kenaikan perlahan
(Sumber: Siskaperbapo: Mei 2017)

Kondisi ini kemudian mendorong Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang untuk melakuka operasi pasar untuk survei terait harga di pasaran. Disdag baru saja merilis harga beberapa kebutuhan pokok dari hasil survei di lima pasar, yaitu Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Oro-oro Dowo, Pasar Klojen, dan Pasar Madyopuro.

Namun apa yang ada dalam datatersebut terkadang tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan atau pada praktiknya, “Dengan dalih harga pasarnya berubah-berubah dari tengkulak, ada yang mencuri kesempatan untuk menaikan harga.” Kepala Dinas Perdagangan, Wahyu Eko kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

Bisa saja di data acuannya seperti itu, namun ketika di lapangan kenaikan harganya bahkan bisa sampai sekitar 10 persen dari harga aslinya “Contohnya kemarin, Setelah gelar operasi, ternyata ada kenaikan. Ayam yang awlanya seharga Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram. Saat saya tanya ke pedagang, katanya bisa sampai Rp 32.000 per kilogram,” jelasnya.

Operasi selanjutnya akan terus digelar, nantinya pihak Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar lanjutan Terintegrasi yang akan bersinergi dengan menggandeng pihak Kepolisian dan Bulog.

Pihak kepolisian membentuk tim khusus di bawah komando Satuan Reskrim Polres Malang Kota, yang beberapa waktu lalu menerjunkan beberapa anggotanya untuk menggambar kondisi pasar, serta mencari tahu permainan harga yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan tim yang akan membantu Pemkot Malang untuk mengantisipasi kenaikkan harga sudah siap. Tim itu akan menyasar pada pihak yang menimbun sembako. “Kami harap harga sembako tidka naik. Pengusaha jangan menimbun sembako,” tegas Hoiruddin.

Sementara itu di pihak Bulog melakukan gerakan stabilisasi harga pangan dengan membuka stand pasar murah yang juga dilakukan beberapa wajtu lalu di depan Kantor Bulog Sub-divre Wilayah 7 Malang, yang bertempat Jl Retawu 16, Kota Malang tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here