Hasil Survei Unggulkan Anies-Sandi di Putaran Dua Pilkada DKI Jakarta

0
582

Nusantara.news, Jakarta – Menjelang Pilkada DKI putaran kedua, Media Survey Nasional (Median) merilis hasil survei yang dilakukan 21-27 Februari. Hasil survei menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi 46,3 mengalahkan pasangan Ahok-Djarot yang hanya 39,7.

Alasan responden memilih Anies ketimbang Ahok sebagian besar terkait dengan faktor kesamaan agama (27,1 persen), faktor anti-Ahok atau asal bukan Ahok (25,9 persen), dan faktor program Anies-Sandi (4,7 persen).

Sementara Lembaga Survey Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA memprediksi suara yang diperoleh pasangan Agus-Sylvi akan beralih ke pasangan Anies-Sandi di putaran dua Pilkada DKI. Hal ini karena pemilih Agus-Sylvi memiliki kemiripan dengan pemilih Anies-Sandi.

“Berdasarkan hasil survey LSI, 63,3 persen pemilih Agus-Sylvi beralih ke Anies-Sandi di putaran dua. Sementara Ahok-Djarot mendapat limpahan 12,3 persen dari pemilih Agus-Sylvi. Sisanya, 25,4 persen belum menentukan pilihan,” kata Adji Al Farabi, peneliti LSI.

Alasan beralihnya suara Agus-Sylvi ke pasangan Anies-Sandi disebabkan karena pemilih Agus-Sylvi menganggap Ahok telah menistakan agama. Selain itu, sulit bagi pemilih Agus-Sylvi berdamai dengan katakter Ahok.

Berdasarkan survei, menurut Adji Al Farabi, kecenderungannya Anies-Sandi yang akan unggul di putaran kedua.

Menanggapi 2 hasil survei yang mengunggulkan Anies-Sandi, yakni Median dan LSI Denny JA, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon bersyukur atas hasil tersebut.

“Ya Alhamdulillah, moga-moga bukan hanya di survei, tapi unggul di tanggal 19 April nantinya,” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu.

Anies: jaga agar prosesnya jujur

Sementara itu, Anies berharap hasil ungggul di survei harus dijaga hingga perolehan suara di putaran dua tetap unggul. Ia meminta tim dan seluruh pihak menjaga prosesnya agar tidak ada kecurangan.

“Ya (merasa unggul). Tapi kami tetap menjaga, tiga aja, prosesnya jujur, pemerintah adil atau tidak berpihak, aparat penegak hukum tidak berpihak dan yang ketiga demokratis,” katanya.

Terkait pertarungan di putaran dua nanti, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardani mengingatkan bahwa secara politik masih akan ada faktor-faktor lain yang bisa terjadi yang menjadi penentu suara, terutama lewat konsolidasi elite, terutama apakah suara dan partai pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni akan terbelah atau tidak.

Perdebatan soal program, menurut Sri Budi, tak akan dominan dalam kampanye pilkada putaran kedua, karena posisi masing-masing kandidat yang dinilainya sudah cukup terbuka dan diketahui lewat serangkaian debat dan kampanye menjelang pilkada putaran pertama lalu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here