Hari Kebebasan Pers 2017, Aliansi Jurnalis Malang Serukan Stop Hoax

0
62
Hari Kebebasan Pers Internasional 2017 longmarch menuju Balai Kota Malang

Nusantara.news, Kota Malang –  Puluhan para jurnalis dari berbagai media di Malang yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Malang berunjuk rasa di depan kantor Balai Kota Malang. Mereka menggelar aksi memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional (World Press Freedom Day/WPFD) yang jatuh setiap tanggal 3 Mei, pada Rabu (3/5/2017).

Kawanan jurnalis Malang yang terdiri dari beberapa unsur baik online, koran, radio, dan juga pers mahasiswa turut meramaikan suasana aksi tersebut. Beberapa Elemen yang terlibat adalah AJI Malang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang, juga Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang.

Dimulai pukul 09.26 WIB dengan melakukan longmarch dari Jl Sultan Agung ke Balai Kota Malang. Membawa ratusan bunga, poster dan panji tuntutan menjadi perhatian bagi masyarakat dan pengendara yang melintas.

Dalam aksi tersebut, aliansi jurnalis malang meyerukan tiga seruan besar yakni menolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis, menolak monopoli dan intervensi media, juga melawan hoax yang merugikan masyarakat dan jurnalis.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang, Abdul Malik mengungkapkan bahwa hari ini mari kita bersama melawan ketidakadilan terhadp jurnalis “Di hari kebebasan pers ini, kami harus suarakan penolakan untuk segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Masih ada dan banyak bentuk-bentuk kekerasan terhadap jurnalis,” pekiknya dengan pengeras suara yang ia pegang.

Sementara itu, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Malang, Hayu Yudha Prabowo menjelaskan terkait tuntutan yang dilayangkan untuk kemudian menjadi komitmen bersama baik aaratur negara mulai dari Pemerintah Kota, DPRD, TNI, dan Kepolisian.

“Kami mengecam para oknum yang kerap melakukan monopoli, pembungkaman, pembredelan, dan intervensi media untuk segera ditindak sesuai dengan UU Pers,” ungkap Ketua PFI Kota Malang, Hayu Y Prabowo.

Secara tidak langsung pada catatan kekerasan yang terjad para jurnalis, sebanyak 71 kasus di Indonesia selama tahun 2016, dan ada 8 kasus pembunuhan yang belum terungkan dan juga selesai pengusutannya.

Ia menegaskan penjelasanya terkait infomasai penyebaran berita hoax yang viral hingga hari ini “Disini kami menekankan untuk melawan Hoax, tidak hanya kami namun elemen lain juga ikut berpartisipasi untuk melawan informasi yang menyesatkan tersebut, karena hoax tidak hanya merugikan jurnalis saja namun juga meresahkan masyarakat,” tegas Gogon

Penyebaran informasi yang hoax atau tidak benar adanya tersebut membuat masyarakat menjadi bingung dan kabur dalam melihat kebenaran, dengan informasi yang diplintir dan saling menyesatkan tersebut “tidak hanya itu, informasi hoax ini juga akan menyebabkan konflik horizontal di masyarakat,” tutup dia

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here