Hendropriyono di Balik Bebasnya Dahlan Iskan?  

0
964
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono saat berkunjung ke rumah Dahlan Iskan.

Nusantara.news, Surabaya – Dahlan Iskan sudah divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya dalam kasus dugaan korupsi PT Panca Wira Usaha (PWU). Ini bertolak belakang dengan fakta persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, di mana ada lima hakim yang menyatakan bos Jawa Pos Grup tersebut terbukti.

Makanya, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menyatakan tidak terima dengan putusan banding dari Pengadilan Tinggi Surabaya. “Kami belum menerima putusannya. Memang di media massa bandingnya diputus bebas. Kalau diputus bebas, pasti ada upaya hukum. Yang pasti, kami akan mengajukan kasasi,” kata Maruli di Surabaya, Rabu (6/9/2017).

Dahlan Iskan sebelumnya divonis 2 tahun penjara dengan penahanan kota dan denda Rp 100 juta dalam kasus korupsi pelepasan aset PT PWU oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Dia dinyatakan terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama pada pelepasan aset PT Panca Wira Usaha, BUMD Pemprov Jatim.

Tapi kemudian putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya itu dianulir di tingkat banding. Majelis hakim tingkat banding menyatakan mantan Menteri BUMN itu tidak bersalah dan divonis bebas.

Bebasnya Dahlan Iskan dianggap melegakan bagi sahabatnya, AM Hendropriyono. Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu langsung mengintruksikan pengurus daerah PKPI menggelar syukuran di kantornya masing-masing.

Saat Nusantara.News mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Provinsi PKPI Jatim, tampak sejumlah pengurus sedang menggelar syukuran yang dihadiri sejumlah wartawan. Tumpeng nasi kuning dan jajan pasar menjadi menu utama syukuran. Potongan ujung tumpeng nasi kuning diberikan kepada wartawan Jawa Pos.

Menurut Ketua DPP PKPI Jatim, Irjen Pol Purnawirawan Hadiatmoko, Dahlan Iskan adalah figur Jawa Timur yang baik. Sehingga wajar jika sebagai sahabat, Hendropriyono memerintahkan kadernya di seluruh Indonesia menggelar syukuran.

“Dahlan Iskan adalah sahabat dekat ketua umum kami Hendropriyono. Beliau mengintruksikan kepada semua pengurus daerah untuk menggelar syukuran atas bebasnya Dahlan Iskan,” kata Hadiatmoko, Kamis (7/9/2017).

Kendati demikian, banyak pihak menilai bebasnya Dahlan Iskan karena campur tangan Hendropriyono. Benarkah?

Selama ini AM Hendropriyono dikenal sangat dekat dengan lingkungan Istana. Sama halnya Luhut Binsar Panjaitan. Keduanya adalah jenderal-jenderal hebat yang selama ini “menjaga” pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendominasi politik Indonesia selama sepuluh tahun dengan mantan-mantan elite militernya. Pun, di belakang Jokowi kini berdiri mantan jenderal sekaligus intelijen tangguh seperti AM Hendropriyono (AMN 1967) dan Luhut Panjaitan (Akmil 1970).

Generasi 1970an (yang mencakup juga sebagian dari akhir 1960an) ini memang memiliki karakter yang sedikit berbeda dengan generasi tahun 1980an. Sebagian dari mereka masih mengalami ‘pemberantasan G30S’ di mana tugas utamanya adalah menghabiskan anggota-anggota Partai Komunis Indonesia. Sutiyoso dan AM Hendropriyono, misalnya, terjun langsung dalam operasi militer terhadap PGRS/Paraku di Kalimantan Barat.

Sangat jelas masa kepresidenan Jokowi diisi oleh anggota angkatan yang sudah pensiun dari dinas militer. Namun pengaruh mereka secara politik masih sangat besar. Dan ketika berbicara soal ‘hak veto’, keduanya (Hendropriyono dan Luhut Panjaitan) memiliki peran kuat di segala lini, baik militer, politik, ekonomi maupun hukum.

Dua Jenderal Bertandang ke Rumah Dahlan Iskan

Sebagai sahabat, Hendropriyono tidak terima jika Dahlan Iskan harus masuk bui. Dengan kemampuan intelijen dan ‘hak veto’ yang dimiliki, bukan tidak mungkin orang-orang sekelas Hendropriyono tidak melakukan intervensi dalam proses hukum Dahlan Iskan.

