Hasan Aminuddin:  Khofifah Lebih Berpeluang Menang dalam Pilgub Jatim

0
342

Nusantara.news, Surabaya – Persaingan antarcalon gubernur menjelang pemilihan gubernur Jawa Timur seperti mengerucut pada beberapa nama saja, seperti Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, Abdullah Azwar Anas dan Tri Rismaharini. Politisi senior asal Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Hasan Aminuddin Hasan juga mengakui, sosok seperti Khofifah dan Saifullah Yusuf adalah tokoh kuat yang sepertinya sulit untuk dikalahkan. Maklum dari segi modal kepercayaan publik, keduanya sudah start lebih dahulu. “Terutama Khofifah, yang saya nilai sebagai kandidat terkuat untuk menuju Jatim-1,” katanya.

“Dari nama-nama itu, kita lihat sekarang siapa bacagub yang punya cukup modal partai dan modal finansial. Anggap saja Risma maju, PDIP punya 19 kursi dan butuh koalisi. Kemudian, Pak Halim Iskandar punya 20 kursi PKB. Artinya modal partainya cukup tanpa perlu berkoalisi. Sedangkan, Gus Ipul belum punya modal partai. Saya jelek-jelek begini punya modal partai, kita realistis saja,” sahutnya.

Hasan memperkirakan, peta persaingan politik untuk menuju Jatim 1 yang sudah mulai memanas ini akan  semakin kuat pasca-Pilkada DKI Jakarta, 19 April nanti.

Ketika ditanya apakah dirinya juga berniat bertarung dalam kontestasi politik tersebut, Hasan mengatakan belum memutuskan untuk maju dalam Pilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. Namun, mantan Bupati Probolinggo dua periode ini akan memastikan maju atau tidaknya pada Juli 2017 sembari melihat kekuatan masing-masing calon gubernur dan partai pengusungnya.

Seperti diketahui meski tak termasuk dalam nama-nama yang beredar, anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem ini masuk dalam bursa calon gubernur di Pilkada Jatim 2018. Namanya disandingkan bersama dengan Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Abdullah Azwar Anas dan Tri Rismaharini. “Lihat saja nanti. Saya baru akan memutuskan maju atau tidak pada bulan Juli nanti,” jelasnya kepada Nusantara.news, Jumat (24/3).

Menurutnya, banyak yang harus dipikirkan kembali untuk menjadi orang nomor satu di Jatim, selain dukungan dari masyarakat juga terkait dengan partai pengusung dalam Pilgub Jatim nanti. Selain itu harus punya modal besar untuk membiayai kampanye bakal calon gubernur, sehingga harus siap baik lahir maupun batin. “Jika punya modal politik ini, saya yakin bisa merebut Jatim 1,” tambahnya.

Saat ditanya apakah maju sebagai cagub atau cawagub?. Hasan menjawab dengan tegas, bahwa dirinya lebih cocok sebagai cawagub Jatim. “Saya mengukur baju yang pas buat saya apa, dan itu realistis saja. Karena NasDem hanya punya empat kursi DPRD Jatim. Jadi yang cocok buat saya sepertinya cawagub Jatim bukan cagub,” jelasnya.

Sementara itu DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo berharap bahwa di Pilgub Jatim 2018 nanti sebaiknya diikuti oleh beberapa pasangan calon. Sebab, jika hanya diikuti oleh dua calon maka akan terjadi persaingan head to head yang dapat membuat kondisi politik semakin panas. Menurutnya, banyak figur kuat di Jatim yang bisa di dorong untuk maju sebagai Cawagub seperti Khofifah, Halim Iskandar, Gus Ipul, Risma maupun Bupati Banyuwangi Anas.

“Saya berharap jangan hanya dua pasang calon. Kalau melihat jumlah partai saat ini idealnya kan lima tapi itu tidak mungkin. Ya, minimal tiga pasangan calonlah, biar banyak pilihan dan masyarakat bisa menilainya sendiri” kata Pakde Karwo, Jumat (3/3). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here