Hasrat Munculnya Poros Baru di Pilgub Jatim

0
93
"Menanti munculnya pasangan dari Poros Baru di Pilgub Jawa"

Nusantara.news, Surabaya – Pemilihan Gubernur Jawa Timur dijadwalkan digelar 27 Juni 2018. Saat digelar diskusi oleh Surabaya Survei Center (SSC) di Hotel Yello Surabaya, disebutkan Pilgub Jatim adalah ‘Pertarungan Dua Gajah’ itu diartikan ada dua sosok kuat Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa, berlatar belakang Nahdliyyin yang dipastikan saling berebut simpati dan kemenangan. Selebihnya, tidak dipungkiri ada ‘kekuatan’ lain yang berkiblat Jakarta (DPP masing-masing) ikut andil di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

“Di Pilgub Jatim 2018, adalah Pertarungan Dua Gajah, karena masing-masing memiliki kans yang kuat,” ujar Budi Wiyoto, peneliti senior SSC yang juga dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas dr Soetomo, Surabaya.

Baca Juga: Moreno Soeprapto Persiapkan Amunisi di Pilkada Malang 2018

Sementara, semua pihak tahu kalau hingga saat ini Partai Gerindra, PAN, dan PKS masih terus berusaha untuk memunculkan poros baru, guna mengimbangi dan juga sebagai alternatif pilihan kepada masyarakat selain Gus Ipul dan Khofifah. Meski keinginan itu hingga saat ini belum terwujud. Sementara, pendaftaran pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Jatim dibuka, 7-8 Januari 2018.

Kekuatan Besar Dibalik Pilgub Jatim

“Tiga Kekuatan Besar Dibalik Pilgub Jatim”

Sebelumnya, di Jakarta dalam rapat tiga partai yang dihadiri Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno, Presiden PKS Sohibul Iman, yang digelar di kantor DPP PKS, Minggu (24/12/2017), malam. Hasilnya, disepakati dilakukannya koalisi untuk pasangan kandidat di lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Maluku Utara. Sementara untuk Pilgub Jatim, dalam pertemuan itu belum ada kesepakatan memunculkan pasangan nama bakal calon.

Kemudian, saat digelar konferensi pers terkait hasil pembahasan rapat, Sohibul Iman menyatakan soal Pilgub Jatim dilanjutkan setelah tahun baru.
“Insyaallah setelah tahun baru, kami akan punya kesimpulan terkait dengan Pilgub Jatim,” terangnya.

Dia menyebut, dari ketiga partai yang mengikuti pembahasan belum ada kesepakatan memunculkan poros baru, atau mendukung salah satu pasangan yang ada, yakni Khofifah-Emil Elistianto Dardak atau Saifullah Yusuf-Azwar Anas.

Intinya, meski ramai dibicarakan peluang munculnya pasangan Suyoto-Moreno, partai yang dimaksudkan mengusung belum memastikan itu.

Usulan Pasangan Suyoto-Moreno Belum Disepakati

“Belum ada kesepakatan memunculkan Poros Baru, termasuk Soyoto-Moreno”

Kemudian, Prabowo Subianto juga memberikan penegasan kalau Partai Gerindra lebih dulu masih akan melihat perkembangan dan dinamika politik yang terjadi di Jatim. Gerindra juga belum menentukan pilihan untuk Pilgub Jatim.

“Moreno sendiri belum menyatakan ingin maju,” tegas Prabowo, saat itu.

Itu sekaligus menepis yang pernah disampaikan Ketua DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad yang menyebut Moreno telah mendapat restu Prabowo, untuk maju sebagai Bakal Cagub Jatim 2018.

Baca Juga: Pilkada 27 Juni 2018, Silahkan Pilih Gus Ipul atau Khofifah

Hal sama ditegaskan Eddy Soeparno, munculnya nama Suyoto yang juga Bupati Bojonegoro masih sebatas usulan DPW PAN Jatim, untuk mendampingi Moreno. Nama lain yang sebelumnya juga santer dibicarakan bakal maju di Pilgub Jatim diantaranya, Masfuk yang juga Bupati Lamongan. Masfuk disuarakan untuk bisa maju mendampingi Khofifah, sebagai bakal calon wakil.

“Masih jadi pertimbangan, kami belum memutuskan,” tegas Eddy.

Zulkifli Hasan Lebih Sreg Dukung Khofifah

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pernah menyebut, pihaknya (PAN) sejalan dan terdapat kesamaan arah untuk mendukung Khofifah. Itu karena sosok yang digadang untuk maju di poros baru tidak berkenan.

“Arah dukungan ke Khofifah juga menjadi salah satu pertimbangan. Mudah-mudahan yang tadi disampaikan, awal Januari kami sudah bisa memutuskan siapa yang akan diusung,” tambahnya.

