Hasan Aminudin: Di Pilgub Jatim, Bisa Muncul Tiga Pasang Calon

0
184

Nusantara.news, Surabaya – Hasan Aminudin anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPR RI mengatakan, di perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang, tidak akan terjadi munculnya calon tunggal. Menurut Hasan yang juga mantan Bupati Probolinggo itu, jika ada pengarahan kekuatan untuk menuju satu kekuatan partai politik atau juga menuju satu kekuatan calon gubernur, maka itu sama saja dengan “pemaksaan”.

Dia menyebut, untuk arahan yang dilakukan sesepuh para kiai Nahdlatul Ulama (NU), dengan “kekuatan Khittah” nya, maka itu mengingkari tradisi samina watho’na.

“Kalau berbicara 60 persen itu memang sebuah kekuatan. Tetapi apakah dengan kekuatan Khittah yang sekarang telah tiga generasi, dan kalau hari ini ada “Pemaksaan” oleh sesepuh NU untuk mengarahkan kepada satu kekuatan partai politik atau satu kekuatan calon gubernur, itu akan terdekradasi, karena ini bukan untuk urusan keagamaan. Jadi, bersatu bukan dalam urusan keagamaan. NU itu masa cair,” jelas Hasan.

Hasan kemudian menyebut selain ada Gus Ipul, di perhelatan Pilgub Jawa Timur nanti juga ada nama Khofifah Indar Parawansa. Hasan menambahkan, Khofifah dipastikan juga akan mendapat banyak dukungan partai politik untuk maju di Pilgub Jawa Timur. PDI Perjuangan juga punya potensi untuk menaikkan calonnya sendiri.

Mengapa calon tunggal mustahil muncul di Pilgub Jawa Timur? Karena SDM masyarakat Jawa Timur yang tidak sama dengan masyarakat provinsi lainnya, seluruh kekuatan partai akan berkoalisi mendukung calon yang menang, NU punya kekuatan 65 persen di Jawa Timur dan 30 persen kekuatan nasionalis, sisanya 5 persen kekuatan lainnya.

Hasan memprediksi Khofifah yang punya dukungan 90 persen parpol selain PKB, Demokrat dan PDIP. Sementara, Partai Demokrat dan PDIP juga diperkirakan belum pasti ke Gus Ipul.

“Sepanjang SK DPP belum di tangan calon, partai itu masih berpeluang mendukung calon lainnya. Selain Khofifah juga ada calon potensial dari PDIP, seperti Tri Risma. Prediksi saya ada 3 pasangan calon yang akan maju di Pilgub Jawa Timur,” tegas Hasan.

Hasan yang juga mantan Bupati Probolinggo tersebut menambahkan, untuk berjalan dalam proses pemilihan gubernur harus memiliki dua modal, politik dan finansial. Setelah dirinya ‘mengukur baju’ seperti modal politik dan modal finansial, Hasan menyadari tidak mungkin maju cagub Jawa Timur melalui modal politik, karena Partai NasDem hanya memiliki empat kursi di DPRD Jawa Timur.

“Kecuali ada skenario Allah yang membuat saya jadi cagub Jatim. Tapi kalau cawagub bisa. Tapi gandeng dengan siapa? Saya masih memperhitungkan menggandeng cagub yang menang. Yakni, harus kuat modal politik dan modal finansialnya. Kalau jadi, agar nanti nggak diombang-ambingkan oleh founding (pemodal) dan menjadi tersandera,” pungkasnya.

Untuk dukungan politik, Partai NasDem memang hanya menjadi sebuah partai di Jawa Timur sehingga, finansial yang dia miliki juga sangat realistis untuk bekal maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur.

Hasan memprediksi proses pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang akan diikuti dua pasang calon atau maksimal tiga pasang calon.

“Menurut saya, keberatan jika ada wacana calon tunggal untuk Pilgub Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, untuk memuluskan rencananya maju sebagai calon wakil gubernur, dia bersama pengurus DPW Nasdem Jawa Timur akan menjalin komunikasi dengan para calon gubernur lainnya. Dan, DPP Partai NasDem pasti akan menyerahkan ke struktur DPW Jawa Timur, siapa calon kuat dan punya potensi untuk menang.

Bagaimana Golkar Jawa Timur?

Sementara, usai menerima kedatangan Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dan Saifullah Yusuf di DPD Partai Golkar Jawa Timur, Kamis (8/6) Ketua DPD Partai Golkar Nyono Suharli saat ditanya kemungkinan munculnya wacana calon tunggal untuk Pilgub Jawa Timur, dia menyebut jika rakyat di Jawa Timur menghendaki bisa saja itu terjadi.

“Kita lihat saja, apakah rakyat Jawa Timur menghendaki atau mau menerima itu (calon tunggal),” kata Nyono usai menerima Abdul Halim Iskandar dan Saifullah Yusuf membahas Pilgub Jawa Timur.

Nyono menambahkan, semua nama yang masuk ke DPD Golkar Jawa Timur, semuanya akan diserahkan ke DPP Golkar. “Semua akan kita serahkan ke DPP, minimal ada tiga nama dan semua keputusan ada di DPP,” tegas Nyono.
Tidak ingin menduga-duga, melihat demografi masyarakat Jawa Timur yang majemuk, dengan berbagai latar belakang partai juga karakteristik wacana munculnya calon tunggal memang sangat berat. Namun, apa yang akan terjadi, perkembangan politik di Jawa Timur? kita tunggu saja.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here