Saat kasus korupsi PT PWU bergulir, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu pernah mengunjungi kediaman Dahlan Iskan di Surabaya pada Mei 2017. Mereka menyebutnya reuni sahabat lama.

Reuni dadakan itu membicarakan banyak hal, termasuk persoalan bangsa. Dalam pertemuan itu Dahlan Iskan menyebut tokoh intelijen dan militer Indonesia tersebut pernah mendatangi dirinya saat menjalani perawatan di Tiongkok.

Dahlan sempat bertanya kepada Hendro tujuan kedatangannya yang mendadak saat itu. ”Ternyata beliau datang ke Tiongkok khusus untuk menjenguk saya,” sebut Dahlan saat itu.

Dan kali ini, tujuan Hendropriyono bertandang ke rumah Dahlan Iskan untuk menghibur. Pria yang mendapat gelar profesor intelijen pertama di dunia itu, mengaku tidak terima dengan musibah yang dialami sahabatnya. ”Yang menimpa Pak Dahlan, saya tidak terima,” tegasnya.

Menurut Hendropriyono, Dahlan telah dizalimi karena dia orang yang lurus, baik, dan berkibar-kibar. Hendro mengibaratkan sahabatnya itu seperti pohon yang tinggi menjulang, maka didera angin yang keras. Meski begitu, Dahlan tidak boleh menyerah begitu saja. Menurut Hendro, ada waktunya untuk melakukan “sesuatu”. “Terkadang ada kalanya menghemat tenaga dan kekuatan, kemudian mengonsentrasikan keduanya,” papar pria yang pernah menempuh pendidikan di Australian Intelligence Course, Woodside tahun 1971.

Yang mengejutkan tentu kedatangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa, 18 Juli 2017. Mantan Menko Polhukam tersebut beralasan kedatangannya ke rumah Dahlan Iskan sekedar mampir setelah melakukan kunjungan ke PT Barata Indonesia di Gresik.

Bahkan, Dahlan sendiri dibuat terkejut. ”Saya tidak menyangka ada menteri yang berani mendatangi seorang terdakwa,” ucap Dahlan sambil tersenyum.

Sementara Luhut langsung menanggapi kata-kata Dahlan dengan jawaban khas Suroboyoan. ”Urusane opo, kan konco (tidak masalah, kan teman),” kata Luhut hangat.

Kepada media, Luhut menceritakan kedatangannya untuk melihat ide dan gebrakan Dahlan Iskan terkait mobil listrik. Jadi, tidak ada urusannya dengan persoalan hukum yang menjerat koleganya tersebut.

Menurut Luhut, saat ini pemerintah sedang mendorong agar Indonesia memiliki mobil listrik. Sebab, bagaimanapun, bahan bakar minyak akan habis. Sumber energi itu juga mengeluarkan emisi yang berdampak buruk pada lingkungan. Sebaliknya, mobil listrik tidak mengeluarkan emisi yang mencemari lingkungan.

“Ide Pak Dahlan dulu mendorong terwujudnya mobil listrik sudah sangat benar. Bukan hanya benar, tapi sangat benar,” tegas Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Panjaitan (tengah), berbincang soal mobil listrik dengan Dahlan Iskan di Surabaya. Foto: Jawa Pos

Ditambahkan Luhut, sepuluh tahun lagi pasar mobil listrik di dunia bisa mencapai 20 persen. Saat ini, di Tiongkok, semua sepeda motor sudah menggunakan listrik. ”Kita tidak boleh terlambat. Kita jangan mau jadi market (mobil listrik, red) dari negara-negara Barat,” imbuhnya.

Tampaknya pernyataan Luhut ini merupakan sinyal bagi Kejaksaan Agung yang menangani kasus pengadaan mobil listrik dengan tersangka Dahlan Iskan untuk “dianulir”.

Kasus mobil listrik yang menjerat Dahlan ini berawal dari kesepakatan tiga BUMN untuk membiayai pengadaan 16 mobil listrik senilai kira-kira Rp 32 miliar. Saat itu PT Sarimas Ahmadi Pratama ditunjuk sebagai pihak swasta yang dianggap kompeten untuk mengerjakan pengadaan tersebut.

Tiga BUMN yang dimaksud adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pertamina. Belasan mobil listrik tersebut rencananya akan digunakan saat konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nusa Dua, Bali, Oktober 2013.

