Hari Terakhir, Khofifah Mendaftar Calon Gubernur Jatim

0
202

Nusantara.news, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menyebut Khofifah Indar Parawansa yang saat ini menjabat Menteri Sosial RI di Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla akan mendaftar sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur, dimungkinkan di hari terakhir waktu penerimaan pendaftaran yang terjadwal di Partai Demokrat.

Jika itu benar, yang dilakukan menteri asli Surabaya itu menjawab keraguan sejumlah pihak, yang menyebut Khofifah tidak akan maju di Pilkada Jawa Timur 27 Juni 2018, yang ditafsirkan lantaran belum pasti mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi. Benarkah, tunggu saja.

“Sudah ada konfirmasi dan komunikasi, Ibu Khofifah dijadwalkan akan mendaftar di hari terakhir atau tepatnya 31 Juli 2017,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Maskur Rabu, (26/7/2017).

Maskur menambahkan, sejumlah orang dari tim Khofifah jauh hari telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pengurus di Demokrat Jawa Timur. Termasuk menanyakan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi sebagai persyaratan administrasi yang harus dibawa sebagai proses pendaftaran.

Artinya Khofifah Indar Parawansa akan mengambil formulir sekaligus mengembalikannya pada hari yang sama karena direncanakan akan membawa seluruh berkas persyaratannya, yang dibutuhkan. Maskur menyebut jika itu dilakukan di hari yang sama, tidak ada masalah.

“Asalkan semua salinan sesuai persyaratan administrasi yang ditentukan, apalagi pada hari terakhir pendaftaran,” terang Koordinator Divisi Pendaftaran, Administrasi dan Koordinasi Wilayah DPD Partai Demokrat Jawa Timur itu kepada wartawan usai menerima pengembalian kembali formulir oleh Nur Hayati.

Untuk pendaftaran dan pengembalian formulir di Partai Demokrat memang terbuka untuk umum, di mulai 12 Juli hingga 31 Juli 2017 sebagai batas akhir. Setelah itu, tahapan berikutnya dilakukan verifikasi. Hasil verifikasi kemudian diserahkan ke DPP Partai Demokrat di Jakarta dan dilanjutkan dengan dilakukan pembahasan di Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Ada sebanyak 19 poin yang harus dipenuhi oleh pendaftar yang akan maju sebagai bakal calon di Pilgub Jawa Timur. Di antaranya, daftar riwayat hidup, kelengkapan surat-surat pendidikan, ada juga surat berisi tentang pernyataan, melampirkan visi misi tertulis, juga menyertakan tayangan video profil diri yang akan maju sebagai kandidat bakal calon gubernur atau wakil gubernur.

Nama Khofifah Masih Diunggulkan 

Sementara, di sejumlah kesempatan saat menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial termasuk di berbagai daerah di Jawa Timur, Khofifah kepada awak media selalu mengatakan semua yang dilakukan masih checksound, belum memastikan maju atau tidak.

“Tunggu saja, ini masih checksound untuk menyamakan irama,” ujar Khofifah di Jakarta, pekan lalu.

Dicecar pertanyaan soal kepastian maju atau tidaknya di Pilgub Jawa Timur, wanita yang saat remaja punya cita-cita menjadi tentara itu menjawabnya datar, menunggu waktu dan saat yang tepat. Ketua Umum PP Muslimat NU itu mengaku masih menunggu waktu dan akan terus memaksimalkan tugasnya sebagai Menteri Sosial.

“Saya akan terus memaksimalkan tugas sebagai Mensos. Kalau Allah memberikan arah yang lain pada proses pelayanan dan pengabdian yang saya lakukan, kita tunggu waktu saja,” tegas wanita yang juga pengurus Yayasan Pendidikan Khadijah itu.

Kita tunggu saja. Jika benar pada 31 Juli 2017 nanti Khofifah datang ke DPD Partai Demokrat Jawa Timur, dipastikan langkahnya mendapat restu dari petinggi negeri ini, Presiden Joko Widodo. Selamat untuk Khofifah, semoga keputusan dan langkah anda menjadikan Provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik, khususnya perbaikan taraf hidup masyarakat Jawa Timur.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here