Hari Santri Nasional di Malang Diisi Shalawat Kebangsaan

0
109
Shalawatan para Santri (Ilustrasi)

Nusantara.news, Kota Malang – Sebuah kado dari para santri dan ulama dalam perayaan Hari Santri Nasional  (HSN) 2017, yang disematkan dan diperuntukan kepada negara, yakni Shalawat Kebangsaan, kerap disebut sebagai Shalawat Indonesia. Sholawat tersebut yang nantinya akan diajukan menjadi doa resmi negara bagi kalangan muslim.

Sholawat Indonesia merupakan usulan dari seluruh santri dan warga ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan atau tidak adanya doa khusus untuk kedamaian dan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia.

Pengasuh Ponpes Babussalam Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, KH Thoriq Darwis bin Ziyad menjelaskan, Sholawat Indonesia perlu untuk dipraktikan melihat kondisi situasi Indonesia saat ini. Dimana banyak permasalahan bangsa dan negara yang mengguncang dan bahkan memecah belah masyarakat.

“Melalui Sholawat Indonesia semoga semua elemen lapisan masyarat dapat bersatu dan membentuk suatu peradaban yang damai dan sejahtera,” pungkas pria yang akrba disapa Gus Thoriq tersebut.

Sholawat dideklarasikan di berbagai daerah, dan akan dijadikan tradisi di beberapa pesantren. “mulai dari pesantren yang ada di Jember, Tangerang, dan luar pulau Jawa akan kita deklarasikan juga berkenaan dengan HSN 2017. Pembaca sholawat tersebut akan masuk dalam Jamiah al Watoniah ini yang akan menjadi pelindungnya ” jelas Dia.

Shalawat Kebangsaan & Shalawat Indonesia

Sebelumnya, Wakil Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar juga pernah mempersembahkan sholawat dan syair- syair doa spesial yang sarat dengan harapan bagi bangsa dan negara, sejenis dengan shalawat Indonesia, pada momentum kemerdekaan Indonesia ke-72 pada Agustus 2017 lalu.

Namun, hampir sama dengan hal tersebut Gus Thoriq ingin bahwa sholawat tersebut untuk terus berkelanjutan dan sebagai tradisi pesantren yang memiliki jiwa Nasionalisme. “Besar harapan doa dan shalawat Indonesia untuk istiqomah dilakukan, karena permasalahan muncul tidak mengenal waktu dan kondisi. Oleh karenannya kita harus tetap terus berdoa,” jelasnya.

Ia menyoroti berbagai permasalahan yang timbul beberapa akhir ini “Salah satunya yakni isu disintegrasi bangsa yang marak akhir ini berkembang harus kita lawan dengan pemikiran dan tindakan, para santri harus mampu menghadapinya baik dengan sikap, tindakan dan doa. Doa itu akan lebih bagus kalau digabungkan dengan sholawat,” imbuhnya.

Sholawat Indonesia tersbut berisi untaian doa agar Indonesia menjadi bangsa yang aman dan tentram. Indonesia yang sudah aman ini, katanya, harus benar-benar bisa bebas dari perpecahan antar anak bangsa.

“Mudah-mudahan dengan doa  wasilah sholawat Indonesia ini Negara kita mampu menyeleseikan permasalahan dan persoalan bangsa. Agar terciptanya suasana bangsa negara yang aman, damai, dan sejahtera,” pungkas Gus Thoriq.

Sementara itu, Lurah Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kabupaten Malang,  Gus Muhammad Ridwan menuturkan bahwa sesungguhnya inti dari sholawat Indonesia tersebut sebagai untaian doa agar Indonesia terhindar dari berbagai macam mara bahaya dan musibah.

Selain itu, semangat nasionalisme juga harus digelorakan setiap individu santri. “Karena santri itu senengnya sholawatan, maka seperti cara Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbullah selalu mengkampanyekan Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta NKRI sebagian dari Iman).

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here