Hebat, Ahok Telah Mempersatukan FPI dan NU

0
2663
demo fpi

Nusantara.news, Jakarta – Serangan Ahok  dan Tim Pengacaranya terhadap pribadi KH Makruf Amin berbuntut panjang. Warga nahdliyin yang semula adem ayem langsung bereaksi. “Hebat, Ahok telah mempersatukan FPI dan NU”, komentar seorang netizen di akun facebooknya.

Terang saja komunitas NU marah. Pasalnya, selain menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MU), di PBNU Makruf Amin juga menjabat Rais ‘Aam PBNU yang sangat dihormati warga nahdliyin.  Maka sejumlah organ di bawah NU, seperti Anshor dan PMII seketika marah atas perilaku calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu.

”Saya pribadi selama ini diam saja. Tapi atas kejadian Ahok di sidang pengadilan yang seperti itu maka saya pun kini emosi. Dan wajar bila para kader dan warga NU seperti dari Ansor dan PMII marah atas sikap itu,” ucap Ketua Dewan Penasehat Lembaga Bantuan PBNU, Mahfud MD, Rabu (1/2) tadi.

Mahfud pun menilai, tindakan Ahok itu tidak beradab. “KH Maruf adalah sosok ulama yang sangat dihormati warga NU. Dan di organisasi jamiah NU (PB NU) dia menempati posisi yang sangat tinggi. Semua warga NU hormat dan mencintai beliau,” sambungnya

Hasil gambar untuk mahfud md ahok

Selain itu, Apa yang dipertontonkan Ahok dan Tim Pengacaranya di persidangan Selasa (31/1) kemarin, jelas Mahfud MD, sudah keluar dari substansi.

Bahkan pernyataan Ahok dan Tm Pengacaranya bisa menjadi “blunder” hukum yang serius. Sebut saja tentang pernyataan Ahok yang menyebut dia tahu ada percakapan melalui telepon antara KH Ma’ruf Amin dan Susilo Bambang Yudhoyo (SBY).

Mahfud menyayangkan kejadian tu. Sebab sebenarnya, saran Mahfud, sebenarnya Ahok dan penasihat hukumnya bisa bertindak lebih beradab. Ini misalnya, bila dia merasa keberatan dengan kesaksian KH Ma’ruf Amin, maka kemukakan saja nanti ketika melakukan nota pembelaan.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor Yaqut C. Qoumas merilis 6 butir pernyataan sikap. Pertama, KH. Ma’ruf Amin adalah Rais ‘Aam PBNU, sekaligus pimpinan tertinggi dalam jam’iyah NU. Kedua, kehadiran KH. Ma’ruf Amin adalah untuk memberikan Keterangan Ahli (vide: Pasal 184 ayat (1) jo. Pasal 186 KUHAP).

Ma’ruf Amin dalam hal ini, lanjut Yaqut, berdasarkan kompetensinya sebagai ahli hukum islam, maupun kapasitasnya sebagai Rais ‘Aam Syuriah PBNU maupun sebagai Ketua Umum MUI, merupakan seseorang yang ahli dalam hal agama, dan sudah tepat untuk dihadirkan ke persidangan untuk dimintai sebagai Keterangan Ahli dalam hal kasus penistaan agama (Islam).

Keterangan yang diberikan oleh KH. Ma’ruf Amin, beber Yaqut, berdasarkan pengamatan kami, sudah sesuai dengan kompetensi maupun kapasitasnya sebagai Ahli Agama Islam, baik sebagai Fuqaha, Rais ‘Aam PBNU maupun sebagai Ketua Umum MUI.

Maka GP Ansor menyayangkan sikap, perilaku maupun kata-kata dari Terdakwa maupun Tim Pengacaranya, dengan alih-alih menolak Keterangan Kyai Ma’ruf Amin sebagai Ahli justru memelintir situasi dan seolah-olah menempatkan Kyai Ma’ruf sebagai Terdakwa.

Bahkan cecaran-cecaran pertanyaan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada Kyai Ma’ruf Amin lebih merupakan sikap yang menonontonkan Argumentum Ad Hominem – atau menyerang pribadi Kyai Ma’ruf daripada mematahkan argumen yang terkait keahlian beliau.

Oleh karenanya GP Ansor siap mendampingi dan membela Kyai Ma’ruf Amin, sebagai pimpinan tertinggi kami, secara lahir dan batin dalam koridor hukum; dan menyerukan kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk siaga satu komando.

Surat klarfikasi Ahok

Ternyata Basuki Tjahaja Purnama tidak mengira akan menuai reaksi yang keras dari kalangan nahdliyin. Pagi tadi dia langsung memberikan klarfikasinya ke sejumlah media massa, dengan tiga poin penting, pertama dia tidak akan melaporkan KH Makruf Amin ke polisi sebagaimana yang dia ucapkan ke pengadilan.

Kedua, Ahok menghormati KH Makruf Amin sebagai sesepuh NU seperti halnya dia menghormati Gus Dur atau Gus Mus. Dan ketiga, Ahok mengaku mendapatkan info percakapan telepon KH Makruf Amin dari pengacara yang bersumber berita portal liputan6.com, dan menyerahkan persoalan itu kepada pengacaranya.

Namun tampaknya kemarahan warga NU sudah menyebar. Akankah itu berpengaruh terhadap elektabilitasnya dalam Pilkada DKI yang tinggal 14 hari lag? Kita lihat nanti.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here