Dianggap tak memenuhi kualifikasi untuk digunakan peserta forum APEC, mobil-mobil listrik yang telah diproduksi selanjutnya diserahkan kepada beberapa universitas untuk dijadikan bahan penelitian.

Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmad, kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan merugikan keuangan negara. Dasep kemudian divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan pada Maret 2016 oleh Pengadilan Tipikor.

Dasep kala itu sempat menyebut Dahlan, yang saat itu menjabat Menteri BUMN, sebagai wakil penanggung jawab bidang pelaksana proyek. Sebagai pengembangan, pada Kamis, 3 November 2016, Dahlan diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung Jawa Timur terkait proyek mobil listrik. Dalam perkara itu, MA menyatakan Dahlan Iskan terlibat dalam kasus perkara mobil listrik.

Kedatangan dua jenderal ke rumah Dahlan Iskan dengan alasan sahabat, di satu sisi bisa diterima, namun di sisi lain banyak kalangan menilai kunjungan tersebut bukan murni sowan. Bisa diartikan kedatangan Hendropriyono dan Luhut untuk memberi dukungan moril atas kasus yang membelit Dahlan Iskan, atau bisa juga dukungan secara politis.

Masing-masing jenderal memiliki kepentingan sendiri. Hendropriyono dalam kasus korupsi PT PWU, sedang Luhut di kasus pengadaan mobil listrik. Terbukti, munculnya Hendropriyono dan Luhut, membuat kasus hukum yang menjerat Dahlan Iskan mencapai titik temu. Dalam kasus PT PWU, Dahlan Iskan dinyatakan tidak terbukti bersalah. Dan kini publik sedang menunggu kasus mobil listrik, akankah Luhut juga akan menjadi “sahabat” untuk Dahlan Iskan?

Mahar yang Tidak Murah

Mahar untuk ‘membebaskan’ Dahlan Iskan tidak murah. Yang dimaksud mahar adalah transaksi politik. Di mata Hendropriyono, sosok Dahlan Iskan adalah seorang pemikir yang hebat untuk kemaslahatan bangsa. Pun bagi publik Jawa Timur, sosok Dahlan dianggap sosok yang inspiratif. Virus-virus positif selalu disampaikan Dahlan, baik melalui tulisan maupun tindakan.

Hendropriyono mengaku memberikan penilaian tersebut setelah mengamati Dahlan saat menjadi menteri dan pejabat tinggi instansi beberapa tahun lalu. “Saya melihat orang ini (Dahlan) muslim, nasionalis, yang punya rasa kebangsaan yang tebal. Dia banyak mengambil langkah-langkah yang bisa menjadi teladan untuk bawahan dan teman-temannya,” ucap Hendro.

Apalagi dalam Pilpres 2014, Dahlan Iskan sebagai Pemenang Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, mendukung pencalonan Joko Widodo sebagai presiden. Melalui jaringan medianya yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, Dahlan Iskan turut andil menyuarakan kemenangan Jokowi.

Dari sini wajar jika Hendropriyono melihat jasa-jasa besar Dahlan Iskan terhadap Jokowi terabaikan. Bahkan Dahlan Iskan sampai dijadikan tersangka dalam dugaan kasus korupsi. Sebagai seorang sahabat, Hendropriyono ingin menyaring dan mengembalikan posisi Dahlan Iskan sesuai track record-nya.

Ada kemungkinan bebasnya Dahlan Iskan memiliki kepentingan politis untuk kemajuan bangsa ke depannya. Bisa saja Dahlan Iskan dipersiapkan Hendropriyono untuk kembali masuk di kabinet pemerintahan Jokowi dalam reshuffle berikutnya. Sebagai mantan Menteri BUMN, kapasitas Dahlan Iskan tidak perlu diragukan lagi.

“Itu namanya konsekuensi. Kita tidak tahu arah politik ke depan seperti apa. Yang jelas ketua kami sahabat Dahlan Iskan. Kalau setelah ini ada target politik, itu bisa saja,” terang sumber internal PKPI kepada Nusantara.News.

Selain itu, figur Dahlan Iskan sebagai tokoh yang besar di Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk menjaring kekuatan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. “Peta politik Jawa Timur sangat dinamis. Dahlan Iskan, tidak mungkin dia maju di Pilgub Jatim. Kemungkinan pak ketua ingin menggandeng sahabatnya itu memuluskan jalannya Pilgub Jatim,” tutup sumber tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here