Pihaknya juga pernah menyebut PAN lebih condong mendukung Khofifah. Namun, partai berlambang Matahari Terbit itu juga tidak gegebah menutup komunikasi dengan Saifullah Yusuf, yang diusung koalisi PKB dan PDI Perjuangan.

Pangamat Politik SSC: Potensi Munculnya Poros Baru Cukup Besar

Mochtar “Cukup besar potensi terbentuknya Poros Baru, karena ketiga partai baik Gerindra, PAN dan PKS sepertinya semakin bagus, itu sejak berhasil menang dalam koalisi di Pilgub DKI Jakarta” (Foto: Tudji)

Masih alotnya memunculkan pasangan calon yang digadang maju di Pilgub Jatim melalui poros baru atau poros tengah, menurut pengamat politik yang juga pimpinan Surabaya Survei Center (SSC) Mochtar W Oetomo masih berpeluang besar.

Mochtar menyebut, itu karena hubungan ketiga partai yakni Gerindra, PAN dan PKS semakin bagus, dan peluang kesepakatan itu semakin terbuka lebar.

“Potensi poros tengah terbentuk saya rasa cukup besar, karena ketiga partai baik Gerindra, PAN dan PKS sepertinya semakin bagus chemistry nya, itu sejak berhasil menang dalam koalisi di Pilgub DKI Jakarta. Apalagi dalam pertemuan itu juga susah ada sepakat untuk tetap dalam satu barisan, koalisi di 5 Pilkada. Menurut saya, kesepakatan untuk Pilgub Jatim hanya tertunda,” terang Mochtar.

Masih kata Mochtar, tertundanya koalisi di Pilgub Jatim itu dikarenakan oleh beberapa hal, pertama karena belum ada kesepakatan soal komposisi siapa yang mendapat jatah cagub dan siapa yang mendapat cawagub.

Kedua, kalaupun terjadi kesepakatan soal komposisi soal jatah cagub dan cawagub persoalan lainnya adalah apa dan bagaimana posisi PKS dalam koalisi itu. Ketiga, belum ada kesepakatan soal nama-nama cagub dan cawagub baik yang diajukan oleh Gerindra, PAN dan PKS.

“Terutama menurut saya adalah karena munculnya nama Moreno dari Partai Gerindra belum bisa sepenuhnya diterima oleh PAN dan PKS, dengan berbagai pertimbangan. Jadi saya rasa peluang Moreno maju di kontestasi Pilgub Jatim cukup kecil,” lanjutnya.

Keempat, belum terjadinya kesepakatan, karena juga berkaitan dengan kalkulasi kemungkinan kalah atau menang.

“Karena, tujuan utama koalisi adalah kemenangan. Jadi kalau masih ada kemungkinan kalah maka wajar jika ada penundaan untuk mematangkan kalkulasi,” terangnya.

Kelima, yang tak kalah penting adalah belum adanya kesepakatan soal operasionalisasi pemenangan. Terutama berkaitan dengan pembiayaan, karena untuk bertarung di Pilgub Jatim memerlukan biaya yang besar.

Baca Juga: Emil Ingin Wujudkan Jatim untuk Semua

Mochtar yang juga dosen Fisip Universitas Tronojoyo Bangkalan itu menyebut, satu-satunya cara untuk mengeliminir semua perbedaan tersebut yang berakibat pada tertundanya koalisi adalah karena ketiga partai harus segera menemukan komposisi pasangan bakal calon yang pas, yang bisa diterima oleh semua pihak dan memiliki kemungkinan untuk berkompetisi dengan kedua pasangan kuat yang sudah ada, yakni Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Anas.

“Di tubuh PAN sendiri selain masih gamang soal Moreno, menurut saya juga masih gamang soal apakah Suyoto atau Anang Hermansyah yang akan diajukan. Jadi sekali lagi muara persoalannya adalah komposisi pasangan calon yang pas dan kompetitif yang belum ditemukan,” urainya.

Dalam Berbagai Survei, Nama Moreno Belum Pernah Muncul

“Prediksi Peta Penyebaran Suara di Pemilihan Gubernur Jatim 2018”

Mochtar kemudian menjabarkan, kalau dari berbagai hasil rilis yang dilakukan sejumlah lembaga survei nama Moreno relatif belum pernah terjaring. Yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center (SSC) misalnya, di periode Desember 2017 juga menemukan bahwa nama-nama kandidat yang diinginkan oleh publik agar diusung oleh poros tengah juga tidak muncul nama Moreno.

“Malah, nama lainnya yang relatif banyak diminati adalah Mahfud MD, yakni sebesar 18.3 persen. Kemudian ada nama La Nyalla diangka 15.4 persen, Yenny Wahid 11.9 persen dan Anang Hermansyah 6.6 persen. Baru kemudian nama-nama lain seperti Masfuk, Suyoto, Supriyatno, Anwar Sadat dan Azrul Ananda,” pungkas Mochtar saat berbincang dengan Nusantara.news.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here